{"id":21812,"date":"2026-07-30T02:32:33","date_gmt":"2026-07-30T02:32:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21812"},"modified":"2026-07-30T02:32:33","modified_gmt":"2026-07-30T02:32:33","slug":"gunung-anak-krakatau-erupsi-abu-vulkanik-1000-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21812","title":{"rendered":"Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik 1000 Meter"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1000 meter. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi kurang 3 menit 28 detik.<\/p>\n<p>Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi membenarkan erupsi tersebut. &ldquo;Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1000 meter diatas puncak gunung atau sekitar 1.157 meter di permukaan laut dengan durasi kurang lebih tiga menit dua detik,&rdquo; jelas Andi seperti yang dikutip dari Antaranews.<\/p>\n<p>Selanjutnya ia memaparkan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya laut.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/242954437\/pemerintah-indonesia-kirim-bantuan-untuk-korban-maroko\">Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pengamatan kegempaan 2 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 22-50 mm dan lama gempa 58-208 detik. <\/p>\n<p>Selain itu terjadi 2 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 22-50 mm, S-P 4-9 detik dengan durasi gempa 1,1-1,8 detik.<\/p>\n<p>Kemudian terjadi 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 3-35 mm, dominan 7 mm.<\/p>\n<p>Dengan kondisi seperti ini, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/242954413\/meski-stok-beras-aman-pemerintah-putuskan-impor-beras-ini-alasannya\">Meski Stok Beras Aman Pemerintah Putuskan Impor Beras, Ini Alasannya <\/a><\/strong><\/p>\n<p>&ldquo;Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga. Dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,&rdquo; urainya. <\/p>\n<p>Sebelumnya, gunung yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan ini mengalami erupsi pada Minggu (10\/09\/2023) pada pukul 12.36 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1000 meter.<\/p>\n<p>Kolom abu gunung yang memiliki posisi geografis di Latitude -6.102&deg;LU, Longitude 105.423&deg;BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl tersebut, teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.<\/p>\n<p>Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 52 detik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/242952789\/rawan-kekeringan-dan-kebakaran-hutan-kabupaten-penajam-paser-utara-dinyatakan-darurat-el-nino\">Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Kabupaten Penajam Paser Utara Dinyatakan Darurat El Nino<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Erupsi ini bukan yang pertama kalinya. Selama bulan Juni 2023, Gunung Anak Krakatau telah erupsi sebanyak 6 kali dengan ketinggian kolom abu bervariasi.<\/p>\n<p>Pada Kamis (20\/07\/2023) pukul 08.52 WIB, erupsi terjadi kembali dan melontarkan abu vulkanik setinggi 2000 meter. Terekam di seismogram amplitudo maksimum kala itu 61 milimeter dan durasi lebih kurang 3 menit 2 detik.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1000 meter. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi kurang 3 menit 28 detik. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi membenarkan erupsi tersebut. &ldquo;Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1000 meter diatas puncak gunung atau sekitar 1.157 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1614,4016,5578],"class_list":["post-21812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-erupsi","tag-gunung","tag-krakatau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}