{"id":21836,"date":"2026-07-30T02:32:44","date_gmt":"2026-07-30T02:32:44","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21836"},"modified":"2026-07-30T02:32:44","modified_gmt":"2026-07-30T02:32:44","slug":"pameran-konservasi-melestarikan-binatang-langka-tak-berarti-harus-memiliki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21836","title":{"rendered":"Pameran Konservasi: Melestarikan Binatang Langka Tak Berarti Harus Memiliki"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Selama dua hari ini Mall Sarinah, Jakarta diramaikan pameran konservasi lingkungan yang dihelat Belantara Foundation.<\/p>\n<p>Pameran bertajuk&nbsp; Konservasi Indonesia Maju: Konservasi untuk Kini dan Masa Depan Generasi ini digelar di lantai dasar Mall Sarinah Jakarta pada 9-10 September 2023 di&nbsp;<\/p>\n<p>Pameran ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Muda Mudi Konservasi, yang meliputi kontes foto di backdrop bergambar satwa liar kharismatik dan tumbuhan terancam punah di Indonesia pada 8-17 Agustus 2023.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan ini juga diisi kuliah umum bertemakan Konservasi Biodiversitas dan Satwa Liar di Indonesia pada 10 Agustus 2023 di Universitas Pakuan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24681919\/hari-spesies-terancam-punah-kapan-dan-mengapa-diperingati\">Baca: Mengenal Hari Terancam Punah Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, juga digelar lomba fotografi bertajuk Belantara Snapshot bertemakan Pesona Satwa Liar Indonesia pada 23 &ndash; 31 Agustus 2023 di Instagram.<\/p>\n<p>Selain itu Belantara Learning Series Episode 7 dengan tema Metode Kajian Orangutan dan Kisah dari Lapangan pada 30 Agustus 2023 secara luring dan daring yang dikuti oleh hampir 500 peserta.<\/p>\n<p>&#8220;Kajian secara luring diadakan di Universitas Pakuan, sedangkan daring via aplikasi zoom dan live streaming di channel Youtube Belantara Foundation,&#8221; terang&nbsp;Nur Purba Priambada.<\/p>\n<p>Acara ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka Global Tiger Day yang diperingati setiap 29 Juli, Hari Konservasi Alam Nasional\/HKAN yang diperingati setiap 10 Agustus dan World Elephant Day yang diperingati setiap 12 Agustus serta International Orangutan Day yang diperingati setiap 19 Agustus.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242765101\/klhk-sejumlah-spesies-baru-ditemukan-di-hutan-indonesia\">Baca: KLHK temukan tiga spesies baru di hutan Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna dalam sambutannya mengatakan bahwa acara Muda Mudi Konservasi ini merupakan gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik khususnya generasi muda akan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati dan satwa liar beserta habitatnya di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut Dokumen Rencana Aksi dan Strategi Biodiversitas Indonesia (IBSAP) 2015-2020, Indonesia menjadi rumah bagi 10 persen tumbuhan berbunga, 15 persen serangga, 25 persen ikan, 16 persen amfibia, 17 persen burung, dan 12 persen mamalia dari seluruh yang ada di dunia.<\/p>\n<p>Indonesia memiliki sekitar 28.000 spesies tumbuhan berbunga (urutan ke-7 dunia), 122 spesies kupu-kupu sayap burung (urutan ke-1 dunia yang mana 44 persennya merupakan spesies endemik).<\/p>\n<p>Indonesia juga menjadi rumah bagi 409 spesies amfibi (urutan ke-5 dunia), 755 spesies reptilia (urutan ke-3 dunia), 1.818 spesies burung (28 persen di antaranya endemik) dan 776 spesies mamalia (36 persen di antaranya endemik).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688306\/pro-kontra-konservasi-ex-situ-dalam-pelestarian-satwa\">Baca: Kontroversi konservasi ex situ<\/a><\/p>\n<p>Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan menjelaskan keanekaragaman hayati dan satwa liar di Indonesia juga menghadapi berbagai ancaman,<\/p>\n<p>Salah satunya akibat maraknya perburuan dan perdagangan satwa liar oleh masyarakat, lalu dijadikan sebagai hewan peliharaan. Tak jarang, pemelihara satwa liar berasal dari kalangan tokoh publik\/public figure.<\/p>\n<p>Situasi ini diperparah dengan banyaknya kasus satwa liar peliharaan yang dijadikan sebagai konten media sosial.<\/p>\n<p>Secara tidak langsung, hal ini dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, yang beranggapan bahwa satwa liar boleh dijadikan hewan peliharaan.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal, mencintai satwa liar tidak harus memiliki,&#8221;&nbsp;imbuh Dolly yang juga \u200b anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24684123\/segera-ubah-pola-konsumsi-untuk-merawat-keanekaragaman-hayati\">Baca: Yuk ubah gaya hidup untuk merawat keanekaragaman hayati<\/a><\/p>\n<p>Ancaman lainnya yaitu degradasi habitat, hama dan penyakit, pencemaran, perubahan iklim, serta kerusakan lingkungan lainnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Divisi Profesi Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Akuatik, dan Hewan Eksotik Indonesia (ASLIQEWAN), Nur Purba Priambada menyebutkan bahwa memelihara satwa liar itu bertentangan dengan kesejahteraan satwa, yang mana berpotensi membuat satwa stres, sakit, dan mudah tertular penyakit.<\/p>\n<p>Terutama penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya). Perlu diingat dalam sejarah umat manusia bahwa mayoritas wabah penyakit mematikan yang terjadi adalah penyakit zoonosis seperti rabies, pes, flu burung, ebola, anthrax, SARS, hingga COVID-19.<\/p>\n<p>&ldquo;Sudah saatnya masyarakat stop menormalisasi aktivitas pemeliharaan satwa liar demi menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan dan kelestarian alam, untuk kehidupan manusia yang lebih baik&rdquo;, ujar Purbo, panggilan akrabnya.<\/p>\n<p>Pelibatan masyarakat khususnya generasi muda merupakan kunci bagi keberhasilan pelestarian satwa liar beserta habitatnya. Generasi muda memainkan peran penting sebagai tombak perubahan.<\/p>\n<p>Hal tersebut dapat diwujudkan dengan terlibat aktif dalam mendukung perubahan di lingkungan masyarakat menuju arah yang lebih baik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241780121\/seperti-ini-media-memotret-aksi-lingkungan-yang-dilakukan-kaum-muda\">Baca: Media memotret aksi lingkungan anak muda<\/a><\/p>\n<p>Salah satu kekuatan generasi muda yaitu aktif di media sosial dan cepat viral. Banyak cara untuk terlibat dalam pelestarian satwa liar beserta habitatnya, aksi paling sederhana yaitu melakukan penyadartahuan (awareness), edukasi dan kampanye tentang satwa liar bukan hewan peliharaan di media sosial.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, aksi tak kalah penting yang perlu dilakukan adalah tidak menjadikan satwa liar sebagai hewan peliharaan.<\/p>\n<p>Gerakan ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada masyarakat khususnya generasi muda agar terlibat lebih aktif dalam pelestarian satwa liar dan habitatnya di sekitar mereka.<\/p>\n<p>Pameran yang diselingi talkshow ini diselenggarakan atas kolaborasi dengan Forum HarimauKita (FHK), Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), Eat &amp; Run, Biologeek, dan organisasi penggiat konservasi satwa liar lainnya.<\/p>\n<p>Sejumlah perusahaan swasta seperti APP Sinar Mas, PT Sharp Electronics Indonesia dan Pristinem turut mendukung acara ini. Sebagai media partner yaitu Tempo.co, Majalah Trubus, Forest Insights, Klik Hijau dan Sorot Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242768953\/riset-generasi-z-di-indonesia-memiliki-kesadaran-tinggi-soal-perubahan-iklim\">Baca: Gen Z punya kesadaran tinggi pada lingkungan tapi enggan beraksi<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Selama dua hari ini Mall Sarinah, Jakarta diramaikan pameran konservasi lingkungan yang dihelat Belantara Foundation. Pameran bertajuk&nbsp; Konservasi Indonesia Maju: Konservasi untuk Kini dan Masa Depan Generasi ini digelar di lantai dasar Mall Sarinah Jakarta pada 9-10 September 2023 di&nbsp; Pameran ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Muda Mudi Konservasi, yang meliputi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21837,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[76,17],"class_list":["post-21836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-konservasi","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}