{"id":21204,"date":"2026-07-30T02:29:03","date_gmt":"2026-07-30T02:29:03","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21204"},"modified":"2026-07-30T02:29:03","modified_gmt":"2026-07-30T02:29:03","slug":"malas-gerak-penyakit-jantung-mengintai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21204","title":{"rendered":"Malas Gerak, Penyakit Jantung Mengintai"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Malas gerak atau mager banyak dilakukan berbagai kalangan baik muda maupun tua. Apalagi saat libur. Tentu sangat nikmat melanjutkan tidur atau sekadar membaca di atas tempat tdur. Padahal ini dapat berisiko terkena serangan jantung. <\/p>\n<p>Mager atau malas gerak (sedentary lifestyle) adalah setiap perilaku bangun yang ditandai dengan pengeluaran energi 1,5 METS, seperti duduk atau berbaring.<\/p>\n<p>Bukti terbaru menunjukkan bahwa malas gerak terus menerus (seperti duduk untuk waktu yang lama) terkait dengan metabolisme glukosa yang abnormal dan morbiditas kardio-metabolik, serta kematian secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Anda dapat mengurangi mager dengan cara melakukan aktivitas fisik. Bentuknya macam-macam seperti berjalan kaki, bersepeda, olahraga, dan bentuk rekreasi aktif misalnya: menari, yoga, tai chi, dan latihan beban.<\/p>\n<p>Aktifitas fisik juga bisa berupa pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, memasak, dan lain-lain. <\/p>\n<p>Rekomendasi WHO anak-anak dan remaja usia 5 hingga 17 tahun dianjurkan melakukan aktifitas dengan intesitas sedang selama 60 menit sehari. <\/p>\n<p>Sedangkan dewasa usia 18 hingga 64 tahun dianjurkan melakukan aktivitas sedang selama 150 menit atau 75 menit melakukan aktivitas berat dalam satu hari. <\/p>\n<p>Usia 65 tahun keatas, WHO menganjurkan melakukan aktivitas sedang 150 menit atau aktivitas berat 75 menit ditambah olahraga 2 kali seminggu. <\/p>\n<p>Pada usia ini sebenarnya lebih direkomendasikan untuk melakukan aktifitas sedang selama 300 menit sehari. <\/p>\n<p>Hasil studi yang dilakukan para peneliti di Stanford Universit, Indonesia merupakan negara paling malas berjalan kaki di seluruh dunia. <\/p>\n<p>Studi tersebut menyebut bahwa rata-rata orang Indonesia berjalan kaki hanya 3.513 langkah per hari.<\/p>\n<p>Para peneliti Stanford University menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang di seluruh dunia yang menggunakan Argus, aplikasi pemantau aktivitas yang ada di telepon seluler.<\/p>\n<p>Para peneliti terkejut ketika menemukan fakta bahwa kesenjangan aktivitas juga didorong berdasarkan gender. Di Indonesia perempuan cenderung lebih mager ketimbang pria.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ada tiga faktor yang menyebabkan orang Indonesia menjadi malas untuk jalan kaki, yaitu infrastruktur pedesterian tidak memadai, cuaca panas dan catcalling atau pelecehan verbal yang dilakukan saat berjalan kaki.<\/p>\n<p>Jiika malas gerak kerap terjadi akan berisiko terkena penyakit jantung, sebab: <br \/>1. Malas gerak berkaitan erat dengan penurunan metabolisme lemak darah, yang menghasilkan peningkatan LDL (kolesterol jahat) penurunan HDL (kolesterol baik).<\/p>\n<p>Sehingga penumpukan lemak darah ke dinding pembuluh darah semakin masif. Hasilnya dalam jangka panjang adalah aterosklerosis sebagai faktor risiko serangan jantung.<\/p>\n<p>2. Malas gerak menurunkan jumlah pengeluaran energy (kalori) sehingga penumpukan lemak akan meningkatkan berat badan. Berat badan yang berlebih sampai obesitas akan memperberat kerja jantung.<\/p>\n<p>3. Malas gerak akan menurunkan fungsi otot gerak (ekstremitas). Di level seluler, akan terjadi disfungsi mitokondria (sumber energi sel) dan terjadi atrofi otot.<\/p>\n<p>Otot yang mengecil tidak mampu menerima kelebihan glukosa yang dikonsumsi sehingga akan menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin ini faktor risiko penyakit diabetes dan penyakit jantung.<\/p>\n<p>4. Risiko penyakit jantung dari malas gerak hampir setara dengan hipertensi, merokok, dan diabetes mellitus.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Malas gerak atau mager banyak dilakukan berbagai kalangan baik muda maupun tua. Apalagi saat libur. Tentu sangat nikmat melanjutkan tidur atau sekadar membaca di atas tempat tdur. Padahal ini dapat berisiko terkena serangan jantung. Mager atau malas gerak (sedentary lifestyle) adalah setiap perilaku bangun yang ditandai dengan pengeluaran energi 1,5 METS, seperti duduk atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21205,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1683,1005,5437],"class_list":["post-21204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-diabetes","tag-jantung","tag-mager"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21204"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21204\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}