{"id":21117,"date":"2026-07-30T02:28:33","date_gmt":"2026-07-30T02:28:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21117"},"modified":"2026-07-30T02:28:33","modified_gmt":"2026-07-30T02:28:33","slug":"diguyur-hujan-deras-lebih-dari-100-rumah-warga-terendam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21117","title":{"rendered":"Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Lebih dari 100 rumah di wilayah Kecamatan&nbsp;Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir antara 30 hingga 100 sentimeter sejak Senin (16\/10\/2023).<\/p>\n<p>Melansir Antaranews, banjir tersebut akibat hujan deras dengan intesitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore yang membuat Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meluap.&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan data&nbsp;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17\/10\/2023) siang banjir masih menggenangi 106 rumah di Desa Seumantok.<\/p>\n<p>Selain itu, banjir juga merendam 10 rumah&nbsp;di Desa Keutambang, dan enam rumah&nbsp;di Desa Jambak.<\/p>\n<p>Banjir juga menggenangi permukiman warga di&nbsp;Desa Canggai,&nbsp;Desa Pulo Teungoh&nbsp;Manjeng, Desa Lango, serta Desa Berdikari.<\/p>\n<p> Menurut Koordinator Pusat Pengendali Operasi&nbsp;BPBD Aceh Barat,&nbsp;Mashuri tinggi genangan di daerah banjir ada yang mencapai satu meter.<\/p>\n<p>&#8220;Banjir juga merendam ruas jalan dengan ketinggian 30 cm,&#8221; ungkap Mashuri .<\/p>\n<p> Saat ini, lanjut Mashuri, pihaknya bersama instansi pemerintah terkait membantu warga yang terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini.<\/p>\n<p>Seperti yang diwartakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini adanya bibit siklon tropis 99W untuk sejumlah wilayah.<\/p>\n<p>Bibit siklon tropis di Laut Cina Selatan tersebut berpotensi membawa dampak&nbsp; hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,&#8221; kata Deputi Meteorologi pada BMKG, Guswanto.<\/p>\n<p>Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.<\/p>\n<p>Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.<\/p>\n<p>Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.<\/p>\n<p> &#8220;Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p> Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.<\/p>\n<p> BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Lebih dari 100 rumah di wilayah Kecamatan&nbsp;Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir antara 30 hingga 100 sentimeter sejak Senin (16\/10\/2023). Melansir Antaranews, banjir tersebut akibat hujan deras dengan intesitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore yang membuat Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meluap.&nbsp; Berdasarkan data&nbsp;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[353,5229,408,8,1314,982],"class_list":["post-21117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aceh","tag-aceh-barat","tag-banjir","tag-bmkg","tag-bpbd","tag-hujan-deras"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21117"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21117\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}