{"id":20796,"date":"2026-07-30T02:26:52","date_gmt":"2026-07-30T02:26:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20796"},"modified":"2026-07-30T02:26:52","modified_gmt":"2026-07-30T02:26:52","slug":"kemarau-panjang-akibat-el-nino-ancam-ruang-hidup-satwa-liar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20796","title":{"rendered":"Kemarau Panjang Akibat El Nino Ancam Ruang Hidup Satwa Liar"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Fenomena El Nino yang ditandai dengan cuaca panas dan kemarau panjang yang memicu kekeringan bisa berefek mematikan &nbsp;bagi sejumlah satwa liar.<\/p>\n<p>El Nino mengancam ruang hidup satwa liar di kawasan tropis karena menyebabkan sungai dan danau mengering, hutan-hutan rusak akibat kebakaran, serta pemanasan permukaan laut.<\/p>\n<p>Efek El Nino ini diperparah dengan tingkat ancaman satwa liar Indonesia yang berbeda karena wilayahnya merupakan kepulauan.<\/p>\n<p>Meski keberagamannya berpotensi lebih tinggi, kelimpahan spesies di kawasan kepulauan jauh lebih rendah dibandingkan kawasan kontinental (daratan luas).<\/p>\n<p>Panel antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyepakati El Nino akan berlangsung lebih sering dan lebih parah akibat iklim yang berubah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242879372\/el-nino-percepat-laju-lelehnya-salju-abadi-gunung-puncak-jaya\">Baca: El Nino percepat lelehnya salju abadi di Puncak Jaya<\/a><\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Antonio Guterres, bahkan menyebut Bumi sedang menghadapi masa &ldquo;pendidihan global&rdquo;.<\/p>\n<p>Tanpa rencana pencegahan memadai, panas dan kekeringan ekstrem akibat fenomena cuaca berskala besar ini akan mengancam kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.<\/p>\n<p>Dampak El Nino terhadap satwa Indonesia.&nbsp;Kekurangan air akibat El Nino mengancam langsung satwa-satwa yang bergantung padanya, contohnya amfibi. Satwa jenis ini berperan penting dalam rantai makanan.<\/p>\n<p>Amfibi berperan sebagai pengendali alami populasi serangga dan pakan bagi spesies lainnya seperti ular dan elang.<\/p>\n<p>Kehilangan amfibi pun akan mengganggu proses penting dalam ekosistem seperti pengadukan tanah (bioturbasi) dan penguraian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242945579\/brin-el-nino-berlangsung-hingga-mei-2024-kapan-hujan-mulai-turun\">Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga awal 2024<\/a><\/p>\n<p>Dampak perubahan iklim juga dirasakan amfibi.&nbsp;Meski hidup di dua alam, amfibi&mdash;yang terdiri dari katak, kodok, ataupun salamander&mdash;mengawali hidupnya dari air. Ketiadaan air akan membuat amfibi sulit berkembang biak.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sementara, di kawasan tropis beberapa jenis amfibi di kawasan tropis memiliki usia yang pendek, hanya dua tahun.<\/p>\n<p>Musim kemarau berkepanjangan akibat El Nino dapat meningkatkan risiko kepunahan spesies amfibi di Indonesia, yang saat ini tercatat mencapai 270 jenis.<\/p>\n<p>Meski secara global amfibi sedang menghadapi gelombang kepunahan salah satunya karena perubahan suhu, dampaknya bagi amfibi di Indonesia belum banyak diteliti.<\/p>\n<p>Selain amfibi, satwa lainnya yang terancam adalah ikan-ikan terutama spesies bermigrasi di sungai berarus deras dengan kadar oksigen tinggi.<\/p>\n<p>Penurunan debit air akibat kemarau akan mengurangi arus sungai, sehingga mengurangi kadar oksigen di dalamnya.<\/p>\n<p>Hal ini membuat ikan kesulitan mencapai tempat migrasi (biasanya untuk bertelur) atau mati dalam perjalanan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/241817613\/kekeringan-akibat-el-nino-mendekati-puncak-pemerintah-siapkan-dana-rp-8-triliun\">Baca: Pemerintah siapkan dana Rp 8 Triliun untuk antisipasi dampak El Nino<\/a><\/p>\n<p>Salah satu contohnya adalah ikan tambra (Tor tambroides) di sungai-sungai di Kalimantan, Jawa, Sumatra, hingga beberapa kawasan Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Kekeringan akibat El Nino berisiko memperparah penurunan populasi ikan ini yang memang sudah tertekan karena perburuan dan kerusakan habitat.<\/p>\n<p>Kekeringan di sumber air besar juga dapat mengancam langsung keberadaan populasi ikan-ikan endemik.<\/p>\n<p>Misalnya, kekeringan di Danau Poso, Sulawesi Tengah, turut mengancam ikan Popta&rsquo;s Buntingi, satu dari beberapa spesies ikan endemik Danau Poso yang berstatus terancam punah.<\/p>\n<p>Kekeringan di Danau Sentarum, Kalimantan Barat, juga berisiko bagi kelangsungan ikan arwana merah, spesies langka penghuni kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Di hutan-hutan, primata yang hidup sepenuhnya di pepohonan atau arboreal tidak lepas dari tekanan El Nino.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241819955\/fenomena-el-nino-penyebab-dan-dampaknya-bagi-lingkungan-dan-pertanian\">Baca: Dampak El Nino bagi pertanian dan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Saat kemarau ekstrem datang, pepohonan akan menyesuaikan diri dengan menghasilkan buah yang lebih kecil dari biasanya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hal ini memengaruhi kelimpahan pakan sehingga mengganggu kehidupan mereka.<\/p>\n<p>Owa Jawa merupakan primata langka yang berisiko terimbas tekanan ini. Pasalnya, Owa tidak bisa melahap pakan daun dan biji-bijian, hanya buah-buahan.<\/p>\n<p>Selain persoalan pakan, kesehatan primata juga terdampak langsung kebakaran hutan yang mengganas lantaran El Nino.<\/p>\n<p>Studi terbaru menyebutkan asap kebakaran menyebabkan suara orang utan menjadi parau dan diduga mengalami peradangan saluran pernapasan.<\/p>\n<p>Ini menjadi berita buruk, apalagi bila terjadi pada orang utan tapanuli yang populasinya tinggal 800 ekor.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24681919\/hari-spesies-terancam-punah-kapan-dan-mengapa-diperingati\">Baca: Mengenal Hari Terancam Punah Sedunia<\/a><\/p>\n<p>Cuaca panas juga dapat membalikkan upaya konservasi kadal purba komodo yang selama ini berjalan positif. El Nino dapat mematikan pohon-pohon sehingga anak-anak komodo kian rentan dimangsa oleh komodo dewasa.<\/p>\n<p>Saat ini, anak-anak komodo kerap memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Tanpa El Nino saja, hanya 1 dari 10 anak-anak komodo yang tumbuh dewasa.<\/p>\n<p>Bayangkan jika pada masa depan El Nino semakin kuat dan sering, anak-anak komodo yang bertahan hidup bisa semakin sedikit.<\/p>\n<p>El Nino juga dapat memanaskan permukaan laut dan meningkatkan keasamannya sehingga dapat menyebabkan terumbu karang memutih, bahkan mati.<\/p>\n<p>Ini dapat mengancam ekosistem perairan Indonesia yang termasuk dalam Segitiga Karang Dunia sekaligus rumah bagi 1.100 dan 5.300 spesies flora dan fauna perairan.<\/p>\n<p>Pemerintah sebaiknya menyediakan pendanaan cukup untuk meneliti dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati. Seperti apa rekomendasinya, baca di tulisan selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Penulis:&nbsp;Jatna Supriatna,&nbsp;Professor of Conservation Biology, Universitas Indonesia. Tulisan ini telah tayang di The Conversation&nbsp;<em>untuk memeringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada 5 November 2023.<\/em><\/strong><br \/>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Fenomena El Nino yang ditandai dengan cuaca panas dan kemarau panjang yang memicu kekeringan bisa berefek mematikan &nbsp;bagi sejumlah satwa liar. El Nino mengancam ruang hidup satwa liar di kawasan tropis karena menyebabkan sungai dan danau mengering, hutan-hutan rusak akibat kebakaran, serta pemanasan permukaan laut. Efek El Nino ini diperparah dengan tingkat ancaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[68,2616],"class_list":["post-20796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-el-nino","tag-satwa-liar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}