{"id":21631,"date":"2026-07-30T02:31:07","date_gmt":"2026-07-30T02:31:07","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21631"},"modified":"2026-07-30T02:31:07","modified_gmt":"2026-07-30T02:31:07","slug":"starbucks-tak-akan-lagi-gunakan-gelas-sekali-pakai-pada-2030","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21631","title":{"rendered":"Starbucks Tak Akan Lagi Gunakan Gelas Sekali Pakai pada 2030"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Gerai kopi global, Starbucks berencana tak akan gunakan gelas sekali pakai pada tahun 2030.&nbsp;<\/p>\n<p>Selama ini, gelas sekali pakai Starbucks merupakan sumber terbesar limbah dan emisi gas rumah kaca dari perusahaan itu.<\/p>\n<p>Selama puluhan tahun, dari generasi ke generasi, gelas sekali pakai&nbsp;Starbucks telah menjadi ikon penting dalam kehidupan masyarakat peminum kopi.<\/p>\n<p>Logo yang terpampang di gelas sekali pakai itu telah membuat Starbucks menjadi salah satu merek kopi paling terkenal di dunia.<\/p>\n<p>Pada tahun 2030 nanti, Starbucks ingin berhenti menggunakan gelas sekali pakai, yang disebut menjadi sumber limbah dan gas rumah kaca perusahaan itu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242441497\/berniat-praktikkan-konsep-guna-ulang-untuk-kurangi-sampah-plastik-simak-infonya-di-sini\">Baca: Beragam info produk guna ulang<\/a><\/p>\n<p>Starbucks sendiri dikenal memiliki banyak program ramah lingkungan dalam berbagai aspek operasionalnya di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Beberapa di antaranya telah tercapai, seperti sertifikasi efisiensi energi untuk gerai-gerainya yang baru buka, sementara sisanya harus direvisi atau justru dihentikan.<\/p>\n<p>Pada 2008 misalnya, Starbucks bercita-cita agar pada tahun 2015 sebanyak 25% gelasnya sudah merupakan gelas yang bisa dipakai ulang (reusable).&nbsp;Namun hingga kini, cita-cita itu belum sepenuhnya terwujud.<\/p>\n<p>Kini, desakan bisnis mendorongnya untuk merobak desain gelas sekali pakai yang ikoni.<\/p>\n<p>Michael Kobori, kepala bidang keberlanjutan Starbucks, mengatakan bahwa perusahaannya berniat untuk membuat pelestarian lingkungan menjadi sesuatu yang nyaman dilakukan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241820264\/guna-ulang-dinilai-lebih-efektif-kurangi-sampah-plastik-tapi-masih-diabaikan\">Baca: Konsep guna ulang efektif kurangi sampah<\/a><\/p>\n<p>Produksi barang sekali pakai, seperti gelas plastik atau kertas, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang membuat planet Bumi semakin panas dan mengakibatkan peristiwa cuaca ekstrem dan dampak perubahan iklim lainnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hal itu bertentangan dengan harapan para pelanggan agar para pebisnis turut ambil bagian mengatasi perubahan iklim.<\/p>\n<p>Di sisi lain, harapan itu tidak dibarengi kesediaan konsumen untuk mengorbankan kenyamanan yang mereka dapatkan selama ini.<\/p>\n<p>Di salah satu gerai Starbucks di Arizona State University, gelas sekali pakai &#8211;baik dari plastik maupun kertas&#8211; sudah tidak lagi digunakan.<\/p>\n<p>Pembeli yang tidak membawa gelas sendiri akan diberi gelas plastik yang dapat dipakai-ulang, yang nantinya dapat mereka taruh ke wadah khusus di sekitar kampus.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/241810057\/koalisi-pawai-bebas-plastik-ajak-masyarakat-ramai-ramai-terapkan-guna-ulang-apa-bedanya-dengan-daur-ulang\">Baca: Mengapa guna ulang ramai dikampanyekan<\/a><\/p>\n<p>Itu adalah satu dari dua lusin program rintisan yang digalakkan Starbucks selama dua tahun terakhir, dengan tujuan mengubah cara mereka menyajikan kopi kepada pelanggan.<\/p>\n<p>Tujuannya untuk mengurangi limbah, penggunaan air dan emisi karbon perusahaan hingga setengahnya pada tahun 2030.<\/p>\n<p>Michael Kobori mengatakan, Starbucks berharap suatu hari nanti semuanya menjadi gelas yang bisa dipakai ulang, baik gelas yang dibawa sendiri oleh pembeli, gelas pribadi mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Atau kalau mereka nongkrong di kafe bisa menggunakan cangkir keramik dari kami, atau gerakan baru yang kami sebut pinjam gelas.&rdquo; ujarnya<\/p>\n<p>Ia yakin, jika gerai kopi sebesar Starbucks bisa menemukan sistem yang jitu, maka yang lain bisa meniru.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami tahu jika kami bisa memecahkan masalahnya dan menemukan cara menerapkan sistem gelas pakai-ulang di mana saja, dan tak lagi menyediakan gelas sekali pakai, semua orang akan mengikuti dan kami bisa mengubah sistemnya.&rdquo;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24684108\/kaca-dan-plastik-mana-yang-lebih-ramah-lingkungan\">Baca: Kaca dan plastik, mana yang lebih ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Jon Solorazano, pengacara yang membantu perusahaan-perusahaan mengembangkan operasi yang ramah lingkungan, mengatakan bahwa mengubah operasional perusahaan sebesar Starbucks itu sulit, namun perubahan itu akan membawa dampak besar pada para produsen.<\/p>\n<p>Mereka, ujarnya, mungkin memiliki ratusan pemasok yang secara langsung maupun tidak langsung membantu memproduksi gelas (sekali pakai).<\/p>\n<p>&#8220;Dan untuk mengubah seluruh proposisi nilai tersebut hingga ke atas &ndash; dari orang-orang yang memasok serat (kertas) di sebuah hutan di Oregon, hingga orang-orang yang memecah etilen untuk diubah menjadi lapisan plastik &ndash; semua keseimbangan itu memerlukan banyak masukan, banyak perubahan keorganisasian dan perubahan pola pikir,&rdquo; ujar Solorazano.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Erin Simon, wakil presiden bidang limbah plastik dan kewirausahaan WWF, menuturkan bahwa komitmen perusahaan-perusahaan besar bisa membantu, meski pada akhirnya perubahan hanya dapat tercipta dengan kolaborasi perusahaan serta regulasi pemerintah.<\/p>\n<p>&ldquo;Tidak satu pun institusi, organisasi bahkan sektor bisa berubah sendirian,&rdquo; kata Simon.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24935623\/tak-sekadar-mengolah-sampah-plastik-robries-memberi-nilai-lebih-pada-plastik\">Baca: Tak sekadar mengolah ulang, Robries menambah nilai sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Starbucks sendiri bukan perusahaan pertama yang mengupayakan penggunaan gelas pakai-ulang.<\/p>\n<p>Dari berbagai perusahaan besar di Eropa, seperti RECUP di Jerman yang menggunakan gelas dan kemasan makanan pakai-ulang, hingga kedai kopi lokal di kota-kota seperti San Francisco memiliki tujuan sejak bertahun-tahun lalu untuk berhenti menggunakan bahan baku kertas dan plastik sekali pakai.<\/p>\n<p>Bedanya, Starbucks adalah perusahaan kopi terbesar di dunia, dengan lebih dari 37.000 gerai di 86 negara dan pendapatan sebesar 32 miliar dolar AS tahun lalu.<\/p>\n<p>Perubahan di Starbucks dapat mendorong perubahan di seantero industri.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, kegagalan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan justru dapat merugikan raksasa kopi itu di mata para pelanggan.<\/p>\n<p>Irene Linayao-Putman, petugas kesehatan sekaligus konsumen Starbucks, mengatakan, &ldquo;Jika saya harus memilih antara perusahaan yang berkelanjutan dan yang tidak peduli sama sekali, saya akan selalu memilih perusahaan yang lebih berkelanjutan.&rdquo;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24870792\/demibumi-ada-karena-planet-bumi-adalah-titipan-dari-generasi-masa-depan\">Baca: Produk RamahLingkungan dari DemiBumi<\/a><\/p>\n<p>Perjalanan merombak wadah minuman itu lebih dari sekadar mengambil pilihan berbeda.<\/p>\n<p>Meningkatkan komitmen keberlanjutan memerlukan navigasi jaringan perkembangan teknologi, mencari pemasok yang sepemikiran dan menguji coba seberapa jauh pelanggan mau diajak berubah.<\/p>\n<p>Bagi Starbucks, itu berarti melakukan dua hal besar yang kontradiktif secara bersamaan, yaitu bergerak menuju gelas pakai-ulang sambil mengembangkan gelas sekali pakai yang memanfaatkan lebih sedikit bahan baku dan lebih bisa didaur ulang.<\/p>\n<p>Di gerai Starbucks Arizona State University, jika pelanggan tidak membawa gelas sendiri, mereka akan diberi gelas plastik pakai-ulang dengan logo Starbucks.<\/p>\n<p>Jika mereka mengembalikan gelas itu, mereka akan dapat diskon satu dolar, seperti untuk mereka yang membawa gelas sendiri.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24682387\/kurangi-sampah-plastik-dengan-sistem-isi-ulang-dari-siklus\">Baca: Sistem isi ulang dari Siklus efektif kurangi sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Gelas pakai ulang itu dapat ditaruh ke tempat khusus di sekitar kampus untuk kemudian dicuci oleh pihak kampus dan dikembalikan ke Starbucks.<\/p>\n<p>Gelas yang sudah terlalu rusak untuk digunakan kembali &ndash; bersama gelas sekali pakai dan plastik lainnya di tong sampah kampus &ndash; akan dibawa ke laboratorium kampus untuk dihancurkan, dicairkan dan diekstrusi menjadi potongan-potongan panjang mirip kayu.<\/p>\n<p>Potongan-potongan itu lantas dipotong kembali, dihaluskan dan dibuat menjadi wadah-wadah kotak untuk menampung gelas pakai ulang Starbucks.<\/p>\n<p>Selama beberapa tahun terakhir, Starbucks telah meningkatkan jumlah bahan baku hasil daur ulang untuk memproduksi gelas sekali pakainya.<\/p>\n<p>Di beberapa pasarnya tahun lalu, Starbucks mulai menggunakan gelas kertas sekali pakai yang terbuat dari bahan daur ulang, meningkat dari jumlah sebelumnya sebesar 10%.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24615228\/dear-anak-muda-6-gaya-hidup-tak-ramah-lingkungan-ini-layak-ditinggalkan\">Baca: Gaya hidup tak ramah lingkungan yang layak ditinggalkan<\/a><\/p>\n<p>Rencananya, Starbucks akan menggunakan gelas sekali pakai yang terbuat 30% bahan daur ulang di seluruh gerainya di Amerika pada awal 2025.<\/p>\n<p>Selama beberapa tahun terakhir, Starbucks juga telah menguji coba berbagai jenis plastik untuk minuman dingin.<\/p>\n<p>Pada 2019, Starbucks mulai menggunakan penutup gelas tanpa sedotan, sehingga mengurangi banyak limbah plastik.<\/p>\n<p>Sumber: VOA Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Gerai kopi global, Starbucks berencana tak akan gunakan gelas sekali pakai pada tahun 2030.&nbsp; Selama ini, gelas sekali pakai Starbucks merupakan sumber terbesar limbah dan emisi gas rumah kaca dari perusahaan itu. Selama puluhan tahun, dari generasi ke generasi, gelas sekali pakai&nbsp;Starbucks telah menjadi ikon penting dalam kehidupan masyarakat peminum kopi. Logo yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21632,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5534,20,3571],"class_list":["post-21631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gelas-sekali-pakai","tag-kopi","tag-starbucks"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}