{"id":20890,"date":"2026-07-30T02:27:26","date_gmt":"2026-07-30T02:27:26","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20890"},"modified":"2026-07-30T02:27:26","modified_gmt":"2026-07-30T02:27:26","slug":"pestapera-cara-warga-rusun-marunda-membincangkan-masalah-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20890","title":{"rendered":"PESTAPERA, Cara Warga Rusun Marunda Membincangkan Masalah Kota"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>ruangkota.om<\/strong> &#8211; Minggu (29\/10\/2023) selasar Blok D Rusun Marunda, di Kota Jakarta Utara terlihat semarak sejak pagi.<\/p>\n<p>Sejak Jumat, Komunitas masyarakat di Rusun Marunda bersama dengan beberapa elemen masyarakat kota Jakarta mengadakan kegiatan bertajuk PESTAPERA: Pesta Perlawanan Batubara.&nbsp;<\/p>\n<p>PESTAPERA ini tak hanya dihadiri warga Rusun Marunda, namun juga&nbsp; warga di&nbsp; sekitar rusun seperti Marunda Pulo, Marunda Kepu,&nbsp;Marunda Bidara, Nelayan Cilincing.<\/p>\n<p>Sejumlah organisasi masyarakat sipil seperti Aliansi Buruh dan Koalisi Perjuangan Warga Jakarta ikut dalam kegiatan yang&nbsp; didukung oleh Greenpeace, Trend Asia, WALHI Jakarta, LBH Jakarta, SEBUMI dan sejumlah lembaga lain seperti PDPI dan KOPAJA ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242890648\/warga-marunda-tuntut-pemerintah-buka-data-industri-pemicu-polusi-udara-di-jakarta\">Baca: Warga Rusun Marunda minta data perusahaan yang ditutup dibuka<\/a><\/p>\n<p>PESTAPERA ini dihelat untuk membincangkan berbagai permasalahan kota (urban) yang dialami oleh warga Rusun Marunda dan sekitarnya.<\/p>\n<p>Warga Rusun Marunda dan sekitarnya diberi kesempatan untuk mengungkapkan berbagai masalah yang dialaminya dan menuliskan harapan mereka tentang kota yang layak.&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu juga ada layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi hukum secara gratis. Warga Rusun Marunda juga bisa menyaksikan&nbsp;pameran budaya. Dalam kegiatan ini juga digelar workshop cukil kayu untuk anak-anak.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap kegiatan ini menjadi daya dukung desakan kepada&nbsp;Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah nyata, menertibkan pelanggaran hak atas kota yang ada di Marunda dan pencemaran dapat dihentikan.&#8221; Ungkap Cecep Supriyadi, salah satu warga di Marunda.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/242758218\/warga-rusunawa-marunda-keluhkan-debu-batubara-picu-masalah-kesehatan\">Baca:&nbsp; Polusi batubara dirasakan warga Rusun Marunda dan sekitarnya sejak lama<\/a><\/p>\n<p>Cecep mengatakan, warga Marunda terutama Rusun Marunda telah berjuang bertahun-tahun melawan polusi batubara.&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini tergambar dari hasil cukil anak-anak yang menngisahkan perjuangan warga melawan pencemaran batubara.<\/p>\n<p>Perlawanan terhadap pencemaran batubara&nbsp; juga dapat dilihat dari antusiasme warga memeriksakan kesehatan&nbsp;paru-parunya pada kegiatan PESTAPERA.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Jeanny Sirait, Pengkampanye Urban Justice Greenpeace Indonesia mengatakan, warga Marunda Raya adalah warga Jakarta juga, yang seharusnya tidak dilepaskan dari perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Masalah yang mereka hadapi bukan hanya&nbsp;persoalan debu batubara, namun juga mencakup akses kesehatan, pendidikan, pekerjaan layak, hak atas air&nbsp;bersih, hingga moda transportasi yang belum maksimal mendukung mobilitas warga,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/242704956\/dpr-minta-industri-yang-memicu-polusi-udara-ditindak-tegas\">Baca: DPR minta industri yang cemar lingkungan ditindak tegas<\/a><\/p>\n<p>Jeanny mengatakan, hak kota layak ini masih merupakan mimpi penghidupan yang layak dari warga Marunda yang belum terwujud hingga saat ini.&nbsp;<\/p>\n<p>Membicarakan Marunda tidak bisa kita lepas dari kejadian di tahun 2021 dan 2022 ketika warga Rusun Marunda menghadapi pencemaran udara akibat debu batubara yang dipicu kegiatan industri di sekitarnya.<\/p>\n<p>Polusi batubara ini mengakibatkan lingkungan di sekitar Rusun Marunda menjadi&nbsp;tercemar debu dan tidak sedikit warga yang mengalami gangguan kesehatan.&nbsp;<\/p>\n<p>Saat itu, warga melakukan pengecekan sumber polusi yang salah satunya berasal dari timbunan batubara yang ada di sekitar Rusun Marunda.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243100273\/pemprov-dki-jakarta-tambah-lokasi-penerapan-tarif-parkir-progresif-untuk-kendaraan-tak-lolos-uji-emisi\">Baca: Lokasi parkir dengan tarif progresif ditambah jumlahnya<\/a><\/p>\n<p>Warga lantas bergerak secara mandiri untuk mengurangi dampak debu dan melakukan pengaduan ke instansi pemerintahan terkait.<\/p>\n<p>Hasil dari pergerakan warga mendapat perhatian pemerintah provinsi DKI Jakarta dan beberapa langkah dilakukan untuk mengurangi dampak debu batubara.<\/p>\n<p>Saat ini, warga masih terus mengawasi kondisi udara di sekitar Rusun Marunda karena aktivitas penggunaan batubara masih ada walau berkurang.<\/p>\n<p>&#8220;Namun, harapan atas udara yang bersih masih tetap diperjuangkan oleh warga Rusun Marunda dan sekitarnya.&rdquo; ungkap Aprillia L Tengker, Pengacara Publik LBH Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ruangkota.om &#8211; Minggu (29\/10\/2023) selasar Blok D Rusun Marunda, di Kota Jakarta Utara terlihat semarak sejak pagi. Sejak Jumat, Komunitas masyarakat di Rusun Marunda bersama dengan beberapa elemen masyarakat kota Jakarta mengadakan kegiatan bertajuk PESTAPERA: Pesta Perlawanan Batubara.&nbsp; PESTAPERA ini tak hanya dihadiri warga Rusun Marunda, namun juga&nbsp; warga di&nbsp; sekitar rusun seperti Marunda Pulo, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20891,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4300,9,10,281,5356],"class_list":["post-20890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-batubara","tag-jakarta","tag-kota","tag-polusi","tag-rusun-marunda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}