{"id":21832,"date":"2026-07-30T02:32:42","date_gmt":"2026-07-30T02:32:42","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21832"},"modified":"2026-07-30T02:32:42","modified_gmt":"2026-07-30T02:32:42","slug":"aksi-damai-aksi-cinta-tolak-pemaksaan-berbusana-dengan-alasan-perintah-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21832","title":{"rendered":"Aksi Damai Aksi Cinta Tolak Pemaksaan Berbusana dengan Alasan Perintah Agama"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Anggota Komunitas Serumpun Bakung dan simpatisan pada Minggu (10\/9\/2023) melakukan aksi damai bertajuk &#8220;Aksi Cinta&#8221;.<\/p>\n<p>Aksi damai ini merupakan bentuk dukungan kepada Siswi-Siswi SMPN 1 Lamongan, Jawa Timur yang dicukur rambutnya oleh salah satu guru karena tidak menggunakan ciput.<\/p>\n<p>Aksi damai &#8220;Aksi Cinta&#8221; dilakukan dalam bentuk jalan santai yang diikuti para perempuan dan anak-anak, di area car free day Jakarta.<\/p>\n<p>Aksi damai Aku Cinta ini mengusung tujuh pesan yang intinya menolak pemaksaan penggunaan pakaian tertentu dengan alasan perintah agama.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/242903766\/dpr-sayangkan-penggundulan-siswi-di-lingkungan-pendidikan\">Baca: DPR sayangkan penggundulan siswi SMP Negeri di Lamongan<\/a><\/p>\n<p>Dalam orasinya, peserta aksi damai &#8220;Aku Cinta&#8221; menyebut pencukuran rambut siswi-siswi SMPN 1 Lamongan merupakan contoh nyata pemaksaan berbusana bagi perempuan yang juga dilakukan oleh perempuan lain, dalam hal ini guru perempuan.<\/p>\n<p>&#8220;Pencukuran rambut perempuan dengan maksud memberi &#8220;efek jera&#8221; justru akan menimbulkan trauma psikologi jangka panjang bagi para siswi tersebut,&#8221; ujar Lia Nathalia perwakilan Komunitas Serumpun Bakung.<\/p>\n<p>Karena itu Komunitas Serumpun Bakung menyerukan semua pihak untuk berhenti&nbsp;mengatur dan memaksa perempuan berbusana tertentu karena tubuh perempuan bukan dosa tapi anugrah dari&nbsp;Sang&nbsp;Pencipta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/242584868\/komnas-perempuan-jangan-jadikan-kritik-pada-kontes-kecantikan-untuk-bungkam-korban\">Baca: Komnas perempuan memandang kontes kecantikan<\/a><\/p>\n<p>Tujuh pesan yang diusung dalam aksi damai ini adalah:&nbsp;<\/p>\n<p>1. Jangan paksa! WE KNOW what to wear.<\/p>\n<p>2. Jangan paksa! Perempuan BISA Memilih Sendiri apa yang dia pakai.<\/p>\n<p>3. Kita penduduk Nusantara beriklim tropis. Kerudung sudah sopan.<\/p>\n<p>4. Para Siswi korban cukur rambut di Lamongan; kalian TIDAK MELANGGAR aturan apapun! We LOVE YOU.<\/p>\n<p>5. Tidak ada hubungan MORAL siswi dengan tutup kepalanya.<\/p>\n<p>6. Habis Gelap Terbitlah Terang. JANGAN sampai GELAP lagi.<\/p>\n<p>7. Rambut adalah Mahkotaku, Karakterku, Harga diriku. I LOVE MY HAIR<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24560320\/mungkinkah-mengikis-pandangan-seksis-dari-industri-film-nasional\">Baca: Mungkinkah menghapus seksisme di dunia film<\/a><\/p>\n<p>Komunitas Serumpun Bakung didirikan lima tahun lalu atas prakarsa puluhan perempuan yang prihatin dengan makin tergerusnya nilai-nilai toleransi di Indonesia dalam berbagai bentuk, termasuk intoleransi berpakaian.<\/p>\n<p>Perempuan &#8220;dipaksa&#8221; berbusana di luar kehendak bebasnya adalah pelanggaran HAM dan bentuk intoleransi.<\/p>\n<p>Bersama dengan bentuk-bentuk intoleran lainnya jika dibiarkan akan semakin menjauhkan bangsa Indonesia dari rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai kebhinnekaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Anggota Komunitas Serumpun Bakung dan simpatisan pada Minggu (10\/9\/2023) melakukan aksi damai bertajuk &#8220;Aksi Cinta&#8221;. Aksi damai ini merupakan bentuk dukungan kepada Siswi-Siswi SMPN 1 Lamongan, Jawa Timur yang dicukur rambutnya oleh salah satu guru karena tidak menggunakan ciput. Aksi damai &#8220;Aksi Cinta&#8221; dilakukan dalam bentuk jalan santai yang diikuti para perempuan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5586,5466],"class_list":["post-21832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aksi-damai","tag-pemaksaan-berbusana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21832\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}