{"id":21035,"date":"2026-07-30T02:28:09","date_gmt":"2026-07-30T02:28:09","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21035"},"modified":"2026-07-30T02:28:09","modified_gmt":"2026-07-30T02:28:09","slug":"klhk-pelestarian-keanekaragaman-hayati-untuk-ekonomi-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21035","title":{"rendered":"KLHK: Pelestarian Keanekaragaman Hayati untuk Ekonomi Hijau"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak masyarakat untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati untuk pertumbuhan ekonomi hijau.<\/p>\n<p>Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Nunu Anugrah mengatakan keanekaragaman hayati berperan penting bagi kehidupan manusia di berbagai seperti &nbsp;ekonomi, kesehatan, keamanan, ketahanan pangan,dan lain-lain.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, meningkatnya ilmu pengetahuan, teknologi, perilaku, serta komitmen, juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan keanekaragaman hayati, dan posisi masyarakat saat ini sebagai salah satu penentunya,&#8221; ujar Nunu saat membuka Kehati Expo 2023 di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu malam (21\/10\/2023).<\/p>\n<p>Selanjutnya, Nunu menjelaskan saat ini dunia tengah menghadapi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan hilangnya keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Karena itu, perlu mengedepankan paradigma bekerjasama dan berkolaborasi untuk mengatasi krisis tersebut..&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kita semua harus menjadi bagian dari solusi terhadap krisis lipat tiga tersebut, khususnya terkait biodiversity loss,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, perlu keterlibatan aktif semua pihak dalam aksi lingkungan dan kehutanan juga dapat menjadi modal dasar mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.<\/p>\n<p>&#8220;Oleh karena itu, mari kita jaga, rawat dan lestarikan tumbuhan dan satwa liar yang ada di muka bumi ini terutama yang ada di negara Indonesia,&#8221; .katanya.<\/p>\n<p>Melansir Antaranews, sebelumnya KLHK telah melakukan beberapa upaya konservasi sebagai langkah pelestarian keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Salah satunya konservasi ex-situ dalam bentuk penangkaran Jalak Bali yang telah berhasil mendukung peningkatan populasi di habitat alaminya (dari hasil&nbsp;<em>restocking<\/em>).<\/p>\n<p>Kemudian, pengembangan wisata alam yang tetap mempertahankan&nbsp;<em>home range<\/em>&nbsp;satwa liar.<\/p>\n<p>Selain itu, KLHK melakukan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati untuk mengetahui potensi dalam perencanaan konservasi ke depannya.<\/p>\n<p>Upaya lainnya adalah dengan menerapkan pemanfaatan teknologi terkini seperti&nbsp;<em>artificial reproductive technology<\/em>&nbsp;(ART) untuk mendukung upaya konservasi satwa dilindungi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan.<\/p>\n<p>Instruksi itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi habitat tumbuhan dan satwa liar dan mempertahankan fungsi di dalamnya.<\/p>\n<p>Kehati Expo ini diselenggarakan oleh KLHK dalam rangka menyambut Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap 5 November.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak masyarakat untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati untuk pertumbuhan ekonomi hijau. Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Nunu Anugrah mengatakan keanekaragaman hayati berperan penting bagi kehidupan manusia di berbagai seperti &nbsp;ekonomi, kesehatan, keamanan, ketahanan pangan,dan lain-lain. &#8220;Selain itu, meningkatnya ilmu pengetahuan, teknologi, perilaku, serta komitmen, juga menjadi faktor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21036,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[306,2517,2812,3685,17],"class_list":["post-21035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekonomi","tag-ekonomi-hijau","tag-keanekaragam-hayati","tag-klhk","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21035\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}