{"id":21942,"date":"2026-07-30T02:33:19","date_gmt":"2026-07-30T02:33:19","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21942"},"modified":"2026-07-30T02:33:19","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:19","slug":"karhutla-terjadi-di-mana-mana-semua-pihak-harus-bahu-membahu-memadamkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21942","title":{"rendered":"Karhutla Terjadi di Mana-mana, Semua Pihak Harus Bahu Membahu Memadamkan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meluas dengan cepat sepanjang Juli-Agustus 2023.<\/p>\n<p>Menurut MADANI Berkelanjutan karhutla tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu.<\/p>\n<p>Dalam model Area Indikatif Terbakar (AIT) yang dikembangkan MADANI Berkelanjutan, selama Januari &#8211; 21 Agustus 2023 karhutla telah menghanguskan 262 ribu hektare lahan, lebih besar dari karhutla tahun lalu yang mencapai 204 ribu hektare.<\/p>\n<p>Di dalamnya, Area Indikatif Terbakar di ekosistem gambut sudah mencapai 45 ribu hektare.<\/p>\n<p>&ldquo;Kebakaran di gambut perlu ditanggulangi segera karena dapat menimbulkan kabut asap yang sangat membahayakan kesehatan masyarakat dan kerugian ekonomi,&rdquo; ujar Yosi Amelia, Program Officer Hutan dan Iklim MADANI Berkelanjutan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/242912533\/gubernur-khofifah-pimpin-water-bombing-atasi-karhutla-di-gunung-arjuno\">Baca: Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Agar tidak terbakar lagi, ekosistem gambut yang terbakar juga perlu dimasukkan ke dalam Peta Prioritas Restorasi Gambut 2024.&rdquo;<\/p>\n<p>Dari sisi wilayah, sepuluh provinsi paling rawan mengalami karhutla adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Papua, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Riau, dan Aceh.<\/p>\n<p>Pada periode Januari-21 Agustus 2023, ke-10 provinsi tersebut memiliki luas Area Indikatif Terbakar paling tinggi.<\/p>\n<p>Di tingkat kabupaten, 10 kabupaten paling rawan adalah Kabupaten Sanggau, Ketapang, Merauke, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Hulu Sungai Selatan, Kubu Raya, dan Tanah Laut.<\/p>\n<p>Area Indikatif Terbakar di Kabupaten Sanggau bahkan naik 147 kali lipat pada periode Juni ke Agustus.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242895394\/kebakaran-hutan-di-gunung-ciremai-berhasil-dipadamkan-150-hektare-lahan-hangus-terbakar\">Baca: Karhutla di Gunung Ciremai hanguskan 150 hektare lahan<\/a><\/p>\n<p>Para pihak harus bergerak bahu-membahu menanggulangi karhutla di daerah-daerah paling rawan dengan memperhatikan kesehatan masyarakat dan kebutuhan masyarakat adat dan lokal di tingkat tapak.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan potensi karhutla yang semakin besar dalam beberapa bulan ke depan, kami mendorong lembaga-lembaga di pusat dan daerah yang telah dimandatkan dalam Inpres Penanggulangan Karhutla untuk berkomitmen melaksanakan tugas dan dan kewajibannya,&rdquo; ujar Sadam Afian, Legal Officer MADANI Berkelanjutan.<\/p>\n<p>Jika tidak ditangani dengan tepat, karhutla akan menghambat upaya Pemerintah untuk mencapai target iklim nasional.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, sektor hutan dan lahan merupakan kunci yang sangat vital dalam pencapaian komitmen iklim Indonesia dalam NDC (Nationally Determined Contribution).<\/p>\n<p>Hal ini juga erat hubungannya dengan Indonesia&rsquo;s FOLU Net Sink 2030 sebagai strategi yang menjamin keselarasan dengan target Paris Agreement yang menargetkan karhutla ditekan hingga nol.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242919108\/ganjar-pranowo-minta-bnpb-datangkan-helipkoter-untuk-padamkan-kebakaran-di-gunung-sumbing\">Baca: Karhutla di Gunung Sumbing belum teratasi<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&ldquo;Penanggulangan tidak boleh hanya difokuskan pada pemadaman api, tetapi juga harus mencakup penanganan masyarakat yang terdampak asap dan bantuan pembukaan lahan tanpa membakar untuk masyarakat adat dan lokal&rdquo; imbuh Resni Soviyana, Program Officer Pembangunan Hijau MADANI Berkelanjutan.<\/p>\n<p>&ldquo;Selain itu, pemerintah provinsi Aceh dan Papua pun perlu segera menetapkan status siaga darurat karhutla karena masuk sepuluh provinsi dengan Area Indikatif Terbakar paling besar namun belum menetapkan siaga darurat.&rdquo;<\/p>\n<p>Area terindikasi terbakar di wilayah izin dan konsesi meningkat berkali-kali lipat dari Juni ke Agustus.<\/p>\n<p>Area indikatif terbakar paling tinggi dari Januari-21 Agustus 2023 terdapat di izin perkebunan sawit dengan 40 ribu hektare, disusul PBPH-HT (hutan tanaman) dengan 22,7 ribu hektare, dan konsesi migas dengan 20,3 ribu hektare.<\/p>\n<p>Pemerintah diminta untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di area izin dan konsesi dengan Area Indikatif Terbakar terluas.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak kalah penting, di tahun politik ini potensi pemberian izin di area hutan alam dan ekosistem gambut akan mengindikasikan praktik yang tidak memperhatikan perspektif pembangunan berkelanjutan,&rdquo; tutup Sadam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meluas dengan cepat sepanjang Juli-Agustus 2023. Menurut MADANI Berkelanjutan karhutla tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu. Dalam model Area Indikatif Terbakar (AIT) yang dikembangkan MADANI Berkelanjutan, selama Januari &#8211; 21 Agustus 2023 karhutla telah menghanguskan 262 ribu hektare lahan, lebih besar dari karhutla tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[224],"class_list":["post-21942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-karhutla"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21942"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21942\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}