{"id":21864,"date":"2026-07-30T02:32:51","date_gmt":"2026-07-30T02:32:51","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21864"},"modified":"2026-07-30T02:32:51","modified_gmt":"2026-07-30T02:32:51","slug":"bps-hampir-40-persen-warga-tidak-tinggal-di-rumah-layak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21864","title":{"rendered":"BPS: Hampir 40 Persen Warga Tidak Tinggal di Rumah Layak"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Hingga 2022 terdapat sekitar 12 juta rumah tangga di Tanah Air yang belum memiliki rumah. Dan, banyak dari mereka yang tidak tinggal di rumah layak.<\/p>\n<p>Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, baru 60,66 persen rumah tangga di Indonesia yang menempati rumah layak. Hampir 40 persen sisanya bermukim di hunian yang tidak layak.<\/p>\n<p>Beberapa faktor menjadi penyebab rendahnya akses terhadap rumah layak. Salah satunya adalah keterbatasan lahan yang berimplikasi pada harga lahan yang makin mahal.<\/p>\n<p>Kondisi ini membuat harga rumah pun menjadi makin tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah terutama di kota-kota besar dengan tingkat urbanisasi yang tinggi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241769413\/salah-kaprah-pembangunan-hunian-berkonsep-tod-di-indonesia\">Baca: Salah kaprah hunian berkonsep TOD di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Ini menunjukkan bahwa akses terhadap rumah layak ini masih belum bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah,&rdquo; kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti, pada Indonesia Housing Forum 2023, 30 Agustus lalu.<\/p>\n<p>Harga lahan yang semakin mahal di perkotaan, katanya, membuat pembangunan perumahan semakin merambah ke pinggiran kota guna mencari harga tanah yang masih terjangkau.<\/p>\n<p>&ldquo;Namun hal ini malah menimbulkan permasalahan di antaranya transportasi, alih guna lahan serta permasalahan sosial dan ekonomi lainnya karena tempat tinggalnya jauh dari tempat bekerja, akhirnya transportasi yang banyak menimbulkan polusi,&rdquo; papar Diana.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241766983\/gerakan-rumah-mungil-sedang-ngetrend-apa-manfaatnya-untuk-lingkungan\">Baca: Rumah mungil sedang ngetren, ini manfaatnya untuk lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Nasional Habitat for Humanity, Susanto, menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak untuk membantu penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.<\/p>\n<p>Mengutip data pemerintah pada 2023, Susanto menggarisbawahi adanya 29,6 juta rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni.<\/p>\n<p>&ldquo;Akses air bersih juga masalah, karena kalau kita bicara rumah tidak terpisahkan dengan air bersih dan sanitasi, dan masih 28 persen populasi di Indonesia tidak punya akses air bersih,&rdquo; jelas Susanto.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241767884\/harga-rumah-terus-naik-dan-generasi-milenial-sulit-miliki-hunian-ini-yang-dilakukan-pemerintah\">Baca: Harga rumah makin tinggi, milenial kesulitan memiliki hunian<\/a><\/p>\n<p>Menurut Susanto, ada berbagai dampak positif pembangunan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.<\/p>\n<p>Salah satunya dampak kepada pekerjaan di mana rumah layak dapat dijadikan home industries seperti warung, meningkatkan kapasitas ekonomi sebagai agunan.<\/p>\n<p>Selain itu rumah yang layak juga memberikan dampak bagi pendidikan anak-anak karena bisa memiliki ruang belajar, dan membuat anak betah di rumah.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami sudah melihat keluarga-keluarga yang dibantu bukan hanya mendapat rumah tapi juga dampak terhadap kesehatan, dampak terhadap gender, dampak terhadap pekerjaan, dampak pada kesehatan mental, kohesi sosial, dan juga pendidikan,&rdquo; jelas Susanto.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241765803\/alternatif-pembiayaan-rumah-untuk-masyarakat-berpendapatan-rendah\">Baca: Alternatif pembiayaan rumah layak untuk masyarakat berpendapatan rendah<\/a><\/p>\n<p>Habitat for Humanity dalam 26 tahun terakhir telah membangun sebanyak 38.636 rumah bagi masyarakat tidak mampu di 17 provinsi.<\/p>\n<p>Kelompok masyarakat yang disasar bantuan perumahan adalah kelompok rumah tangga dengan status kemiskinan ekstrem yang memiliki penghasilan di bawah Rp500 ribu per bulan.<\/p>\n<p>Direktur Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian PUPR, Fitrah Nur, menjelaskan pihaknya mengoptimalkan penyediaan rumah layak dengan melanjutkan program sejuta rumah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242752981\/perumahan-di-penyangga-jakarta-tak-dilengkapi-transportasi-publik-warga-kudu-mikir-beli-kendaraan\">Baca: Banyak perumahan tak dilengkapi layanan transportais publik yang memadai<\/a><\/p>\n<p>Program itu bertujuan meningkatkan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, terutama untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.<\/p>\n<p>&ldquo;Sejuta rumah ini bukan berarti PUPR yang membangun ya tetapi inilah semua stakeholder perumahan membangun rumah layak bagi masyarakat, rata-rata komposisinya adalah 70 persen adalah rumah untuk MBR,&rdquo; jelas Fitrah Nur.<\/p>\n<p>Sejak 2015 hingga 2022, sudah terdapat sekitar 7,99 juta unit rumah layak yang dibangun melalui program sejuta rumah itu.<\/p>\n<p>Sumber: VOA Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Hingga 2022 terdapat sekitar 12 juta rumah tangga di Tanah Air yang belum memiliki rumah. Dan, banyak dari mereka yang tidak tinggal di rumah layak. Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, baru 60,66 persen rumah tangga di Indonesia yang menempati rumah layak. Hampir 40 persen sisanya bermukim di hunian yang tidak layak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5589],"class_list":["post-21864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-rumah-layak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21864"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21864\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}