{"id":20983,"date":"2026-07-30T02:27:54","date_gmt":"2026-07-30T02:27:54","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20983"},"modified":"2026-07-30T02:27:54","modified_gmt":"2026-07-30T02:27:54","slug":"penduduk-dunia-dekati-10-miliar-orang-bagaimana-pemenuhan-kebutuhan-pangannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20983","title":{"rendered":"Penduduk Dunia Dekati 10 Miliar Orang, Bagaimana Pemenuhan Kebutuhan Pangannya?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Jumlah penduduk dunia diperkirakan telah melewati angka 8 miliar dan akan meningkat menjadi 9,8 miliar pada 2050 dan 11,2 miliar pada 2100. Lantas, upaya apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk orang sebanyak itu.&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam 27 tahun mendatang, produksi pangan dunia perlu ditingkatkan hingga 70%, dibanding pada 2007, untuk memberi makan penduduk dunia yang begitu besar itu.&nbsp;<\/p>\n<p>Lonjakan jumlah penduduk dunia ini akan membuat Asia akan menjadi kawasan paling padat. Pun demikian butuh upaya ekstra untuk memenuhi pangan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Selama ini, salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan, terutama beras, untuk memenuhi kebutuhan penduduk dunia adalah intensifikasi pertanian seperti menanam padi tiga kali setahun dengan pupuk kimia.<\/p>\n<p>Masalahnya, intensifikasi pertanian dapat berdampak besar pada lingkungan: degradasi tanah akibat erosi angin dan air, polusi udara dan air akibat nutrisi dan agrokimia yang berlebihan, hilangnya keanekaragaman biologis dan ekologis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24664372\/minyak-sawit-antara-alternatif-ketahanan-pangan-dan-ancaman-bagi-lingkungan\">Baca: El Nino bikin harga beras dunia melonjak<\/a><\/p>\n<p>Untuk mengurangi efek negatif dari pertanian, dunia perlu mentransformasikan proses produksi pertanian dengan cara yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>Caranya, kita perlu mengalokasikan sumber daya dengan tepat dan menggunakan praktik-praktik Pertanian Cerdas (Smart Agriculture) dengan teknik data mining. Menurut sebuah riset pada 2019, penerapan Pertanian Cerdas dapat menghemat air sampai 67% dibandingkan cara tradisional.<\/p>\n<p>Pertanian cerdas<br \/>Sistem Pertanian cerdas bisa berperan penting dalam meningkatkan kegiatan pertanian dan produksi pangan. Ini merupakan konvergensi antara internet of things (IoT) dan teknologi informasi.<\/p>\n<p>Tujuannya untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber yang heterogen untuk memahami, memprediksi, dan mengatur kegiatan pertanian agar lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Melalui IoT, sensor-sensor bisa ditempatkan di mana-mana untuk mengumpulkan berbagai jenis data.<\/p>\n<p>Data suhu tanah, kelembaban tanah, kelembaban dan kehijauan daun, radiasi matahari, arah angin, dan tingkat curah hujan bisa dikumpulkan secara real time.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24664372\/minyak-sawit-antara-alternatif-ketahanan-pangan-dan-ancaman-bagi-lingkungan\">Baca: Sawit, antara alternatif ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Teknik data mining merupakan proses yang memungkinkan untuk menemukan pola dalam kumpulan data yang besar. Teknik ini berperan penting dalam analisis data.<\/p>\n<p>Di sektor pertanian, penggunaan teknik data mining telah mengarah pada berbagai tugas, seperti identifikasi hama, serta deteksi dan klasifikasi kesehatan tanaman.<\/p>\n<p>Teknik ini juga bisa dipakai untuk memprediksi penyakit tanaman, prediksi hasil panen, pengelolaan input (perencanaan irigasi dan pestisida), saran pemupukan, prediksi kelembaban tanah secara real-time, dan lainnya.<\/p>\n<p>Banyak negara di dunia mulai menerapkan teknik data mining untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian, mengurangi limbah, dan memaksimalkan penggunaan sumber daya.<\/p>\n<p>Negara yang sudah menggunakan teknologi ini untuk mendongkrak produksi pangan antara lain adalah Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Cina, dan Israel.<\/p>\n<p>Data yang dikumpulkan dan diolah dapat langsung memengaruhi efisiensi kegiatan pertanian dan memberikan hasil yang lebih baik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242752820\/mentan-perkirakan-indonesia-bisa-kekurangan-beras-hingga-12-juta-ton-akibat-el-nino\">Baca: El Nino akibatkan produksi pangan minus<\/a><\/p>\n<p>Data mining memungkinkan ekstraksi informasi berharga dari data yang besar dan untuk menemukan pola dan hubungan tersembunyi.<\/p>\n<p>Ini adalah proses yang melibatkan metode dan alat dari berbagai bidang ilmu komputer, statistik, atau kecerdasan buatan.<\/p>\n<p>Penerapan data mining untuk pertanian<br \/>Ada banyak hal bisa dilakukan dengan teknik data mining di sektor pertanian.<\/p>\n<p>Pertama, pengendalian irigasi. Air merupakan faktor penting bagi perkembangan tanaman. Pemberian air dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman.<\/p>\n<p>Irigasi yang tidak memadai atau tidak dirancang dengan baik juga bisa menjadi sumber masalah, seperti pemborosan air, salinisasi (pengasinan) tanah, pencemaran air, dan erosi tanah.<\/p>\n<p>Untuk menghindari masalah-masalah ini, penting untuk merancang dan mengelola sistem irigasi dengan baik, memantau dan mengukur pemakaian air, serta mempertimbangkan berbagai faktor termasuk jenis tanah, kondisi iklim, dan kebutuhan tanaman.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243051239\/negara-maju-harus-ambil-peran-lebih-besar-untuk-menahan-laju-perubahan-iklim\">Baca: Negara maju diminta ambil peran lebih besar tuk tanggulangi perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Banyak sistem irigasi cerdas berbasis data mining telah dikembangkan di Indonesia untuk menentukan kebutuhan air tanaman berdasarkan iklim dan siklus vegetatif.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Data mining memainkan peran penting dalam memastikan pengelolaan irigasi yang lebih baik untuk mengevaluasi konsumsi air dengan menggunakan metode yang melibatkan unsur-unsur iklim, faktor tanaman, dan tujuan ekonomi.<\/p>\n<p>Salah satu negara yang dikenal sebagai pemimpin dalam pengembangan dan penerapan irigasi yang presisi atau &ldquo;precision irrigation&rdquo; adalah Israel.<\/p>\n<p>Negara ini telah mengembangkan metode pengairan yang efisien, sistem kontrol iklim dalam greenhouse, dan sistem sensor untuk mengoptimalkan pertanian di lingkungan gurun.<\/p>\n<p>Kedua, pemantauan penyakit tanaman. Tanaman dapat terpengaruh oleh beberapa penyakit selama pertumbuhannya. Deteksi penyakit-penyakit ini menjadi tujuan dari banyak penelitian.<\/p>\n<p>Deteksi ini didasarkan pada kombinasi teknik data mining dan pemrosesan gambar untuk mengatasi kurangnya observasi manusia dan bahkan untuk mengurangi biaya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242973226\/mungkinkah-dunia-mewujudkan-net-zero-atau-emisi-nol-pada-2050\">Baca: Mungkinkah terwujud zero emision pada 2050<\/a><\/p>\n<p>Peneliti dari Universitas Padjadjaran bahkan telah mengembangkan sistem untuk mendeteksi penyakit blas pada tanaman padi berbasis citra.<\/p>\n<p>Ini merupakan salah satu pemanfaatan teknik pemrosesan gambar digital umum yang dikombinasikan dengan data mining di bidang pertanian untuk mendeteksi, mengklasifikasikan, dan mengukur penyakit-penyakit tanaman.<\/p>\n<p>Ketiga, pemantauan hama dan optimalisasi pengelolaan input (pupuk dan pestisida).<\/p>\n<p>Selama siklus produksi tanaman, kondisi abnormal seperti suhu dan kelembaban lingkungan sekitar memungkinkan penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh serangga, jamur, gulma, nematoda, dan tikus. Hama-hama ini menjadi fokus dari beberapa penelitian.<\/p>\n<p>Dalam beberapa penelitian, teknik data mining digunakan untuk memahami hubungan antara penyakit hama thrips pada tanaman pangan dan data meteorologi pada tanaman kacang tanah di India.<\/p>\n<p>Keempat, memprediksi hasil panen dan dampak perubahan iklim terhadap produktivitas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241811737\/hutan-mangrove-surabaya-dikembangkan-jadi-kebun-raya-demi-manfaat-ekologis-dan-ekonominya\">Baca: Manfaat hutan mangrove bagi ketahanan pangan<\/a><\/p>\n<p>Penggunaan teknik data mining dalam pertanian bukan hanya membantu dalam meningkatkan produktivitas pertanian, tapi juga dapat mengurangi risiko yang terkait dengan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Penggunaan teknologi ini juga memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan lingkungan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Contoh konkret penggunaan teknik data mining dalam pertanian dapat melibatkan pengumpulan dan analisis data cuaca harian, suhu tanah, kelembaban udara, dan jenis tanaman yang ditanam.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan algoritma data mining, model dapat dikembangkan untuk memprediksi hasil panen berdasarkan variabel ini.<\/p>\n<p>Cara ini sekaligus akan memberikan panduan kepada petani tentang kapan dan bagaimana mereka harus merawat tanaman mereka.<\/p>\n<p>Sumber: The Conversation baca artikel asli <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/penduduk-dunia-akan-sampai-9-8-miliar-pertanian-cerdas-bisa-jadi-solusi-menaikkan-produksi-pangan-213743\">di sini<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Jumlah penduduk dunia diperkirakan telah melewati angka 8 miliar dan akan meningkat menjadi 9,8 miliar pada 2050 dan 11,2 miliar pada 2100. Lantas, upaya apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk orang sebanyak itu.&nbsp; Dalam 27 tahun mendatang, produksi pangan dunia perlu ditingkatkan hingga 70%, dibanding pada 2007, untuk memberi makan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20984,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[431,4225],"class_list":["post-20983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pangan","tag-penduduk-dunia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20983"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20983\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}