{"id":21900,"date":"2026-07-30T02:33:04","date_gmt":"2026-07-30T02:33:04","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21900"},"modified":"2026-07-30T02:33:04","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:04","slug":"luhut-china-butuh-20-tahun-untuk-atasi-polusi-udara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21900","title":{"rendered":"Luhut: China Butuh 20 Tahun untuk Atasi Polusi Udara"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Masalah polusi udara hingga kini masih menjadi PR bersama pemerintah, industri dan masyarakat.&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, mengatasi polusi udara merupakan pekerjaan maraton yang panjang dan&nbsp;tidak semudah orang membalikkan telapak tangan.<\/p>\n<p>Perlu komitmen pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan kerjasama semua pihak&nbsp;agar polusi udara dapat segera diatasi.<\/p>\n<p>Pemerintah mengakui mengatasi masalah polusi udara tak mudah.&nbsp;Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk bersabar dan mendukung semua upaya pemerintah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242882658\/terkait-polusi-udara-di-jakarta-greenpeace-minta-pemerintah-tak-berikan-solusi-palsu\">Baca: Pemerintah diminta tak beri solusi palsu soal polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Luhut mencontohkan China yang mengalami masalah yang sama, butuh waktu 20 tahun untuk mengatasinya.<\/p>\n<p>&#8220;Lihat China itu, 20 tahun baru bisa selesaikan. Terakhir itu 2013 sampai 2017, empat tahun itu mereka intensif sekali. Kita juga akan nanti begitu juga,&#8221; kata Luhut seperti&nbsp;yang dikutip Detik.com pada Rabu (6\/9\/2023).<\/p>\n<p>Pemerintah, lanjut Luhut, kini tengah melakukan melangsungkan kajian terhadap<br \/>penyebab polusi udara lewat program kemitraan Indonesia-Australia untuk<br \/>perekonomian (Prospera).&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang lagi dihitung mereka (Prospera). Ini kan bukan seperti balik tangan.<br \/>Kadang banyak teman-teman itu pikir kok nggak begini ya Kan begitu harus<br \/>dihitung,&#8221; jelas Luhut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242879264\/berbagai-opsi-jangka-pendek-atasi-polusi-udara-di-jakarta\">Baca: Berbagai opsi jangka pendek untuk atasi polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Luhut juga menyinggung tentang rencana untuk menutup&nbsp;<br \/>pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara. Karena itu pihaknya kini tengah<br \/>menyiapkan insentif untuk para operatornya.<\/p>\n<p>Tetapi ia tak merinci bagaimana skema insentif tersebut akan diterapkan. Luhut memaparkan saat ini sektor transportasi yang paling banyak&nbsp;menyumbang polusi udara melalui emisi karbon yang tinggi.<\/p>\n<p>Bahan bakar dengan angka oktan rendah pun berpotensi menghasilkan emisi lebih besar.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Hasil pengetesan di lapangan sekarang 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi. Nah jadi sekarang kita mau perbaikin dulu bahan bakarnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242939527\/4-unit-pembangkit-pltu-suralaya-dimatikan-tak-signifikan-kurangi-polusi-udara\">Baca: 4 unit pembangkit PLTU Suralaya ditutup<\/a><\/p>\n<p>Pertimbangan tersebut yang menjadi dasar rencana pemerintah untuk menghapus Pertalite. Sebagai gantinya pengguna pertalite dapat beralih ke Pertamax Green 92.<\/p>\n<p>Luhut mengatakan, penghapusan Pertalite ini sejalan dengan rencana pengalihan BBM fosil menuju ke BBM campur etanol demi menurunkan angka emisi di Tanah<br \/>Air.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti kita lakukan semua itu nanti. Sekarang lagi dihitung ini kan apa namanya<br \/>supaya ini kan masalah polusi juga. Jadi kita mau etanol berapa persen supaya<br \/>oktannya turun,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya pemerintah pusat bekerjasama dengan pemprov DKI telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi masalah polusi udara. Diantaranya melakukan uji emisi kendaraan dan menindak pengendara yang kendaraannya tak lulus uji emisi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241767322\/polusi-udara-di-jakarta-makin-parah-apa-kabar-pembatasan-kendaraan-bermotor\">Baca: Pembatasan kendaraan bermotor mendesakk dilakukan untuk atasi polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Upaya lainnya adalah dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) Konvensional. TMC Konvensional itu bisa dilakukan tidak hanya di atas wilayah DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Metode ini juga memungkinkan dilakukan di atas wilayah lain seperti di atas Bekasi, Kepulauan&nbsp;Seribu atau Tangerang untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, beberapa waktu yang lalu Polda Metro Jaya mengerahkan 4 unit kendaraan water cannon Brimob untuk menyemprot kedua sisi jalan protokol Jenderal Sudirman hingga ke Bundaran Senayan, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan&nbsp;(KLHK) membentuk tim mengawasi dan menindak sumber-sumber pencemaran&nbsp;tak bergerak seperti PLTU maupun Pembangkit&nbsp;Listrik Tenaga Diesel (PLTD), industri, pembakaran sampah terbuka, limbah&nbsp;elektronik, dan lain sebagainya di wilayah Jabodetabek.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Masalah polusi udara hingga kini masih menjadi PR bersama pemerintah, industri dan masyarakat.&nbsp; Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, mengatasi polusi udara merupakan pekerjaan maraton yang panjang dan&nbsp;tidak semudah orang membalikkan telapak tangan. Perlu komitmen pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan kerjasama semua pihak&nbsp;agar polusi udara dapat segera diatasi. Pemerintah mengakui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21901,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1418,402],"class_list":["post-21900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-china","tag-polusi-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21900\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}