{"id":20759,"date":"2026-07-30T02:26:40","date_gmt":"2026-07-30T02:26:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20759"},"modified":"2026-07-30T02:26:40","modified_gmt":"2026-07-30T02:26:40","slug":"masalah-lingkungan-terbesar-2023-penyediaan-pangan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20759","title":{"rendered":"Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Penyediaan Pangan Global"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penyediaan pangan untuk masyarakat global ternyata memicu masalah yang cukup serius bagi lingkungan.&nbsp;<\/p>\n<p>Mungkin kamu heran dan&nbsp; bertanya-tanya, kok bisa penyediaan pangan atau pertanian memicu masalah lingkungan? Bukannya pertanian menghasilkan oksigen.<\/p>\n<p>Ditulis earth.org, penelitian menunjukkan bahwa sistem pangan global bertanggung jawab atas sepertiga dari seluruh emisi gas rumah kaca yang mempengaruhi lingkungan.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242962861\/sos-sepertiga-tanah-di-planet-bumi-sudah-rusak\">Baca: Sepertiga tanah di bumi sudah rusak, sebagian dipicu penggunaan pupuk kimia<\/a><\/p>\n<p>Dan emisi gas rumah kaca ini disebabkan oleh manusia ini&nbsp;30% berasal dari peternakan dan perikanan.<\/p>\n<p>Produksi tanaman melepaskan emisi gas rumah kaca seperti dinitrogen oksida melalui penggunaan pupuk yang selanjutnya memicu masalah lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24704915\/ilmuwan-as-gunakan-tanaman-dan-jamur-untuk-membersihkan-polusi-tanah\">Baca: Ilmuwan gunakan jamur dan tanaman untuk bersihkan polusi tanah<\/a><\/p>\n<p>Masih menurut earth.org,&nbsp; 60% wilayah pertanian dunia digunakan untuk peternakan, meskipun hanya menyumbang 24% dari konsumsi daging global.<\/p>\n<p>Pertanian tidak hanya mencakup lahan yang luas, namun juga mengkonsumsi air tawar dalam jumlah besar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243211082\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-naiknya-permukaan-air-laut-akibat-krisis-iklim\">Baca: Naiknya permukaan air laut memicu maslah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Kondisi inilah yang merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar dalam daftar ini.<\/p>\n<p>Meskipun lahan subur dan padang penggembalaan mencakup sepertiga permukaan bumi, lahan tersebut mengonsumsi tiga perempat sumber daya air tawar dunia yang terbatas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243214885\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-meningkatnya-keasaman-laut\">Baca: Masalah lingkungan terbesar: meningkatnya keasaman laut<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Para ilmuwan dan pemerhati lingkungan terus-menerus memperingatkan bahwa kita perlu memikirkan kembali sistem pangan kita saat ini.<\/p>\n<p>Beralih ke pola makan nabati dan menerapkan pertanian organik akan secara signifikan mengurangi jejak karbon dari industri pertanian konvensional.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24684095\/penjelasan-mengapa-pupuk-kandang-lebih-baik-untuk-lingkungan\">Baca: Pupuk kandang lebih disarankan demi lingkungan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penyediaan pangan untuk masyarakat global ternyata memicu masalah yang cukup serius bagi lingkungan.&nbsp; Mungkin kamu heran dan&nbsp; bertanya-tanya, kok bisa penyediaan pangan atau pertanian memicu masalah lingkungan? Bukannya pertanian menghasilkan oksigen. Ditulis earth.org, penelitian menunjukkan bahwa sistem pangan global bertanggung jawab atas sepertiga dari seluruh emisi gas rumah kaca yang mempengaruhi lingkungan.&nbsp; Baca: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20760,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,431],"class_list":["post-20759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-pangan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20759"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20759\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}