{"id":20566,"date":"2026-07-30T02:25:44","date_gmt":"2026-07-30T02:25:44","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20566"},"modified":"2026-07-30T02:25:44","modified_gmt":"2026-07-30T02:25:44","slug":"pasca-kebakaran-tpa-sarimukti-dlh-jabar-akan-tolak-sampah-campuran-organik-dan-anorganik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20566","title":{"rendered":"Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Pasca kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.<\/p>\n<p>Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Kabupaten\/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,&#8221; tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13\/11\/2023).<\/p>\n<p>Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243083038\/mengintip-krisis-pengelolaan-sampah-di-bandung-raya-pasca-kebakaran-di-tpa-sarimukti\">baca: mengintip krisis pengelolaan sampah di bandung raya pasca kebakaran di tpa sarimukti<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.<\/p>\n<p>Menurut Prima, hal ini harus dilakukan karena dari hari ke hari kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas hingga harus dilakukan pembuangan dengan sistem kuota bagi seluruh daerah di Bandung Raya.<\/p>\n<p>Dengan begitu, TPAS Sarimukti dapat terus digunakan hingga TPPAS Regional Legok Nangka bisa beroperasi maksimal.<\/p>\n<p> &#8220;Maka kita harap supaya bisa mempertahankan masa darurat ini (untuk mengurangi volume sampah dan membiasakan memilah sampah),&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Saat ini DLH Jabar kembali menambah jatah kuota pengiriman sampah (ritasi) untuk kabupaten\/kota di Bandung Raya yang sudah ditandatangani tanggal 7 November 2023. Sebab kuota sampah di wilayah tersebut hampir habis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243027533\/pasca-kebakaran-ini-rencana-pemprov-bandung-di-tpa-sarimukti\">baca: pasca kebakaran ini rencana pemprov bandung di tpa sarimukti<\/a><\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Prima mengungkapkan selama pembukaan zona 1 berlangsung, terdapat kuota ritasi yang masih berlaku sejak tanggal 13 Oktober 2023 sampai 12 November 2023.<\/p>\n<p>Tetapi kuota untuk beberapa kota\/kabupaten tersebut tidak akan mencukupi sampai waktu yang ditargetkan.<\/p>\n<p> Misalnya Kota Bandung dari 4.055 kuota (ritasi) yang diberikan, hanya menyisakan sebanyak 59 ritasi, kemudian Kabupaten Bandung dari 796 total kuota ritasi yang diberikan hanya menyisakan sebanyak 54 ritasi.<\/p>\n<p>Sedangkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari 472 total kuota ritasi hanya menyisakan sebanyak 15 ritasi. &#8220;Itu harusnya selesai di 12 November, tapi ini sudah habis di 6 November coba bagaimana,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p> Sementara untuk Kota Cimahi, Prima mengatakan kuota ritasi masih menyisakan sebanyak 322 ritasi dari total 836 kuota yang diberikan pada periode 13 Oktober sampai 12 November 2023.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243019348\/api-padam-status-darurat-kebakaran-tpa-sarimukti-dihentikan\">baca: api padam status darurat kebakaran tpa sarimukti dihentikan<\/a><\/p>\n<p> &#8220;Cimahi keren banget sampai sekarang dia masih sisa 322 truk yang jatah dia, sisa belum diabisin, coba lihat Kota Bandung tuh habis tinggal 59 ritasi semua habis, akhirnya saya keluarkan lah yang tadi (penambahan kuota),&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p> Dengan demikian, Prima berharap penambahan jatah kuota bagi kota\/kabupaten Bandung Raya yang habis kuota bisa dimanfaatkan dengan baik tentu dengan cara mengantisipasi dari hulu.<\/p>\n<p> Sementara itu, penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta DLH Jawa Barat untuk membuat solusi terkait sampah yang berasal dari hulu.<\/p>\n<p> &#8220;Saya bilang dipikirkan mau dikemanakan sampah di Bandung Raya itu, jangan sampai kita perintahkan tidak boleh lagi di Sarimukti (organik), tetapi seperti apa solusinya? Jangan sampai ada penumpukan, setiap hari saya terima keluhan ada di (TPS) Rajamantri, Sederhana, sebetulnya kan dibersihkan tapi muncul lagi,&#8221; papar Bey.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Pasca kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik. Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang. &#8220;Kabupaten\/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5276,10,17,5275,37,3565],"class_list":["post-20566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anorganik","tag-kota","tag-lingkungan","tag-organik","tag-sampah","tag-tpa-sarimukti"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20566"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20566\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}