{"id":20620,"date":"2026-07-30T02:25:59","date_gmt":"2026-07-30T02:25:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20620"},"modified":"2026-07-30T02:25:59","modified_gmt":"2026-07-30T02:25:59","slug":"milenial-dan-gen-z-bisa-jadi-kekuatan-penekan-produsen-lebih-peduli-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20620","title":{"rendered":"Milenial dan Gen Z Bisa Jadi Kekuatan Penekan Produsen Lebih Peduli Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Milenial dan Gen Z yang menjadi penduduk mayoritas Indonesia dinilai telah mempunyai kesadaran tinggi terhadap upaya pengurangan sampah plastik.<\/p>\n<p>Sebagai konsumen dengan populasi terbanyak, kesadaran untuk mengurangi sampah plastik itu maka milenial dan Gen Z&nbsp; mempunyai kekuatan untuk menekan produsen agar peduli terhadap kondisi lingkungan.<\/p>\n<p>Peran milenial dan Gen Z dalam mengurangi sampah plastik ini diungkapkan Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar&nbsp;&nbsp;dalam acara Green Press Community di Jakarta, Rabu (8\/11\/2023).<\/p>\n<p>&#8220;Milenial dan Gen Z harus membangun revolusi terhadap perubahan perilaku dalam mengelola sampah, karena itu yang bisa menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia secara signifikan,&#8221; ujarnya<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243094306\/riset-antusiasme-anak-muda-indonesia-dalam-gerakan-pro-lingkungan-masih-rendah\">Baca: Antusiasme gen z pada aksi pro lingkungan dinilai masih rendah<\/a><\/p>\n<p>Novrizal mengungkapkan, milenial dan gen Z sekarang sudah seperti &#8220;sufi&#8221; dengan sampah.<\/p>\n<p>Ia melihat, sejumlah anak muda pernah datang ke gerai Chatime membawa tumbler untuk kurangi sampah plastik.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi petugas tidak mau melayani karena beli minuman harus dengan kemasan botol plastik lengkap dengan sedotan yang sudah disediakan oleh perusahaan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah kejadian penolakan pakai tumbler tersebut, mereka kemudian menulis di media sosial masing-masing.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243014047\/menggunakan-tumbler-langkah-kecil-yang-berdampak-besar-bagi-lingkungan\">Baca: Menggunakan tumbler, langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Protes itu lantas memberikan tekanan terhadap Chatime dan akhirnya mengizinkan para pembeli membawa botol minum sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Kekuatan generasi muda adalah kekuatan besar untuk melakukan tekanan kepada para produsen. Tekanan yang dilakukan oleh generasi muda adalah tekanan dengan kekuatan atau perilaku yang ramah lingkungan,&#8221; kata Novrizal.<\/p>\n<p>KLHK mengajak generasi muda untuk melakukan revolusi perubahan perilaku dalam upaya pengurangan sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan.<\/p>\n<p>Novrizal menuturkan ada lima langkah yang perlu dilakukan yaitu gerakan hidup minim sampah dengan membatasi dan mencegah penggunaan barang-barang sekali pakai.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242441533\/antisipasi-larangan-plastik-sekali-pakai-ekosistem-guna-ulang-harus-dibangun-dari-sekarang\">Baca: Infrastruktur guna ulang semakin banyak dibangun<\/a><\/p>\n<p>Gerakan hidup minim sampah harus menjadi karakter generasi muda, katanya.<\/p>\n<p>Langkah kedua, belanja tanpa kemasan dengan mulai membiasakan diri membawa tempat penyimpan sendiri agar tidak ada sampah yang dihasilkan dari kegiatan belanja.<\/p>\n<p>Kemudian menghabiskan makanan, karena sampah makanan yang dibuang ke tempat pembuangan akhir akan terdekomposisi dan menghasilkan gas metana yang menjadi salah satu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.<\/p>\n<p>Padahal, ujarnya, gas metana 28 kali lebih berbahaya jika dibanding dengan karbondioksida.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241820264\/guna-ulang-dinilai-lebih-efektif-kurangi-sampah-plastik-tapi-masih-diabaikan\">Baca: Sistem guna ulang lebih efektif kurangi sampah plastik, tapi diabaikan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Jadi persoalan serius ini, makanan yang tidak habis dibawa ke TPA, kemudian gas metana keluar. Itu penyebab yang lebih berbahaya ketimbang karbondioksida untuk penyebab perubahan iklim,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Langkah selanjutnya wajib memilah sampah di rumah dan harus menjadi kesadaran kolektif anak muda di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Jika sampah sudah dipilah berikan kepada bank sampah atau social ecopreneur yang menggunakan sampah pilah itu untuk didaur ulang.<\/p>\n<p>Langkah terakhir adalah mengolah sampah organik di rumah menjadi kompos agar sampah organik tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24924087\/cara-mudah-memilah-sampah-dari-rumah-tanpa-ribet\">Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah<\/a><\/p>\n<p>Novrizal mengungkap beberapa daerah sedang kewalahan dalam menangani sampah akibat tempat pembuangan akhir penuh ataupun kebakaran.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau lima hal itu bisa dilakukan, maka 90 persen urusan sampah bisa selesai di rumah,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Milenial dan Gen Z yang menjadi penduduk mayoritas Indonesia dinilai telah mempunyai kesadaran tinggi terhadap upaya pengurangan sampah plastik. Sebagai konsumen dengan populasi terbanyak, kesadaran untuk mengurangi sampah plastik itu maka milenial dan Gen Z&nbsp; mempunyai kekuatan untuk menekan produsen agar peduli terhadap kondisi lingkungan. Peran milenial dan Gen Z dalam mengurangi sampah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[460,17,3872,686],"class_list":["post-20620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gen-z","tag-lingkungan","tag-milenial","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20620\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}