{"id":21609,"date":"2026-07-30T02:30:59","date_gmt":"2026-07-30T02:30:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21609"},"modified":"2026-07-30T02:30:59","modified_gmt":"2026-07-30T02:30:59","slug":"pj-gubernur-ntt-cabut-kebijakan-jam-masuk-sekolah-pukul-05-30","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21609","title":{"rendered":"Pj Gubernur NTT Cabut Kebijakan Jam Masuk Sekolah Pukul 05.30"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhia Kalake, pada&nbsp;Kamis (21\/9\/2023), resmi menghentikan kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah kebijakan masuk sekolah pagi yang diterapkan di era mantan gubernur NTT Vicktor Laiskodat tersebut dicabut, kini jam masuk sekolah para siswa dikembalikan ke semula.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah telah mengambil langkah bahwa tanggal 21 September 2023, jam masuk sekolah dikembalikan ke jadwal masuk semula yaitu 07.00 Wita,&#8221; kata Ayodhia dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan 1 tahun sidang 2023-2024 di ruang sidang utama DPRD NTT, Kamis (21\/9\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241739273\/komisi-x-dpr-soroti-tingginya-angka-putus-sekolah-dan-tidak-meratanya-pendidikan-di-ntt\">Baca: Angka putus sekolah di NTT tergolong tinggi, ini kata DPR<\/a><\/p>\n<p>Keputusan tersebut diambil setelah Ayodhia mengunjungi sekolah-sekolah yang menerapkan kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita dan berdialog dengan berbagai pihak terkait.<\/p>\n<p>Tak hanya menghentikan kebijakan tersebut, dia juga akan mempelajari kebijakan jam belajar tiga negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Ada tiga negara yang kami pelajari yakni Finlandia, Jepang, dan Jerman,&#8221; ungkap Ayodhia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/242652409\/mampukah-pembangunan-pariwisata-entaskan-kemiskinan-di-ntt\">Baca: Mampukah pembangunan pariwisata enatskan kemiskinan di NTT<\/a><\/p>\n<p>Menengok ke belakang, kebijakan sekolah jam 5.30 pagi di NTT diklaim untuk membangun etos kerja.<\/p>\n<p>Gubernur NTT saat itu, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan memulai sekolah jam 05.00 Wita.&nbsp;<\/p>\n<p>Viktor meminta para siswa membiasakan diri bangun pukul 04.00 Wita untuk memulai pelajaran pukul 05.00 Wita. Tetapi kebijakan ini diberlakukan hanya untuk sekolah menengah atas<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241709282\/mendobrak-mitos-pendidikan-vokasi-kini-bukan-lagi-pilihan-kedua\">Baca: Mendobrak mitos, kini sekolah vokais bukan lagi pilihan kedua<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Ini khusus SMA, kalau SMP tidak,&#8221; kata Viktor saat itu di hadapan sejumlah Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kota Kupang, dalam video tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Di kota kita ubah, sekolah mulai jam 05.00 pagi, setuju tidak kepala sekolah,&#8221; tanya Viktor saat itu.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Linus Lusi membenarkan video tersebut. Kebijakan itu diklaim diberlakukan untuk melatih kedisiplinan siswa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241594334\/lebih-dari-600-ribu-anak-papua-tidak-sekolah-mengurai-kompleksnya-masalah-pendidikan-di-papua\">Baca: Mengurai kompleksnya masalah pendidikan di Papua<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Ini untuk melatih kedisiplinan anak-anak NTT,&#8221; kata Linus ketika diwawancarai Maret 2023.<\/p>\n<p>Sumber: kompas.com<\/p>\n<p>6<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhia Kalake, pada&nbsp;Kamis (21\/9\/2023), resmi menghentikan kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),&nbsp; Setelah kebijakan masuk sekolah pagi yang diterapkan di era mantan gubernur NTT Vicktor Laiskodat tersebut dicabut, kini jam masuk sekolah para siswa dikembalikan ke semula. &#8220;Pemerintah telah mengambil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21610,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2670,160],"class_list":["post-21609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ntt","tag-sekolah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}