{"id":2182,"date":"2026-07-30T00:29:50","date_gmt":"2026-07-30T00:29:50","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2182"},"modified":"2026-07-30T00:29:50","modified_gmt":"2026-07-30T00:29:50","slug":"mengenang-peristiwa-bandung-lautan-api-perjuangan-melawan-kolonialisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2182","title":{"rendered":"Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api: Perjuangan Melawan Kolonialisme"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Peringatan Bandung Lautan Api yang sedianya akan dihelat pada 24 Maret tahun ini, ditunda sementara.<\/p>\n<p>Keputusan tersebut diambil Wali&nbsp;kota Bandung Ahmad Farhan karena konsep pelaksanaan dinilai masih perlu dimatangkan agar lebih bermakna dan berdampak.<\/p>\n<p>Farhan menjelaskan, penundaan dilakukan karena momentum tersebut berdekatan dengan masa libur Idulfitri, sehingga persiapan tidak dapat dilakukan secara optimal, terutama untuk latihan dan penyusunan konsep acara.<\/p>\n<p>&ldquo;Konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi. Ada beberapa ide menarik untuk dibuat, tetapi karena munculnya cukup mendadak. Kita butuh waktu untuk menyiapkannya dengan lebih baik,&rdquo; ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (27\/3\/2026).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung menargetkan peringatan akan digelar April 2026 dengan harapan seluruh elemen pendukung dapat dipersiapkan secara maksimal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/246952721\/berkomitmen-kembangkan-green-tourism-ini-yang-dilakukan-pemerintah-kota-bandung\">Baca: Kota Bandung kembangkan green tourism<\/a><\/p>\n<p>Farhan mengatakan, semangat Bandung Lautan Api mencerminkan tekad luar biasa warga Kota Bandung saat itu yang rela berkorban demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p>Pengorbanan tersebut bahkan memiliki dampak besar dalam proses diplomasi internasional.<\/p>\n<p>&ldquo;Peristiwa itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil negosiasi di meja perundingan internasional, termasuk di PBB, sehingga bentuk NKRI tetap utuh dan tidak terpecah,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946, adalah peristiwa pembumihangusan kota Bandung oleh sekitar 200.000 warga dan pejuang (TRI) dalam waktu 7 jam untuk mencegah Sekutu dan NICA menggunakan Bandung sebagai markas strategis.<\/p>\n<p>Dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution, pengungsian ke Bandung&nbsp;selatan ini menjadi simbol nasionalisme<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24570955\/mengenal-kota-kupang-dari-lai-kopan-yang-diperebutkan-belanda-dan-portugis\">Baca: Kota Kupang yang diperebutkan Belanda dan Portugis<\/a><\/p>\n<p>Farhan juga mengingatkan, tanpa peristiwa tersebut, Kota Bandung berpotensi terbelah antara wilayah yang dikuasai kolonial Belanda dan wilayah Republik Indonesia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Justru karena pengorbanan itu, Bandung akhirnya sepenuhnya menjadi bagian dari Republik Indonesia. Maka kita harus menghargai dan menghormati perjuangan luar biasa para pendahulu,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia pun mengajak generasi muda untuk terus meneladani semangat persatuan dan pengorbanan yang ditunjukkan dalam peristiwa Bandung Lautan Api, sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa di masa kini dan masa depan.<\/p>\n<p>Karena itu, peringatan Bandung Lautan Api bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Peringatan Bandung Lautan Api yang sedianya akan dihelat pada 24 Maret tahun ini, ditunda sementara. Keputusan tersebut diambil Wali&nbsp;kota Bandung Ahmad Farhan karena konsep pelaksanaan dinilai masih perlu dimatangkan agar lebih bermakna dan berdampak. Farhan menjelaskan, penundaan dilakukan karena momentum tersebut berdekatan dengan masa libur Idulfitri, sehingga persiapan tidak dapat dilakukan secara optimal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[902,10],"class_list":["post-2182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bandung-lautan-api","tag-kota"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}