{"id":2180,"date":"2026-07-30T00:29:49","date_gmt":"2026-07-30T00:29:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2180"},"modified":"2026-07-30T00:29:49","modified_gmt":"2026-07-30T00:29:49","slug":"balai-besar-taman-nasional-bromo-tengger-semeru-temukan-dua-spesies-baru-anggrek-gastrodia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2180","title":{"rendered":"Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Dua Spesies Baru Anggrek Gastrodia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil mengidentifikasi dua spesies baru anggrek yang ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru.<\/p>\n<p>Dua spesies baru&nbsp;anggrek tersebut ditemukan pada awal Januari 2026 dan diberi nama <em>Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis<\/em>.<\/p>\n<p>Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka menyatakan dua spesies anggrek ditemukan oleh petugas yang saat itu sedang melaksanakan patroli kawasan, sekaligus melakukan pengidentifikasian terhadap biodiversitas.<\/p>\n<p>&#8220;Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis sama-sama ditemukan pada awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah catatan atau temuan baru di TNBTS yang mana selama ini belum pernah terdata,&#8221; kata Toni Jumat (27\/3\/2026) seperti dikutip Antaranews.com.<\/p>\n<p>Dua spesies tanaman anggrek ditemukan pada habitat yang relatif sama, yaitu teduh, berhumus tebal, dan cukup lembab di ketinggian 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245832599\/peneliti-brin-temukan-anggrek-akar-tak-berdaun-endemik-pulau-sumatra\">Baca: Peneliti BRIN temukan anggrek akar tak berdaun endemik Pulau Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda.<\/p>\n<p>Untuk spesies baru&nbsp;<em>Gastrodia selabintanensis<\/em> tercatat pada bagian perbungaan memiliki panjang antara 15-25 centimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum.<\/p>\n<p>Kelopak bunga spesies itu memiliki warna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil.<\/p>\n<p>Ukuran mahkota bunga Gastrodia selabintanensis memiliki panjang empat centimeter dan lebar empat centimeter berwarna putih semu serta kuning.<\/p>\n<p>Sedangkan spesies Gastrodia biruensis bagian perbungaannya memiliki panjang 18-32 centimeter dan bunganya berjumlah tiga sampai lima kuntum.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244995483\/peneliti-brin-ingatkan-anggrek-spesies-baru-aerides-obyrneana-akan-jadi-buruan\">Baca: Anggrek spesies baru Aerides obyrneana jadi buruan kolektor<\/a><\/p>\n<p>Bagian kelopak spesies itu berwarna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Ukuran mahkota bunga Gastrodia biruensis memiliki panjang 4-6 centimeter dan lebar 4-5 centimeter dengan warna putih serta oranye.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kedua jenis anggrek ini termasuk tumbuhan mycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya.<\/p>\n<p>Meski demikian pihak balai besar belum menetapkan nama atau penyebutan lokal untuk dua spesies tanaman tersebut.<\/p>\n<p>Temuan baru ini menambah daftar kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi 309 spesies anggrek.<\/p>\n<p>Toni menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya konservasi di kawasan TNBTS sebagai langkah melindungi keberlanjutan habitat tanaman anggrek, khususnya Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.<\/p>\n<p>Toni menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pemetaan sebaran populasi dua jenis anggrek ini dengan cara identifikasi pada lokasi lain pada musim berbunga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil mengidentifikasi dua spesies baru anggrek yang ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru. Dua spesies baru&nbsp;anggrek tersebut ditemukan pada awal Januari 2026 dan diberi nama Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis. Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka menyatakan dua spesies anggrek ditemukan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[45,254],"class_list":["post-2180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anggrek","tag-spesies-baru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2180"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2180\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}