{"id":20319,"date":"2026-07-30T02:24:31","date_gmt":"2026-07-30T02:24:31","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20319"},"modified":"2026-07-30T02:24:31","modified_gmt":"2026-07-30T02:24:31","slug":"peran-sektor-kehutanan-dalam-pencapaian-penurunan-emisi-karbon-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20319","title":{"rendered":"Peran Sektor Kehutanan dalam Pencapaian Penurunan Emisi Karbon Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Upaya mendorong pencapaian NDC atau penurunan emisi karbon nasional salah satunya ada pada sektor kehutanan.<\/p>\n<p>Penurunan emisi karbon nasional lewat sektor kehutanan ini dikenal dengan Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030.<\/p>\n<p>Diharapkan pada tahun 2030, tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya dapat seimbang atau lebih tinggi dari tingkat emisi karbon yang dihasilkan.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, Anang Setiawan Achmadi saat membuka Jamming Session seri ke-18 dengan tema &#8220;Pengelolaan Karbon Biru Mangrove Untuk Mitigasi Perubahan Iklim&#8221; di Bogor pada Selasa (21\/11\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243308318\/menkeu-sektor-kehutanan-berkontribusi-besar-dalam-penurunan-emisi-karbon\">Baca: Kemenkeu sebut kehutanan jadi penyerap emisi karbon yang penting<\/a><\/p>\n<p>Anang menyebutkan ekosistem mangrove sebagai elemen &lsquo;Other Land Uses&rsquo;, sangat penting perannya sebagai Blue Carbon atau penyerap emisi karbon untuk mitigasi perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki luasan kawasan mangrove sebesar 3,3 juta hektare (ha) atau 24% dari total luas mangrove di dunia.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jika dikelola dengan baik, ekosistem mangrove dapat menyerap emisi karbon jauh lebih besar daripada ekosistem daratan atau terestrial,&#8221; terang Anang<\/p>\n<p>Ia menambahkan, PREE Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN siap mendukung FOLU Net-Sink 2030 melalui riset dan inovasi serta kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243308164\/klhk-canangkan-sektor-kehutanan-sebagai-penyeimbang-emisi-karbon\">Baca: KLHK harapkan kehutanan jadi penyeimbang atau penyerap emisi karbon<\/a><\/p>\n<p>BRIN juga akan menggandeng perguruan tinggi universitas untuk pengelolaan ekosistem mangrove yang lebih baik.&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove KLHK Inge Retnowati menjelaskan tentang kebijakan nasional pengelolaan ekosistem mangrove.<\/p>\n<p>Pemerintah, ujarnya, telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).&nbsp;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Lebih lanjut Inge memaparkan BRGM ini merupakan kelembagaan nasional yang mengelola ekosistem gambut dan mangrove hingga ke tapak.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/243021285\/perdagangan-karbon-rentan-perparah-ketidakadilan\">Baca: Bursa karbon Indonesia dikritik karena berpotensi picu ketidakadilan<\/a><\/p>\n<p>Untuk itu, disusunlah Roadmap Rehabilitasi Mangrove Nasional 2021-2030 oleh BRGM yang melibatkan KLHK, kementerian terkait, lembaga penelitian, universitas, pemerintah daerah, dan stake holder lainnya.&nbsp;<\/p>\n<p>&ldquo;Tujuan Roadmap ini supaya rehabilitasi ekosistem mangrove menjadi tepat sasaran dan tepat upaya,&rdquo; ujarnya.&nbsp;<\/p>\n<p>Inge mengungkapkan kelola mangrove bertujuan tidak hanya mencapai target tutupan lahan dan simpanan karbon, namun menciptakan kodisi ekosistem mangrove yang sehat.<\/p>\n<p>Hal ini akan berdampak positif bagi sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Untuk mewujudkan ini diperlukan berbagai panduan teknis dalam pengelolaan mangrove.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/242962443\/perdagangan-karbon-akan-memotivasi-perusahaan-jalankan-ekonomi-hijau\">Baca: Bursa karbon bisa mendorong perusahaan terapkan ekonomi hijau<\/a><\/p>\n<p>Saat ini KLHK sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove,<\/p>\n<p>&#8220;Untuk itu sangat diperlukan dukungan berbagai pihak di pusat dan daerah, termasuk dukungan riset dan inovasi dari para peneliti BRIN,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara Analisis Kebijakan Ahli Utama KLHK Syaiful Anwar menyampaikan kebijakan perdagangan karbon biru mangrove dan FOLU Net-Sink.<\/p>\n<p>Hal ini tertuang dalam Perpres Nomor 98 tahun 2021. tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Untuk Pencapaian Target Nationally Determined Contributions dan Pengendalian Emisi GRK Dalam Pembangunan Nasional.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243079459\/penebangan-hutan-atau-deforestasi-sumbang-emisi-karbon-dan-picu-masalah-lingkungan\">Baca: Deforestasi dorong emisi karbon<\/a><\/p>\n<p>Mangrove, lanjut Syaiful, dapat menjadi peluang untuk selanjutnya dielaborasi dalam RENOP FOLU Net-Sink 2030.<\/p>\n<p>Untuk perhitungan karbon lebih lanjut pihaknya telah menyediakan layanan konsultasi melalui tautan: https:\/\/karbon.ditjenppi.org\/reservasi-konsultasi<\/p>\n<p>Indonesia telah berkomitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan turut meratifikasi Paris Agreement ke UNFCCC (PA).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Komitmen ini dibuktikan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change atau Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Upaya mendorong pencapaian NDC atau penurunan emisi karbon nasional salah satunya ada pada sektor kehutanan. Penurunan emisi karbon nasional lewat sektor kehutanan ini dikenal dengan Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030. Diharapkan pada tahun 2030, tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya dapat seimbang atau lebih tinggi dari tingkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[335,58,143],"class_list":["post-20319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-emisi-karbon","tag-kehutanan","tag-mangrove"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}