{"id":21727,"date":"2026-07-30T02:31:41","date_gmt":"2026-07-30T02:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21727"},"modified":"2026-07-30T02:31:41","modified_gmt":"2026-07-30T02:31:41","slug":"korban-tewas-akibat-bendungan-jebol-di-libya-diperkirakan-mencapai-20-000-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21727","title":{"rendered":"Korban Tewas Akibat Bendungan Jebol di Libya Diperkirakan Mencapai 20.000 Orang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Jumlah korban tewas akibat jebolnya bendungan di Derna, Libya Tiimur terus bertambah.&nbsp;<\/p>\n<p>Wali Kota Derna Abdulmenam al-Ghaithi memperkirakan, jumlah korban tewas di kota yang dipimpinnya bisa mencapai 18 ribu sampai 20 ribu orang. Angka itu didasarkan pada jumlah distrik yang hancur diterjang banjir.<\/p>\n<p>Hingga Sabtu (16\/9\/2023) korban tewas yang berhasil ditemukan mencapai 6000an orang, sementara lebih dari 10.000 lainnya dilaporkan belum ditemukan.&nbsp;<\/p>\n<p>Topan Daniel yang menyabu wilayah Libya Timur pekan lalu melanda beberapa kota yang terdampak banjir bandang, tapi Derna merupakan yang terparah.<\/p>\n<p>Hingga Kamis (14\/9\/2023) puluhan jenazah terdampar ke tepi pantai. Derna berada di antara laut dan dua bendungan. Karena itu, begitu dua bendungan tersebut ambrol, aliran airnya mengirim semua yang dilewatinya ke laut.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/242768432\/demi-bendungan-karian-ratusan-rumah-di-empat-kampung-di-lebak-banten-akan-ditenggelamkan\">Demi Bendungan Karian, Ratusan Rumah di Empat Kampung di Lebak Banten Akan Ditenggelamkan <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Itu termasuk ribuan penduduk yang kini masih hilang. Mereka yang terkubur di balik reruntuhan juga belum bisa dievakuasi.<\/p>\n<p><strong>JawaPos<\/strong> mengutip AFP menyebut, bendungan yang jebol menahan volume air sekitar 1,5 juta ton. Saksi mata mengatakan, ketinggian air mencapai hampir 3 meter di beberapa tempat ketika kejadian.<\/p>\n<p>Padahal, banjir dengan ketinggian 20 sentimeter saja sudah cukup untuk menjatuhkan seseorang dan membuat mobil mengambang.<\/p>\n<p>Jebolnya bendungan diduga karena konstruksinya yang tidak sesuai standard. Bendungan tersebut mungkin dibuat dari tanah atau bebatuan yang ditimbun dan dipadatkan sehingga tak sekuat beton.<\/p>\n<p>Bendungan dari tanah ini lebih rentan runtuh ketika terisi penuh. Situasi bertambah parah karena bendungan tersebut tidak dirawat selama bertahun-tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/242959880\/korban-akibat-bendungan-jebol-di-libya-diperkirakan-mencapai-lebih-dari-5000-orang\">Korban Akibat Bendungan Jebol di Libya Diperkirakan Mencapai Lebih dari 5000 Orang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Libya yang berbasis di Tripoli meminta agar jaksa menyelidiki penyebab runtuhnya bendungan yang menimbulkan petaka di Derna itu.<\/p>\n<p>Ketua Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB Petteri Taalas mengungkapkan, sebagian besar kematian dalam bencana banjir di Libya dapat dicegah kalau saja sistem peringatan dini dan manajemen darurat berfungsi dengan baik.<\/p>\n<p>&rsquo;&rsquo;Jika sistem di Libya berfungsi dengan baik, pasukan manajemen darurat akan mampu mengevakuasi warga dan kita bisa menghindari sebagian besar korban jiwa,&rsquo;&rsquo; ujarnya seperti dikutip Agence France-Presse.<\/p>\n<p>Saat ini tim evakuasi berkejaran dengan waktu agar bisa menguburkan para korban secepatnya. Hal itu dilakukan agar jenazah yang membusuk tidak menjadi sarang penyakit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Jumlah korban tewas akibat jebolnya bendungan di Derna, Libya Tiimur terus bertambah.&nbsp; Wali Kota Derna Abdulmenam al-Ghaithi memperkirakan, jumlah korban tewas di kota yang dipimpinnya bisa mencapai 18 ribu sampai 20 ribu orang. Angka itu didasarkan pada jumlah distrik yang hancur diterjang banjir. Hingga Sabtu (16\/9\/2023) korban tewas yang berhasil ditemukan mencapai 6000an [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2791,5563],"class_list":["post-21727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bendungan","tag-libya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}