{"id":21928,"date":"2026-07-30T02:33:14","date_gmt":"2026-07-30T02:33:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21928"},"modified":"2026-07-30T02:33:14","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:14","slug":"smp-negeri-di-gowa-ini-punya-ekskul-anti-bullying","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21928","title":{"rendered":"SMP Negeri di Gowa Ini Punya Ekskul Anti-Bullying"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Awal Agustus lalu, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makariem merilis peraturan untuk mengatasi masalah kekerasan di lingkungan sekolah yang sering disebut dengan aturan anti-bullying.&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk menghentikan kekerasan termasuk perundungan, sekolah diminta membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) atau anti-bullying yang bertugas menerima laporan dugaan kekerasan hingga memberikan rekomendasi sanksi.<\/p>\n<p>Di SMP Negeri 3 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tim yang berfungsi mencegah perundungan atau anti-bullying sudah hadir sejak 2018.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/242899876\/soal-skripsi-dan-tesis-nadiem-bilang-bukan-dihapus-tapi-keputusan-diserahkan-ke-perguruan-tinggi\">Baca: Skripsi tidak dihapus tetapi diserahkan kepada masing-masing kampus<\/a><\/p>\n<p>Mereka tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Agen Perubahan, yang biasa disebut Tim Ambassador atau tim anti-bullying<\/p>\n<p>&ldquo;Ini sangat mendukung iklim dan budaya sekolah, belajar yang efektif,&rdquo; ungkap Fajar Ma&rsquo;ruf, kepala SMPN 3 Sungguminasa, kepada VOA (25\/8\/2023).<\/p>\n<p>&ldquo;Semakin turun tindakan-tindakan penyimpangan yang terjadi kepada anak-anak di sekolah, karena mereka (anggota Agen Perubahan, red.) menunjukkan tidak bisa lagi ada yang namanya perundungan atau bullying verbal, fisik.&rdquo;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/242652353\/belum-tentu-dihapus-pemerintah-akan-mengkaji-secara-mendalam-sistem-zonasi-di-ppdb\">Baca: Sistem zonasi di PPDB akan dikaji secara mendalam, bukan dihapus<\/a><\/p>\n<p>Kegiatan anti-bullying bermula dari sebuah proyek percontohan yang digagas pemerintah bersama Dana Anak PBB (UNICEF) dan Yayasan Indonesia Mengabdi.<\/p>\n<p>Setelah proyek itu rampung dalam enam bulan, pihak sekolah memutuskan untuk melanjutkannya sebagai kegiatan ekstrakurikuler anti-bullying hingga saat ini.<\/p>\n<p>Tidak seperti dalam proyek percontohan, di mana pelajar dipilih untuk menjadi anggota tim anti-bullying, sejak menjadi ekskul, mereka bebas mendaftar. Kini ada 40 pelajar yang menjadi agen perubahan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241767974\/banyak-kecurangan-ditemukan-di-ppdb-haruskah-sistem-zonasi-dihapus\">Baca: Beragam kecurangan di PPDB dengan sistem zonasi<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Mereka memantau, ada tidak perilaku bullying di kelasnya,&rdquo; kata Tanti Agustina, pembina ekskul anti-bullying tersebut, melalui Zoom.<\/p>\n<p>&ldquo;Tentunya mereka sebagai konselor sebaya memberikan pemahaman kepada teman-temannya tentang perilaku negatif yang mereka lakukan.&rdquo;<\/p>\n<p>Anggota Agen Perubahan harus mengikuti latihan dasar kepemimpinan agar dapat menjadi sosok yang disegani dan memberikan contoh positif bagi teman-temannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24573838\/tepatkah-keputusan-nadiem-makarim-hapus-tes-calistung-untuk-masuk-sd\">Baca: Mengapa tes calistung dihapus dari seleksi masuk SD<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mengubah pola pikir siswa saat menghadapi tindak perundungan.<\/p>\n<p>&ldquo;Banyak yang kalau lihat bullying, yang lain tidak mau melerai atau membantu korban, cuma melihat atau menonton saja, atau menertawakannya,&rdquo; kata Enjelika Roy, salah satu siswi yang menjadi agen perubahan, kepada VOA.<\/p>\n<p>Tanti paham risiko yang dihadapi Enjelika dan anggota lainnya saat berhadapan dengan pelaku bullying. Selain kerap disebut &ldquo;tukang lapor,&rdquo; mereka juga tak jarang menjadi target perundungan pelaku.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241327506\/ingin-memasukkan-anak-ke-homeschooling-pertimbangkan-beberapa-hal-ini\">Baca: Pertimbangkan hal ini sebelum memasukkan anak ke Homeschooling<\/a><\/p>\n<p>Hal inilah yang dialami Abdul Fatir Jiwansyah, ketua ekskul anti-bullying tersebut.<\/p>\n<p>&ldquo;(Pelaku) langsung marah, marah-marah ke saya, jadi saya nggak mau ambil risiko, saya langsung saja tanya ke pembina, Bu Tanti atau guru-guru yang ada di sekolah, agar memberikan hukuman edukasi saja supaya (pelaku) nggak mengulangi perbuatannya lagi,&rdquo; ujar Fatir.<\/p>\n<p>Tanti memang meminta anggotanya hanya melakukan intervensi langsung ketika kondisinya tidak membahayakan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24767010\/riset-pembelajaran-berpusat-pada-siswa-tak-menjamin-keberhasilan\">Baca: Pembelajaran berpusat pada siswa belum tentu cocok untuk semua orang<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kami memang menyampaikan kepada mereka, &lsquo;Kalian kan bisa mengukur ini teman yang bisa diberikan pemahaman, mana yang tidak,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p>Setelah menerima laporan, guru Bimbingan Konseling itu akan mengajak pelaku berbicara untuk mengetahui alasan mereka melakukan perundungan. Seringkali ia menemukan bahwa pelaku menghadapi masalah di rumah dan melampiaskannya di sekolah.<\/p>\n<p>&ldquo;Biasanya dia merasa kurang diperhatikan di rumahnya,&rdquo; ungkap Tanti, yang sudah empat tahun membina ekskul itu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24687089\/mengapa-metode-pendidikan-montessori-makin-diminati\">Baca: Mengapa pendidikan montessori makin diminati<\/a><\/p>\n<p>Meski demikian, ia tak langsung memanggil orang tua atau wali pelaku setelah laporan pertama. Ia akan terlebih dahulu membina dan melihat perkembangan mereka.<\/p>\n<p>Jika setelah itu perilaku bullying tidak berlanjut, maka pemanggilan orang tua atau wali tidak dilakukan. Namun jika pelaku kembali berulah, maka sebaliknya.<\/p>\n<p>Masalahnya, Tanti kadang menemukan orang tua pelaku tidak mau tahu masalah anaknya di sekolah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24683448\/pkbm-harapan-untuk-mereka-yang-putus-sekolah\">Baca: PKBM alternatif bagi mereka yang putus sekolah<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kita kan butuh kerja sama dengan orang tua dalam hal ini, untuk mengubah sebuah perilaku, karena kan anak-anak bermacam-macam karakternya. Ada anak-anak yang mungkin disampaikan oleh gurunya bisa langsung berubah, ada yang perlu bantuan orang tua.&rdquo;<\/p>\n<p>Fenomena tersebut sering ditemukan Philipus Yusenda, fasilitator pendidikan nilai di Empathic Living.<\/p>\n<p>&ldquo;Paradigma outsourcing itu jadi sangat kuat, bahwa sekolah adalah tempat untuk outsourcing pembentukan mental anak,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sumber: VOA Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Awal Agustus lalu, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makariem merilis peraturan untuk mengatasi masalah kekerasan di lingkungan sekolah yang sering disebut dengan aturan anti-bullying.&nbsp; Untuk menghentikan kekerasan termasuk perundungan, sekolah diminta membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) atau anti-bullying yang bertugas menerima laporan dugaan kekerasan hingga memberikan rekomendasi sanksi. Di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5601,160],"class_list":["post-21928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anti-bullying","tag-sekolah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}