{"id":21061,"date":"2026-07-30T02:28:18","date_gmt":"2026-07-30T02:28:18","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21061"},"modified":"2026-07-30T02:28:18","modified_gmt":"2026-07-30T02:28:18","slug":"agar-gen-z-lebih-antusias-ikuti-gerakan-pro-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21061","title":{"rendered":"Agar Gen Z Lebih Antusias Ikuti Gerakan Pro Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penelitian yang dilakukan&nbsp;Ina Ratriyana, kandidat&nbsp;PhD&nbsp; School of Film, Media, and Journalism, Monash University, Melbourne, Australia, Monash University menemukan antusiasme Gen Z dalam kegiatan pro lingkungan masih rendah.<\/p>\n<p>Penelitian Ina dilakukan pada 2021 dengan partisipan di Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Denpasar menunjukkan masih rendahnya antusiasme Gen Z di Jawa dan Bali pada gerakan pro lingkungan,&nbsp;<\/p>\n<p>Lantas apa solusinya agar anak muda terutama Gen Z mau terlibat dalam aksi nyata dan gerakan pro lingkungan?&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243094306\/riset-antusiasme-anak-muda-indonesia-dalam-gerakan-pro-lingkungan-masih-rendah\">Baca: Antusiasme Gen Z di indonesia dalam gerakan pro lingkungan masih rendah<\/a><\/p>\n<p>Ina Ratriyana dalam tulisannya di The Conversation berjudul &#8220;Riset: antusiasme Gen Z di Jawa dan Bali pada isu lingkungan masih rendah&#8221; mengusulkan beberapa langkah berikut ini:&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>1. Pendidikan kesadaran lingkungan secara formal maupun nonformal<\/p>\n<p>Dalam konteks formal, pemerintah melalui beberapa kementerian terkait sudah melakukan inisiasi penting.<\/p>\n<p>Misalnya dengan membuat kesepakatan bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 03\/MENLH\/02\/2010 dan Nomor 01\/II\/KB\/2010 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p>Di tahun 2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 81A\/2013 untuk mendorong program sekolah berbasis lingkungan di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242768953\/riset-generasi-z-di-indonesia-memiliki-kesadaran-tinggi-soal-perubahan-iklim\">Baca: Anak muda sadar akan bahaya perubahan iklim tapi enggan beraksi<\/a><\/p>\n<p>Sayangnya, program ini masih belum menemukan titik terang di mana praktik pro lingkungan terbatas pada hafalan limbah dan polusi. Salah seorang partisipan dari Cirebon, Jawa Barat, mengaku:<\/p>\n<p>&ldquo;Saya hanya menghafal jenis-jenis polusi dari pelajaran biologi, namun pengalaman tentang polusi baru saya dapat saat mulai kos di Yogyakarta.&rdquo;<\/p>\n<p>Hal ini diamini oleh teman-temannya yang lain.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain pendekatan formal, penelitian ini juga menunjukkan nilai-nilai baik yang bisa dibangun melalui pendidikan nonformal.<\/p>\n<p>Beberapa partisipan, misalnya, mengaku mendapatkan ilmu dan praktik pro lingkungan, seperti kegiatan menanam pohon dan pentingnya merawat alam, dari kegiatan gereja dan masjid.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241780121\/seperti-ini-media-memotret-aksi-lingkungan-yang-dilakukan-kaum-muda\">Baca: Seperti ini media memotret gerakan lingkungan Gen Z<\/a><\/p>\n<p>2. Menggunakan pendekatan budaya populer<\/p>\n<p>Gen Z merupakan generasi yang lebih familiar dengan isu lingkungan saat membacanya di majalah, website, media sosial, ataupun film.<\/p>\n<p>Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu partisipan yang menyebutkan bahwa:<\/p>\n<p>&ldquo;Saya paham tentang banjir dari film Leonardo di Caprio.&rdquo;<\/p>\n<p>Mendekati Gen Z memang tidak bisa menggunakan cara-cara lama dalam menggugah keedulian mereka pada gerakan pro lingkungan.<\/p>\n<p>Perlu cara baru yang lebih inovatif untuk menggerakkan Gen Z agar mau terlibat dalam gerakan pro lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241636341\/bumi-butuh-aksi-nyatamu-sudahkah-kamu-terlibat-dalam-gerakan-iklim\">Baca: Bumi butuh aksi nyatamu, yuk segera bergabung dengan gerakan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Program yang bersifat mekanistik, yaitu ditentukan oleh pemerintah atau pihak sekolah tanpa melibatkan kebutuhan dan keinginan siswa, tidak akan sukses untuk kelompok ini.<\/p>\n<p>Bentuk Kegiatan pro lingkungan harus didesain oleh dan untuk anak muda itu sendiri. Pihak lain, seperti guru, pemerintah, atau pemilik dana, bisa mengarahkan dan mengawasi prosesnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kegiatan pro lingkungan juga bisa menggunakan media populer sebagai sarana edukasi.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, bagi Gen Z, fotografi, musik, atau cerita menjadikan informasi pro lingkungan lebih ringan dan lebih mudah diingat daripada tumpukan buku pelajaran.<\/p>\n<p>Sumber: The Conversation<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penelitian yang dilakukan&nbsp;Ina Ratriyana, kandidat&nbsp;PhD&nbsp; School of Film, Media, and Journalism, Monash University, Melbourne, Australia, Monash University menemukan antusiasme Gen Z dalam kegiatan pro lingkungan masih rendah. Penelitian Ina dilakukan pada 2021 dengan partisipan di Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Denpasar menunjukkan masih rendahnya antusiasme Gen Z di Jawa dan Bali pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[460,17],"class_list":["post-21061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gen-z","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21061\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}