{"id":20316,"date":"2026-07-30T02:24:25","date_gmt":"2026-07-30T02:24:25","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20316"},"modified":"2026-07-30T02:24:25","modified_gmt":"2026-07-30T02:24:25","slug":"konser-coldplay-antara-isu-lingkungan-dan-krisis-etika-moral-penonton-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20316","title":{"rendered":"Konser Coldplay, Antara Isu Lingkungan dan Krisis Etika Moral Penonton Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Rabu (15\/11\/2023) lalu, tak hanya menyajikan kegembiraan bagi penggemar musik, tapi juga mengingatkan akan lingkungan.&nbsp;<\/p>\n<p>Konser Coldplay yang dikenal sangat memperhatikan lingkungan juga membuka tirai dari krisis etika yang kini tengah terjadi di Indonesia.<\/p>\n<p>Pihak manajemen Coldplay menyebut pengembalian Xyloband, gelang pintar canggih yang menjadi simbol konser yang ramah lingkungan, mencapai angka 77 persen, menarik perhatian banyak pihak.<\/p>\n<p>Dari total 80.000 penonton, 18.400 di antaranya tidak mengembalikan Xyloband, sebuah angka yang mengejutkan terutama jika dibandingkan dengan rata-rata tahun pertama konser Coldplay yang mencapai 86 persen.<\/p>\n<p>Fenomena ini memunculkan pertanyaan krusial, tentang etika dan kejujuran di kalangan penonton Coldplay di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243298297\/keren-coldplay-sumbang-kapal-pembersih-sampah-untuk-indonesia\">Baca: Coldplay sumbang kapal pemungut sampah untuk Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Terkait hal tersebut, Psikolog Perkembangan Anak, Remaja, dan Pendidikan, Theresia Novi Poespita Candra memberikan pandangan.<\/p>\n<p>Dilansir Antaranews.com, Sabtu (24\/11\/2023), dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM) itu mengatakan Indonesia tengah menghadapi krisis etika, dengan kejujuran menjadi salah satu korban utamanya.<\/p>\n<p>Ia menganggap mengembalikan gelang atau Xyloband adalah bentuk etika, dan tidak melakukannya merupakan contoh nyata dari krisis etika yang tengah melanda masyarakat.<\/p>\n<p>Novi juga menyebut krisis etika di Indonesia sebenarnya tidak hanya tercermin pada pengembalian gelang konser, melainkan juga merembes ke dalam perilaku sehari-hari.<\/p>\n<p>Contoh sederhananya, perilaku membuang sampah sembarangan, tanpa memperhatikan etika kebersihan, juga merupakan contoh dari krisis etika yang tengah terjadi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24574678\/kerja-keras-coldplay-untuk-wujudkan-tur-yang-ramah-lingkungan\">Baca: Kerja keras Coldplay wujudkan konser ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Era digital, menurut Novi, memainkan peran besar dalam memperburuk kondisi ini.<\/p>\n<p>Kecenderungan untuk merespons secara cepat dan tanpa berpikir panjang seringkali dipicu oleh teknologi, yang mempercepat segala sesuatu dalam hidup kita.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, dalam dunia digital, ketika seseorang tidak menyukai atau tidak sependapat, orang tersebut bisa langsung menghapus pertemanan, tanpa memedulikan etika dan dampaknya pada hubungan sosial.<\/p>\n<p>Penting untuk memahami bahwa cara berpikir instan ini dipicu oleh cara kerja teknologi, yang cenderung mengejar efektivitas dan efisiensi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun, konsekuensi dari perilaku ini adalah kurangnya pertimbangan terhadap emosi orang lain dan dampak yang mungkin ditimbulkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243297013\/soal-kisruh-tiket-coldplay-ylki-imbau-masyarakat-beli-di-loket-resmi\">Baca: Konser Coldplay diwarnai penipuan penjualan tiket<\/a><\/p>\n<p>Dalam konteks ini, Novi mengatakan tidak mengembalikan barang, seperti Xyloband, adalah contoh nyata dari tindakan yang tidak etis, karena tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap pihak lain.<\/p>\n<p>Salah satu aspek yang perlu dicermati adalah peran teknologi dalam membentuk cara berpikir dan bertindak manusia.<\/p>\n<p>Ketidakmampuan berdialog juga menjadi salah satu dampak negatif dari era digital ini.<\/p>\n<p>Dengan segala kemudahan dan kecepatan informasi yang diberikan teknologi, terjadi penurunan kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan dampak dari tindakan yang diambil.<\/p>\n<p>Dari perspektif psikologi, Novi menjelaskan bahwa otak manusia memiliki bagian korteks prefrontal yang salah satunya memiliki tugas untuk membuat keputusan etik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/243291006\/coldplay-sukses-gelar-konser-di-jakarta-chris-martin-penonton-jakarta-menakjubkan\">Baca: Coldplay janji bakal kembali ke Jakarta<\/a><\/p>\n<p><strong>Pendidikan sebagai solusi<\/strong><\/p>\n<p>Namun, penelitian menunjukkan di Indonesia, terutama di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, prefrontal cortex anak usia 15 tahun ke atas cenderung lemah karena kurangnya stimulasi melalui pendidikan.<\/p>\n<p>Pendidikan, menurut Novi, memiliki peran krusial dalam membentuk moral dan etika. Sayangnya, pendidikan di Indonesia, menurutnya, belum mampu membangun kesadaran diri dalam berperilaku.<\/p>\n<p>Novi menyoroti kebijakan pendidikan yang lebih fokus pada standarisasi akademis, literasi, dan numerasi tanpa memberikan penekanan pada moral dan etika.<\/p>\n<p>Novi berpendapat perubahan paradigma pendidikan, dengan fokus pada kesadaran diri dan dialog, dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi krisis etika.<\/p>\n<p>Moral dan etika terbentuk melalui moral reasoning, yang dapat dikembangkan melalui pendidikan yang melibatkan dialog dan diskusi.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di Antaranews, ditulis Maria Rosari Dwi Putri<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Rabu (15\/11\/2023) lalu, tak hanya menyajikan kegembiraan bagi penggemar musik, tapi juga mengingatkan akan lingkungan.&nbsp; Konser Coldplay yang dikenal sangat memperhatikan lingkungan juga membuka tirai dari krisis etika yang kini tengah terjadi di Indonesia. Pihak manajemen Coldplay menyebut pengembalian Xyloband, gelang pintar canggih yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3677,17],"class_list":["post-20316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-coldplay","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}