{"id":20926,"date":"2026-07-30T02:27:38","date_gmt":"2026-07-30T02:27:38","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20926"},"modified":"2026-07-30T02:27:38","modified_gmt":"2026-07-30T02:27:38","slug":"peran-tanaman-hias-dalam-mengatasi-cuaca-panas-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20926","title":{"rendered":"Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI),&nbsp;Mega Atria&nbsp;mengimbau masyarakat menanam tanaman hias untuk menghadapi cuaca panas ekstrem.<\/p>\n<p>&#8220;Tanaman merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah.<\/p>\n<p>&#8220;Tanaman juga mengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,&#8221; katanya&nbsp;di kampus UI Depok, Jumat (27\/10\/2023)..<\/p>\n<p> Ia mengatakan tumbuhan dan tanaman adalah salah satu organisme penyedia jasa ekosistem bagi manusia dan lingkungan.<\/p>\n<p> baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243059954\/dapatkah-tanaman-membersihkan-udara-dalam-ruangan-kita\">dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita<\/a><\/p>\n<p>Menurutnya,&nbsp;beberapa tanaman hias berdaun yang cocok untuk ditanam di suhu panas, antara lain Palem Hias, Nanas Bromeliad, Sirih Gading, dan Lidah Buaya, yang juga berfungsi untuk menyerap debu.<\/p>\n<p>Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan menyukai cahaya matahari.<\/p>\n<p>Tanaman hias kelompok Kaktus, Bougenvile,&nbsp;dan Kamboja memenuhi kriteria yang disebutkan Mega ini..&nbsp;<\/p>\n<p>Jenis non-tanaman hias yang juga bisa menjadi alternatif antara lain bambu dan jenis pohon peneduh dengan kanopi lebar dan dapat mengurangi efek suhu tinggi.<\/p>\n<p>baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/242763896\/7-tanaman-dalam-ruangan-yang-bagus-untuk-lingkungan\">tanaman dalam ruangan yang bagus untuk lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Ia berharap masyarakat bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tumbuhan di hunian masing-masing.&nbsp;Kegiatan penanaman, lanjutnya, dapat dimulai dengan menanam aneka sayur dan buah untuk dikonsumsi sendiri.<\/p>\n<p>Dengan menerapkan konsep&nbsp;<em>grow your own food<\/em>, lanjutnya, masyarakat akan mampu mencukupi kebutuhan pangan&nbsp;sehari-hari.<\/p>\n<p>Jika memiliki lahan yang cukup luas, masyarakat juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.<\/p>\n<p> &#8220;Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, maka kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,&rdquo; kata Mega.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241744153\/8-tanaman-ini-efektif-mengurangi-polusi-udara\">Baca: 8 Tanaman yang efektif menyerap polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Umumnya cuaca ekstrem dengan suhu yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan flora.&nbsp;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun beberapa jenis tumbuhan&nbsp; mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, karena dapat mengurangi penguapan berlebihan, seperti tanaman hias dan tanaman obat.<\/p>\n<p> Tanaman-tanaman tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu menanggulangi dampak cuaca ekstrem seperti polusi udara dan rendahnya kelembapan udara yang dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI),&nbsp;Mega Atria&nbsp;mengimbau masyarakat menanam tanaman hias untuk menghadapi cuaca panas ekstrem. &#8220;Tanaman merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah. &#8220;Tanaman juga mengikat air tanah, sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20927,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[50,10,17,269,714,552],"class_list":["post-20926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cuaca","tag-kota","tag-lingkungan","tag-panas-ekstrem","tag-tanaman","tag-ui"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20926"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20926\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}