{"id":21653,"date":"2026-07-30T02:31:14","date_gmt":"2026-07-30T02:31:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21653"},"modified":"2026-07-30T02:31:14","modified_gmt":"2026-07-30T02:31:14","slug":"bulan-juli-2023-tercatat-sebagai-masa-terpanas-dalam-sejarah-suhu-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21653","title":{"rendered":"Bulan Juli 2023 Tercatat Sebagai Masa Terpanas dalam Sejarah Suhu Global"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bulan Juli 2023 menjadi bulan dengan suhu global terpanas dalam sejarah.<\/p>\n<p>Pekan lalu Badan Antariksa Eropa mengumumkan rata-rata suhu global pada Juli 2023 sudah mencapai 1,5&deg;C lebih tinggi dibandingkan era praindustri (sejak 1850-an).<\/p>\n<p>Dilansir Copernicus.eu, bulan Juli 2023 ditandai pemecahan rekor suhu udara permukaan rata-rata global atau suhu global harian selama empat hari berturut-turut, pada tanggal 3-6 Juli.<\/p>\n<p>Seluruh hari sepanjang sisa bulan Juli 2023&nbsp; lebih panas dari rekor sebelumnya yaitu 16,80&deg;C, yang terjadi pada 13 Agustus 2016, menjadikan 29 hari pada tanggal 3-31 Juli sebagai rekor 29 hari terpanas.&nbsp;<\/p>\n<p>Hari terpanas terjadi pada tanggal 6 Juli, ketika rata-rata suhu global mencapai 17,08&deg;C, dan nilai yang tercatat pada tanggal 5 dan 7 Juli berada dalam kisaran 0,01&deg;C.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24682374\/riset-pemanasan-global-akibatkan-separuh-danau-di-dunia-mengering\">Baca: Pemanasan global sebabkan separuh danau di dunia kering<\/a><\/p>\n<p>Selama minggu pertama dan ketiga setiap bulan, suhu juga untuk sementara melampaui ambang batas 1,5&deg;C di atas tingkat pra-industri &ndash; batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, dan hal ini pertama kali terjadi pada bulan Juli.<\/p>\n<p>Sebuah judul berita kemudian menyatakan bahwa planet Bumi telah melampaui target Perjanjian Paris tahun 2015. Perjanjian ini bertujuan menahan pemanasan Bumi hingga 1,5\u2103&mdash;sekitar satu dekade lebih awal dari perkiraan dalam Perjanjian Paris pada 2030.<\/p>\n<p>Lantas, apakah kita sudah game over dalam usaha meredam kenaikan suhu bumi? Apa umat manusia sudah kalah?<\/p>\n<p>Jawabannya sama dengan semua hal terkait perubahan iklim: tidak sesederhana itu. Batasan tersebut naik hanya sebulan, kemudian temperatur rata-rata Bumi menurun lagi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242885845\/riset-bakteri-pemakan-metana-bisa-membantu-menahan-laju-pemanasan-global\">Baca: Telah ditemukan bakteri pemangsa metana yang bisa menahan laju pemanasan global<\/a><\/p>\n<p>Dilansir di <strong>The Conversation,<\/strong> Bulan Juli 2023 juga bukanlah yang pertama saat kita melampaui target 1,5&deg;C. Pada Februari 2016 lalu, kejadian serupa berlangsung walaupun cuma beberapa hari.<\/p>\n<p>Pada 2015, suasana dunia berlangsung seperti kita siap memulai aksi memerangi perubahan iklim. Setelah debat panas selama puluhan tahun, sekitar 195 negara mengadopsi Perjanjian Paris.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Perjanjian ini merupakan kesepakatan formal yang tak mengikat dengan kesepakatan yang jelas: membatasi pemanasan global sampai 1,5\u2103 di atas level praindustri untuk menghindari efek terburuk perubahan iklim.<\/p>\n<p>Namun, angka tersebut bukanlah nomor sakti. Setiap kenaikan suhu akan memperburuk dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Lantas mengapa angka 1,5\u2103 begitu krusial? Jawaban utamanya, angka tersebut dipatok sebagai batasan untuk mewakili kegawatan yang akan kita hadapi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24682913\/seperti-ini-dampak-sampah-makanan-pada-lingkungan\">Baca: Dampak sampah makanan pada pemanasan global<\/a><\/p>\n<p>Perjanjian Paris menyatakan usaha menghindari perubahan iklim yang berbahaya, kenaikan temperatur bumi &ldquo;harus berada di bawah 2\u2103&rdquo;. Inilah yang melahirkan batasan 1,5\u2103.<\/p>\n<p>Lalu, apakah itu level berbahaya dari perubahan iklim? Level ini terjadi saat kerusakan akibat perubahan iklim menjadi sangat luas ataupun parah.<\/p>\n<p>Kerusakan ini dapat mengancam perekonomian, ekosistem, pertanian, dan memiliki risiko superbesar yang tak bisa dipulihkan lagi seperti keruntuhan lapisan es ataupun sirkulasi laut.<\/p>\n<p>Yang lebih penting, tingkat pemanasan ini berisiko melampaui batas kemampuan manusia beradaptasi.<\/p>\n<p>Gampangnya, ambang batas 1,5\u2103 adalah &lsquo;jalur terbaik seperti saat kita berada dalam perahu di atas sungai, tanpa dayung&rsquo;.<\/p>\n<p>Apakah kita terlambat? Lalu, apakah kita menyerah saja? Jawabannya, Belum!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242973226\/mungkinkah-dunia-mewujudkan-net-zero-atau-emisi-nol-pada-2050\">Baca: Perjuangan dunia untuk capai emisi nol<\/a><\/p>\n<p>Otoritas global tentang perubahan iklim, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC_, mengartikan 1,5\u2103 sebagai titik landasan suhu rata-rata global yang naik dari rata-rata suhu selama 1850 &#8211; 1900 (praindustrial).<\/p>\n<p>Memang benar bahwa batasan ini sudah terlampaui pada Juli 2023. Namun, iklim tak hanya dilihat dari fenomena sebulan.<\/p>\n<p>Temperatur rata-rata global naik-turun setiap tahun di atas tren pemanasan global. Pasalnya, secara alamiah iklim dari tahun ke tahun bervariasi.<\/p>\n<p>Suhu global beberapa tahun belakangan memang lebih panas dari rata-rata. Namun tren tersebut sebenarnya agak dingin karena fenomena La Ni&ntilde;a yang berturut-turut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Apalagi, tahun ini ada pemanasan signifikan yang terutama berlangsung akibat kejadian El Ni&ntilde;o di kawasan Pasifik. Tahun-tahun El Ni&ntilde;o membuat Bumi menjadi lebih panas.<\/p>\n<p>Agar tren tahunan terlihat lebih jelas, kita biasanya menggunakan data rata-rata selama beberapa dekade.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241225326\/studi-emisi-gas-rumah-kaca-mencapai-titik-tertinggi\">Baca: Riset mengungkap emisi karbon capai rekor pada 2022<\/a><\/p>\n<p>Oleh karena itu, laporan IPCC 2021 menetapkan ambang batas 1,5\u2103 sebagai periode 20 tahun pertama yang dihitung ketika kenaikan suhu global menyentuh 1,5\u2103 (berdasarkan suhu udara di permukaan Bumi).<\/p>\n<p>Penelitian terbaru menunjukkan perkiraan terbaik untuk melewati ambang batas ini adalah pada awal tahun 2030-an.<\/p>\n<p>Artinya, berdasarkan definisi IPCC, rata-rata suhu global antara awal dekade 2020-an dan dekade tahun 2040-an diperkirakan sebesar 1,5&deg;C.<\/p>\n<p><strong>Nyaris melampaui garis merah<\/strong><br \/>Sejauh ini kita memang belum melampaui target Perjanjian Paris. Namun, temperatur Juli lalu menunjukkan kita sedang berada di ujung tanduk.<\/p>\n<p>Saat dunia terus memanas, kita akan terus melihat &lsquo;Juli-juli&rsquo; selanjutnya. Kita akan terus bergerak semakin dekat dengan batas 1,5\u2103, dan pemanasan global akan menjadi lebih berbahaya.<\/p>\n<p>Apakah mungkin pemanasan suhu Bumi ini di bawah 1,5\u2103? Mungkin saja. Kita membutuhkan pemangkasan emisi yang agresif nan ekstrem untuk mencapai kondisi tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/242950614\/pentingnya-green-skills-untuk-antisipasi-perubahan-iklim\">Baca: Pentingnya green skill untuk hadapi perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Jika gagal, kita bakal melampaui target Perjanjian Paris dalam satu dekade mendatang ataupun sesudahnya.<\/p>\n<p>Katakanlah itu batasan itu sudah kita lewati. Apakah artinya kita sudahi saja aksi iklim di dunia ini?<\/p>\n<p>Jangan sampai begitu. Kenaikan suhu 1,5\u2103 saja sudah buruk, apalagi 1,6\u2103. Pemanasan global 2\u2103 lebih buruk lagi. Kenaikan suhu 3\u2103 akan tak terbayangkan. Setiap pergerakan suhu akan sangat krusial.<\/p>\n<p>Sedekat mungkin kita dengan batas itu&ndash;-sekalipun sudah terlewat&ndash;-masih lebih baik.<\/p>\n<p>Saat ini, ada bukti menggembirakan bahwa sekalipun kita sudah melampaui 1,5\u2103, kita masih bisa membalikannya dengan mengakhiri pelepasan emisi gas rumah kaca dan menyedot kelebihannya di atmosfer.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Upaya ini seperti membalikkan kapal kontainer raksasa-&ndash;membutuhkan waktu untuk mengatasi kelambanan kita. Namun, secepat mungkin kita berusaha, maka akan lebih baik.<\/p>\n<p><strong>Penulis:&nbsp;<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/ailie-gallant-4716\" rel=\"author\"><span class=\"fn author-name\">Ailie Gallant<\/span><\/a>,&nbsp;Associate Professor, School of Earth, Atmosphere and Environment, Monash University dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/kimberley-reid-767059\" rel=\"author\"><span class=\"fn author-name\">Kimberley Reid<\/span><\/a>&nbsp;Postdoctoral Research Fellow in Atmospheric Sciences, Monash University<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bulan Juli 2023 menjadi bulan dengan suhu global terpanas dalam sejarah. Pekan lalu Badan Antariksa Eropa mengumumkan rata-rata suhu global pada Juli 2023 sudah mencapai 1,5&deg;C lebih tinggi dibandingkan era praindustri (sejak 1850-an). Dilansir Copernicus.eu, bulan Juli 2023 ditandai pemecahan rekor suhu udara permukaan rata-rata global atau suhu global harian selama empat hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21654,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5539,1533],"class_list":["post-21653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-juli-2023","tag-suhu-global"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21653\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}