{"id":20670,"date":"2026-07-30T02:26:15","date_gmt":"2026-07-30T02:26:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20670"},"modified":"2026-07-30T02:26:15","modified_gmt":"2026-07-30T02:26:15","slug":"kurang-dari-sebulan-cacar-monyet-di-indonesia-capai-38-kasus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20670","title":{"rendered":"Kurang dari Sebulan, Cacar Monyet di Indonesia Capai 38 Kasus"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sejak 13 Oktober hingga 7 November sebanyak 38 kasus positif cacar monyet.<\/p>\n<p>Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mereka semuanya tertular melalui aktivitas seksual.<\/p>\n<p>Namun, meski penularan cacar monyet tidak secepat virus Corona SARS-Cov-2, Kementerian Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan vaksin Mpox.<\/p>\n<p>Budi mengatakan hingga kini sebanyak 1.500 orang telah divaksin Mpox. Mereka adalah kelompok tertentu yang dianggap berisiko terkena Mpox.<\/p>\n<p>&#8220;(Vaksin Mpox) sudah (didistribusikan). Tapi balik lagi, kita ngasihnya ke kelompok tertentu saja. Kita masuknya lewat organisasi-organisasi,&#8221; jelas Budi seperti yang dilansir Detik.com.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243205932\/jumlah-kasus-cacar-monyet-bertambah-terbanyak-dari-jakarta\">baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Hanny Nilasari, dari kasus yang ada, penularan Mpox paling banyak melalui sentuhan kulit, di antaranya bisa melalui aktivitas seksual.<\/p>\n<p>Penularan lainnya adalah melalui droplet. Khususnya, dari pasien yang mengalami gejala berupa lesi di sekitar mulut.<\/p>\n<p>&#8220;COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, melakukan inhalasi. Tapi Monkeypox ini menyebar dari orang ke orang, jadi harus kontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus,&#8221; jelas Hanny.<\/p>\n<p>Lebih jauh Hannya menjelaskan, meski dapat menular melalui droplet, tetapi penularannya tidak mudah seperti penularan Covid.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243104684\/kasus-cacar-monyet-di-jakarta-bertambah-dinkes-dki-imbau-masyarakat-waspada\">baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun, ada perbedaan utama diantara keduanya, yaitu cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.<\/p>\n<p>Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.<\/p>\n<p><strong>Gejala dan tanda cacar monyet :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Sakit kepala<\/li>\n<li>Demam akut &gt;38,5oC<\/li>\n<li>Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)<\/li>\n<li>Nyeri otot\/Myalgia<\/li>\n<li>Sakit punggung<\/li>\n<li>Asthenia (kelemahan tubuh)<\/li>\n<li>Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.<\/p>\n<p>Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2&minus;4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243210482\/mengenal-lebih-dekat-cacar-monyet-yang-diperkirakan-akan-tembus-3600-kasus\">baca: mengenal lebih dekat cacar monyet yang diperkirakan akan tembus 3600 kasus<\/a><\/p>\n<p><strong>Pencegahan Cacar Monyet<\/strong><\/p>\n<p>Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li>Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).<\/li>\n<li>Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.<\/li>\n<li>Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.<\/li>\n<li>Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.<\/li>\n<li>Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi<\/li>\n<li>Memasak daging dengan benar dan matang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sejak 13 Oktober hingga 7 November sebanyak 38 kasus positif cacar monyet. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mereka semuanya tertular melalui aktivitas seksual. Namun, meski penularan cacar monyet tidak secepat virus Corona SARS-Cov-2, Kementerian Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20671,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5295,3886,404,82,17],"class_list":["post-20670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cacar","tag-cacar-monyet","tag-indonesia","tag-kesehatan","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20670"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20670\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}