{"id":20570,"date":"2026-07-30T02:25:45","date_gmt":"2026-07-30T02:25:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20570"},"modified":"2026-07-30T02:25:45","modified_gmt":"2026-07-30T02:25:45","slug":"selama-60-hari-lebih-tak-turun-hujan-4-kabupaten-di-ntt-berstatus-awas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20570","title":{"rendered":"Selama 60 Hari Lebih Tak Turun Hujan, 4 Kabupaten di NTT Berstatus Awas"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Empat kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berstatus awas kekeringan meteorologis karena selama 60 hari lebih berturut-turut tidak turun hujan.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Status ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Senin (13\/11\/2023).<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini zona musim di NTT berada dalam periode musim kemarau, sehingga diperlukan kewaspadaan terkait ancaman kekeringan,&#8221; jelas Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Nusa Tenggara Timur Rahmattulloh Adji seperti yang dikutip Antaranews.<\/p>\n<p>Keempat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Kupang meliputi wilayah Kupang Barat, Kecamatan Nekamese, Semau dan Semau Selatan. Sementara di Kota Kupang meliputi wilayah Alak, Kota Raja dan Maulafa.<\/p>\n<p>Selain itu, Kabupaten Malaka meliputi wilayah Botin Leobele, Kobalima, Kobalima Timur, Malaka Barat, Malaka Tengah, Malaka Timur, Weliman, dan Wewiku.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243158896\/imbas-kekeringan-petani-di-bogor-dapat-asuransi-rp-6-juta\">Baca: Imbas kekeringan petani di Bogor dapat asuransi Rp 6 juta<\/a><\/p>\n<p>Satu-satunya kabupaten di Pulau Flores yang memiliki hari tanpa hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, yaitu Kabupaten Sikka meliputi wilayah Lela dan Paga.<\/p>\n<p> Kekeringan ini berdampak buruk terutama pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan, serta pengurangan ketersediaan air tanah, sehingga dapat menyebabkan kekurangan air bersih bagi kebutuhan warga.<\/p>\n<p> &#8220;Selain itu, juga berdampak pada meningkatnya potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang ada di wilayah itu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p> Pada kesempatan itu, Rahmattulloh menjelaskan peluang curah hujan sangat rendah atau kurang dari 20 mm\/dasarian dengan peluang lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243024769\/dampak-el-nino-warga-ciamis-antre-air\">Baca: Dampak el nino warga Ciamis antre air<\/a><\/p>\n<p>Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan pada akhir tahun, bulan Desember wilayah yang berpotensi turun hujan adalah Jawa Timur bagian Utara, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi Tenggara dan Maluku.<\/p>\n<p> Hujan tersebut bisa diatas normal maupun di bawah normal. Untuk NTT sebagian Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah bagian utara, Papua Barat bagian selatan dan Papua bagian barat hujan terjadi dibawah normal.<\/p>\n<p>Swlain itu, hujan di bawah normal juga berpeluang mengguyur sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, Lampung bagian selatan, sebagian kecil Banten, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur bagian selatan.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Empat kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berstatus awas kekeringan meteorologis karena selama 60 hari lebih berturut-turut tidak turun hujan.&nbsp;&nbsp; Status ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Senin (13\/11\/2023). &#8220;Saat ini zona musim di NTT berada dalam periode musim kemarau, sehingga diperlukan kewaspadaan terkait ancaman kekeringan,&#8221; jelas Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[50,24,10,2670],"class_list":["post-20570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cuaca","tag-hujan","tag-kota","tag-ntt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20570\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}