{"id":21691,"date":"2026-07-30T02:31:27","date_gmt":"2026-07-30T02:31:27","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21691"},"modified":"2026-07-30T02:31:27","modified_gmt":"2026-07-30T02:31:27","slug":"pemerintah-diminta-dengarkan-masukan-nu-dan-muhammadiyah-soal-konflik-di-pulau-rempang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21691","title":{"rendered":"Pemerintah Diminta Dengarkan Masukan NU dan Muhammadiyah Soal Konflik di Pulau Rempang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah diminta memberikan perhatian serius pada masukan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terkait bentrok di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.<\/p>\n<p>Seperti diketahui,&nbsp;NU dan Muhammadiyah sudah kompak bersuara untuk isu Pualu Rempang yakni perampasan hak rakyat di Pulau Rempang tidak bisa dibenarkan.&nbsp;<\/p>\n<p>Anggota Komisi II DPR Aus Hidayat Nur mengatakan, di dunia hadits dikenal istilah<em>&nbsp;&lsquo;muttafaq &lsquo;alaih&rsquo;&nbsp;<\/em>bila dua perawi besar Bukhari dan Muslim menyampaikan hadits yang sama.<\/p>\n<p>&#8220;Derajat hadits tersebut pun menjadi semakin kuat. Maka seperti itulah perumpamaan bila NU dan Muhammadiyah telah bersuara senada tentang peristiwa Rempang,&rdquo; ujarnya&nbsp; seperti dikutip&nbsp;<strong><em>Parlementaria<\/em><\/strong>, Minggu (17\/9\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/242970977\/izin-investasi-rempang-eco-city-ada-sejak-2004-dpr-jangan-hilangkan-hak-tinggal-masyarakat\">Baca: Kasus Rempang, pemerintah diminta tak merampas hak masyarakat<\/a><\/p>\n<p>Aus memaparkan, baru-baru ini NU melalui Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyatakan bahwa perampasan tanah rakyat yang yang sudah dikelola oleh rakyat selama bertahun-tahun tidak bisa dibenarkan.<\/p>\n<p>Baik melalui proses&nbsp;<em>iqtha&rsquo;<\/em>&nbsp;&nbsp;(redistribusi lahan) oleh pemerintah atau&nbsp;<em>ihya&rsquo;<\/em>&nbsp;&nbsp;(pengelolaan lahan), maka hukum pengambil alihan tanah tersebut oleh Pemerintah adalah haram.<\/p>\n<p>Sementara Muhammadiyah mengeluarkan 8 sikap yang di antaranya meminta agar Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk mengevaluasi dan mencabut proyek Rempang Eco-City sebagai PSN.<\/p>\n<p>&ldquo;Maka sikap dua Ormas Islam besar di Indonesia itu menjadi pemandu masyarakat atas simpang siur berita tentang Rempang yang beredar,&rdquo; ungkap Aus.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/242965687\/komisi-iii-dpr-ikut-dalami-bentrok-aparat-masyarakat-di-pulau-rempang\">Baca: DPR akan dalami kasus bentrokan di Pulau Rempang<\/a><\/p>\n<p>Aus juga meminta agar kini Jokowi tidak merampas tanah masyarakat dan adat secara semena-mena dan membatalkan rencana proyek Rempang Eco-City.<\/p>\n<p>&ldquo;Tindakan aparat yang represif jelas tidak sesuai dengan Pancasila. Tidak adil, zalim dan biadab, serta membahayakan persatuan Indonesia. Investasi ini harus dihentikan demi menjaga keutuhan bangsa,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah diminta memberikan perhatian serius pada masukan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terkait bentrok di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Seperti diketahui,&nbsp;NU dan Muhammadiyah sudah kompak bersuara untuk isu Pualu Rempang yakni perampasan hak rakyat di Pulau Rempang tidak bisa dibenarkan.&nbsp; Anggota Komisi II DPR Aus Hidayat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21692,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3013,4171,2846],"class_list":["post-21691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-muhammadiyah","tag-nu","tag-rempang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21691\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}