{"id":20626,"date":"2026-07-30T02:26:00","date_gmt":"2026-07-30T02:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20626"},"modified":"2026-07-30T02:26:00","modified_gmt":"2026-07-30T02:26:00","slug":"sabtu-pagi-gunung-ili-lewotolok-dua-kali-meletus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20626","title":{"rendered":"Sabtu Pagi, Gunung Ili Lewotolok Dua Kali Meletus"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (11\/11\/2023) pagi meletus 2 kali. Letusan pertama terjadi pada 04.51 WITA dan kedua pada 05.32 WITA.<\/p>\n<p>Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan erupsi berupa semburan abu vulkanik mengarah ke barat laut.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243104267\/lagi-gunung-ili-lewotolok-meletus-2-kali\">Baca: Lagi gunung ili lewotolok meletus 2 kali<\/a><\/p>\n<p>Melansir Antaranews, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam erupsi pertama melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 350 meter di atas puncak Gunung Ili Lewotolok.<\/p>\n<p>Erupsi Gunung Ili Lewotolok itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24,9 milimeter dan durasi 37 detik.<\/p>\n<p>Kemudian, letusan dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 400 meter. Amplitudo maksimum erupsi tersebut sebesar 21,1 milimeter dengan durasi selama 119 detik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243047711\/gunung-ililewotolokmeletus\">Baca: Gunung ililewotolok meletus<\/a><\/p>\n<p>Gunung Ili Lewotolok merupakan gunung api paling sering erupsi. Sejak 1 Januari sampai 11 November 2023, tercatat sebanyak 88 kali letusan.<\/p>\n<p>Gunung Ili Lewotolok adalah gunung berapi&nbsp;<em>stratovolcano<\/em>&nbsp;yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>Gunung api itu memiliki ketinggian 1.423 meter atau 4.669 kaki di atas permukaan laut.<\/p>\n<p>Puncak gunung memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang Metong Lamataro oleh penduduk setempat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/243074657\/jalan-jalan-ke-kawah-ijen-yang-sudah-diakui-sebagai-anggota-unoesco-global-geopark\">Baca: Jalan-jalan ke kawah Ijen<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Adanya letusan ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas vulkanik.<\/p>\n<p>Sementara bagi masyarakat yang berada di Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu meningkatkan kewaspadaan.<\/p>\n<p>Potensi ancaman bahaya dari guguran maupun longsoran lava dan awan panas mengarah ke bagian timur kawah Gunung Ili Lewotolok.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (11\/11\/2023) pagi meletus 2 kali. Letusan pertama terjadi pada 04.51 WITA dan kedua pada 05.32 WITA. Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan erupsi berupa semburan abu vulkanik mengarah ke barat laut. &#8220;Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20627,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1614,5287,4386],"class_list":["post-20626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-erupsi","tag-gunung-ili-lewotolok","tag-meletus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20626\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}