{"id":20499,"date":"2026-07-30T02:25:27","date_gmt":"2026-07-30T02:25:27","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20499"},"modified":"2026-07-30T02:25:27","modified_gmt":"2026-07-30T02:25:27","slug":"13-juta-hektare-lahan-gambut-rusak-ini-dia-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20499","title":{"rendered":"13 Juta Hektare Lahan Gambut Rusak, Ini Dia Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Lahan gambut di sejumlah tempat di Indonesia banyak yang rusak. Total sebanyak 13 juta hektare lahan gambut dalam kondisi rusak.<\/p>\n<p>Hal ini diungkapkan oleh &nbsp;Kepala Kelompok Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Didy Wurjanto.<\/p>\n<p>&#8220;Jumlah yang rusak itu merupakan 50 persen dari total lahan gambut kita saat ini, 2,6 juta hektare,&#8221; ujar Didy seperti yang dilansir Antaranews pada Kamis (16\/11\/2023).<\/p>\n<p>Lebih jauh Didy menjelaskan, lahan gambut yang rusak tersebar di tujuh provinsi mulai dari Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Riau, dan Sumatera Selatan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243281137\/brin-pengolahan-lahan-gambut-sering-memicu-kebakaran-lahan\">Baca: BRIN sebut pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan hasil temuan tim lapangan BRGM, kerusakan lahan gambut tersebut umumnya karena kebakaran, dan aktivitas industrialisasi.<\/p>\n<p> Industrial\u200b\u200b\u200b\u200bisasi yang dimaksud seperti perluasan perkebunan kelapa sawit yang membuat air di kawasan gambut semakin kering.<\/p>\n<p>Selain itu, penyebab kerusakan lainnya adalah pembukaan lahan budaya ladang berpindah, perambahan liar oleh kelompok masyarakat. Namun, persentasenya kecil.<\/p>\n<p>Upaya restorasi lahan gambut memang sudah dilakukan. Tetapi, menurut Didy uapaya tersebut belum maksimal. Sebab sebagian besar berada di dalam konsesi perusahaan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242929275\/karhutla-terjadi-di-mana-mana-semua-pihak-harus-bahu-membahu-memadamkan\">Baca: Karhutla terjadi di mana-mana semua pihak harus bahu membahu memadamkannya<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, lanjut Didy, BRGM membutuhkan penguatan melalui pengaturan ulang beberapa regulasi untuk merestorasi lahan gambut tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Hukum BRIN, Laely Nurhidayah mengatakan, ekspansi perkebunan skala besar seringkali menyebabkan kebakaran hutan dan lahan gambut.<\/p>\n<p> Seperti yang ditemukan di Desa Lukun dan Temusai, Provinsi Riau, yang telah melakukan aktivitas perkebunan skala besar.<\/p>\n<p>Pembukaan lahan oleh perusahaan ini menyebabkan terjadinya perubahan hidrologi air di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243164621\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-hilangnya-keanekaragaman-hayati\">Baca: Hilangnya keanekaragaman hayati jadi masalah serius bagi lingkungan<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kerusakan lahan gambut ini ternyata juga diakui oleh warga setempat. Menurut mereka ekosistem gambut yang telah mengalami perubahan menimbulkan kekeringan dan rawan terjadi kebakaran.<\/p>\n<p> &#8220;Walaupun mungkin di sisi lain mereka menyebutkan bahwa sawit itu menguntungkan bagi mereka secara ekonomi,&#8221; ungkap Laely.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Lahan gambut di sejumlah tempat di Indonesia banyak yang rusak. Total sebanyak 13 juta hektare lahan gambut dalam kondisi rusak. Hal ini diungkapkan oleh &nbsp;Kepala Kelompok Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Didy Wurjanto. &#8220;Jumlah yang rusak itu merupakan 50 persen dari total lahan gambut kita saat ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,4751,2680,17,5263],"class_list":["post-20499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-lahan","tag-lahan-gambut","tag-lingkungan","tag-rusak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}