{"id":21774,"date":"2026-07-30T02:32:17","date_gmt":"2026-07-30T02:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21774"},"modified":"2026-07-30T02:32:17","modified_gmt":"2026-07-30T02:32:17","slug":"kemarau-panjang-membuat-biaya-tanam-melonjak-untuk-mengairi-sawah-petani-di-lebak-harus-menyewa-pompa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21774","title":{"rendered":"Kemarau Panjang Membuat Biaya Tanam Melonjak, Untuk Mengairi Sawah Petani di Lebak Harus Menyewa Pompa"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kemarau panjang imbas El Nino berdampak besar bagi para petani, termasuk petani di Lebak Banten. Sawah mereka mengalami kekeringan dani serangan hama yang merajalela membuat gagal panen membayang petani.&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan air guna mengairi sawahnya warga menggunakan pompa mandiri, seperti yang dilakukan petani di Cibadak, Lebak, Banten.&nbsp;<\/p>\n<p>Petani yang mampu secara mandiri menggunakan pompa dengan menyedot air dari kali Cisangu agar terpenuhi ketersediaan pasokan air.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami terpaksa memanfaatkan pompa dengan biaya sendiri agar tanaman padi bisa dipanen. Bahkan sejak sepekan kemarin ini sudah habis membeli bahan bakar Rp350 ribu,&rdquo; ungkap Didin&nbsp;&nbsp;seorang petani di Blok Lalay, Cibadak Kabupaten Lebak seperti yang dilansir Antaranews.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/242959880\/korban-akibat-bendungan-jebol-di-libya-diperkirakan-mencapai-lebih-dari-5000-orang\">Korban Akibat Bendungan Jebol di Libya Diperkirakan Mencapai Lebih dari 5000 Orang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, sejak sepekan terakhir ia menggunakan pompa dengan kapasitas tiga inci untuk mengaliri tanaman padi seluas 1 hektare.&nbsp;<\/p>\n<p>Laki-laki berusia 55 tahun ini menjelaskan areal tanaman padi di blok Lalay seluas 30 hektare usia padi rata-rata 30 hari setelah tanam. Sehingga diperlukan pengairan agar tetap tumbuh dan bisa dipanen.<\/p>\n<p>Kondisi serupa juga dialami Yasin. Petani di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak ini dalam mengatasi kekeringan dengan cara menggunakan pompa untuk menyedot air dari Sungai Ciujung.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami hanya menggunakan pompa dengan kapasitas empat inci dan bisa mengaliri lima hektar,&rdquo; jelas Yasin.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan pompa ini, tak bisa dipungkiri biaya produksi menjadi meningkat.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242956455\/pdam-mati-picu-krisis-air-bersih-di-kota-makassar-penjual-air-bersih-dari-sumur-bor-laris-manis\">PDAM Mati Picu Krisis Air Bersih di Kota Makassar, Penjual Air Bersih dari Sumur Bor Laris Manis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut pria berusia 55 tahun ini, pada musim kemarau biaya produksi bisa mencapai Rp13 juta per hektare. Padahal biasanya biaya produksi Rp8 juta\/hektare.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami berharap tanaman padi seluas dua hektare bisa dipanen pada awal November 2023 dengan pompa itu,&rdquo; harap Yasin.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar menjelaskan saat ini pihaknya telah mengajukan pompa ke Pemerintah Provinsi Banten. Tetapi hingga kini belum terealisasi.<\/p>\n<p>Selanjutnya Deni menjelaskan para petani yang memiliki sumber mata air permukaan cukup membutuhkan pompa agar sawah bisa terairi dan padi dapat tumbuh subur dan dipanen.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat membantu pompa untuk mengatasi kekeringan. Bahkan seluas 238 hektar terancam gagal panen akibat kemarau itu,&rdquo; harap Deni.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kemarau panjang imbas El Nino berdampak besar bagi para petani, termasuk petani di Lebak Banten. Sawah mereka mengalami kekeringan dani serangan hama yang merajalela membuat gagal panen membayang petani.&nbsp; Untuk memenuhi kebutuhan air guna mengairi sawahnya warga menggunakan pompa mandiri, seperti yang dilakukan petani di Cibadak, Lebak, Banten.&nbsp; Petani yang mampu secara mandiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[210,2076,25],"class_list":["post-21774","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kekeringan","tag-lebak","tag-petani"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21774"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21774\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}