{"id":20450,"date":"2026-07-30T02:25:14","date_gmt":"2026-07-30T02:25:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20450"},"modified":"2026-07-30T02:25:14","modified_gmt":"2026-07-30T02:25:14","slug":"menyoal-limbah-tekstil-di-indonesia-belum-ada-upaya-serius-menanganinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20450","title":{"rendered":"Menyoal Limbah Tekstil di Indonesia: Belum Ada Upaya Serius Menanganinya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sudah menjadi rahasia umum jika limbah tekstil telah memicu masalah serius bagi lingkungan.&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN KLHK), Indonesia menghasilkan 35,93 juta ton timbulan sampah sepanjang 2022. Di mana 2,6 persen atau lebih dari 700.000 ton merupakan limbah tekstil.&nbsp;<\/p>\n<p>Celakanya, limbah tektil sebagian besar terbuat dari bahan yang tidak bisa diurai dengan mudah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengamat Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Suprihatin menilai bahwa limbah tekstil menjadi permasalahan lingkungan yang harus diselesaikan, karena makin banyak masyarakat membuang pakaian tidak layak begitu saja.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243232711\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-fast-fashion-dan-limbah-tekstil-yang-dipicunya\">Baca: Fast fashion dan limbah tekstil jadi masalah lingkungan yang serius<\/a><\/p>\n<p>Indonesia perlu berkaca dari data sistem informasi KLHK pada 2021, di mana ada sekitar 2,3 juta ton limbah tekstil dihasilkan, sementara yang didaur ulang hanya 0,3 juta ton.<\/p>\n<p>Sudah saatnya pemerintah lebih masif bergerak dan meningkatkan sosialisasi terkait penanganan limbah tekstil seperti halnya sampah plastik, organik, maupun logam.<\/p>\n<p>Pengelolaan limbah tekstil, ujarnya, harus lebih baik lagi. Yakni dengan menelaah teknologi yang bisa dipakai untuk mendaur ulang tekstil mengingat jenisnya juga bermacam-macam, termasuk juga menyediakan sarana pembuangan khusus.<\/p>\n<p>Suprihatin menegaskan, daur ulang bukan solusi terbaik, tetapi harus dilakukan untuk menghindari penambahan sampah di TPA, terlebih di sungai dan laut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243035781\/10-dampak-buruk-fast-fashion-pada-lingkungan\">Baca: Dampak buruk fast fashion bagi lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Karena cara ini pada akhirnya mengancam kesehatan manusia karena banyak makhluk hidup di laut, khususnya ikan, yang tercemar sampah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Berbagai langkah yang dilakukan itu sebenarnya bukan tentang bagaimana menyelamatkan bumi, tetapi hakikatnya adalah tentang menyelamatkan manusia saat ini dan generasi mendatang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Terkait dengan penanganan sampah, Pemerintah Indonesia juga terus berupaya menekan jumlah timbunan sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun.<\/p>\n<p>Dari jumlah timbulan sampah tersebut, terdapat 13,47 juta ton sampah yang belum terkelola sepanjang tahun lalu, atau 37,51 persen dari total sampah yang ada.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24572903\/tren-anak-muda-suka-beli-barang-bekas-atau-thrifting-demi-kurangi-sampah-dan-polusi\">Baca: Thrifting, cara ramah lingkungan untuk kurangi limbah tekstil<\/a><\/p>\n<p>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyusun regulasi tahap kedua Peraturan Menteri LHK Nomor 75 tahun 2019 yang mengatur tanggung jawab produsen atas produknya.<\/p>\n<p>Tanggung jawab itu mulai dari perencanaan pengurangan sampah, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan.<\/p>\n<p>Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar menjelaskan, dalam regulasi tersebut, nantinya diatur secara khusus mengenai tanggung jawab produsen mengurangi sampah tekstil.<\/p>\n<p>Produsen di bidang tekstil mulai dari yang besar hingga pelaku UMKM diminta untuk membuat peta jalan penanganan pengurangan sampah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241636346\/apakah-slow-fashion-jadi-solusi-dampak-lingkungan-fast-fashion\">Baca: Slow fashion bisa jadi alternatif kurangi limbah tekstil<\/a><\/p>\n<p>Hal ini sudah dilakukan produsen sektor makanan dan minuman, produk berbahan plastik maupun logam.<\/p>\n<p>Vinda mengatakan, saat ini terdapat 120 produsen yang hingga saat ini sudah menyampaikan konsep atau peta jalan untuk mengurangi sampah dari proses produksi.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan partisipasi pelaku usaha, KLHK juga berencana memberikan penghargaan berupa insentif tambahan modal usaha guna mendorong pelaku usaha menerapkan pengurangan sampah.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka juga diminta untuk melaporkannya melalui peta jalan, mengingat saat ini apresiasi yang diberikan hanya dalam bentuk surat penghargaan,&#8221; ujar Vinda sebagaimana dikutip Antaranews.com.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sudah menjadi rahasia umum jika limbah tekstil telah memicu masalah serius bagi lingkungan.&nbsp; Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN KLHK), Indonesia menghasilkan 35,93 juta ton timbulan sampah sepanjang 2022. Di mana 2,6 persen atau lebih dari 700.000 ton merupakan limbah tekstil.&nbsp; Celakanya, limbah tektil sebagian besar terbuat dari bahan yang tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3660,17],"class_list":["post-20450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-limbah-tekstil","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20450"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20450\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}