{"id":21950,"date":"2026-07-30T02:33:24","date_gmt":"2026-07-30T02:33:24","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21950"},"modified":"2026-07-30T02:33:24","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:24","slug":"belum-setahun-diresmikan-kondisi-jalan-cihideung-tasikmalaya-memprihatinkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=21950","title":{"rendered":"Belum Setahun Diresmikan, Kondisi Jalan Cihideung Tasikmalaya Memprihatinkan"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <br \/><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Lokasi pedestrian Jalan MZ. Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya saat ini&nbsp;sangat berbeda kondisinya ketika baru diresmikan bulan Oktober 2022 lalu.<\/p>\n<p>Drai pantauan 7cloud.asia, beberapa sarana di Jalan Cihideung Tasikmalaya seperti bangku berbentuk sepatu kini sudah mulai kusam&nbsp;warnanya. Beberapa catnya juga sudah mulai mengelupas. Beberapa tiang juga&nbsp;tampak miring.<\/p>\n<p>Kondisi Jalan Cihideung Tasikmalaya juga diperparah dengan banyaknya sampah yang berserakan di lokasi ini,&nbsp;meski di beberapa sudut telah disediakan tempat sampah.<\/p>\n<p>Saat <strong>7cloud.asia<\/strong> berjalan menyusuri&nbsp;Jalan Cihideung Tasikmalaya beberapa waktu lalu,&nbsp;tidak tampak petugas kebesihan yang membersihkan lokasi ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242768277\/temukan-suasana-malioboro-di-jalan-cihideung-tasikmalaya\">Baca: Jalan Cihideung Tasikmalaya ditata tak ubahnya Malioboro<\/a><\/p>\n<p>Hanya tampak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) datang bergerombol menertibkan pedagang yang masih berjualan menggunakan gerobak.<\/p>\n<p>Memang, sejak Jalan Cihideung Tasikmalaya ini, ditata para pedagang kaki lima hanya diperbolehkan&nbsp;berjualan dengan menggunakan tenda.<\/p>\n<p>Jumlah mereka ratusan, berjajar di sepanjang Jalan MZ. Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya.<\/p>\n<p>Kondisi pedestrian ini banyak dikeluhkan oleh pengunjung. Ellya, misalnya. Perempuan berkacamata itu merasa miris dengan kondisi saat ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya pikir nggak ada yang berjualan sama sekali di pinggir jalan. Ternyata tetap banyak. Lihat aja jadi&nbsp;kotor, ga enak dipandang,&rdquo; keluh Ellya saat ditemui 7cloud.asia pada Senin&nbsp;(21\/08\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242432345\/kawasan-malioboro-ditataulang-sesuai-maknanya-dalam-sumbu-filosofi-yogyakarta\">Baca: Jalan Malioboro ditata sesuai peran dan posisinya dalam sumbu filosofi<\/a><\/p>\n<p> <!--img2--> <\/p>\n<p>Ellya menambahkan kondisi akan semakin semrawut dan kotor saat malam<br \/>minggu sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang.<\/p>\n<p>Padahal, lanjut Ellya, saat baru pertama diresmikan tidak banyak pedagang kaki<br \/>lima. Suasana nyaman, bersih serta segala fasilitas publik juga masih terawat baik.<\/p>\n<p>Namun, Ellya tidak ingin mematikan mata pencaharian para pedagang kaki lima.<br \/>Menurutnya para pedagang tersebut dapat ditempatkan di satu lokasi sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi pengunjung males datang kesini, kotor. Paling cuma foto-foto sebentar terus pergi,&rdquo; kata Ellya.<\/p>\n<p>Apa yang dikatakan Ellya memang benar adanya. Siang itu jalan ini tampak sepi pengunjung. Hanya beberapa orang&nbsp;berlalu lalang di lokasi ini. Umumnya mereka hanya melihat-lihat barang dan berswa&nbsp;foto.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241779909\/terowongan-stasiun-tugu-difungsikan-perjalanan-ke-yogyakarta-dengan-kereta-makin-nyaman\">Baca: Stasiun Tugu ditata sesuai pengembangan konsep sumbu filosofi<\/a><\/p>\n<p>Jumlah pengunjung ini berbanding terbalik dengan jumlah pedagang kaki lima yang berjajar menawarkan dagangannya. Berbagai macam barang yang mereka<br \/>tawarkan.<\/p>\n<p>Mulai dari makanan, minuman, aneka buah, pakaian hingga perabotan&nbsp;rumah tangga. Namun, hanya sedikit pengunjung yang datang untuk membeli barang dagangan mereka.<\/p>\n<p>Tentu saja, kondisi sepi pembeli seperti ini dikeluhkan oleh pedagang.<\/p>\n<p>Ibu Yati, salah seorang pedagang jeruk misalnya. Ia mengaku sejak lokasi<br \/>pedestrian ini ditata, dalam sehari hanya mampu mengantongi uang sekitar 300 ribu.<\/p>\n<p>&ldquo;Dulu (sebelum ditata) saya dapet 800 ribu sehari. Sepi sekarang. Orang males jalan kaki kesini. Karena nggak boleh bawa kendaraan,&rdquo; ungkap Ibu Yati.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241708131\/prinsip-alon-alon-waton-kelakon-yogyakarta-layak-jadi-slow-city\">Baca: Kenali gaya hidup alon-alon waton kelakon ala warga Kota Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Persoalan PKL yang masih tetap dipertahankan di&nbsp;Jalan Cihideung Tasikmalaya pernah disoroti&nbsp;oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya H Abun&nbsp;Bunyamin.<\/p>\n<p>Menurutnya PKL yang jumlahnya mencapai 231 tersebut harus dipindahkan ke<br \/>tempat yang representatif.<\/p>\n<p>&ldquo;Solusinya ya PKL harus dipindahkan,&rdquo; kata Abun seperti yang dilansir Radar Tasik.<\/p>\n<p>Jumlah PKL tersebut akan terus bertambah dengan kedatangan PKL yang baru.<br \/>Karena itu, menurut Abun, mustahil Jalan Cihideung akan tertata rapi.<\/p>\n<p>Namun, Abun mengingatkan agar relokasi PKL jangan sampai membunuh<br \/>penghidupan mereka. Penempatannya harus di lokasi yang memang potensial untuk berdagang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242654964\/sejarah-panjang-palembang-sebagai-kota-tertua-di-indonesia\">Baca: Inilah kisah kota tertua di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Jangan sembarangan juga penempatannya,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Pihaknya menyarankan agar PKL dipindahkan ke eks Kantor Pemda Kabupaten<br \/>Tasikmalaya. Menurutnya lokasi tersebut masih cukup menjanjikan untuk PKL<br \/>berjualan.<\/p>\n<p>&ldquo;Masih pusat kota, dan lokasinya juga sangat dekat dengan Jalan<br \/>Cihideung, Tasikmalaya&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Tetapi langkah ini perlu komunikasi antar Pemkab dan Pemkot Tasikmalaya. Karena Kadin Kota pun juga melakukan koordinasi dengan Kadin Kabupaten Tasikmalaya.<\/p>\n<p>Reperter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Lokasi pedestrian Jalan MZ. Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya saat ini&nbsp;sangat berbeda kondisinya ketika baru diresmikan bulan Oktober 2022 lalu. Drai pantauan 7cloud.asia, beberapa sarana di Jalan Cihideung Tasikmalaya seperti bangku berbentuk sepatu kini sudah mulai kusam&nbsp;warnanya. Beberapa catnya juga sudah mulai mengelupas. Beberapa tiang juga&nbsp;tampak miring. Kondisi Jalan Cihideung Tasikmalaya juga diperparah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":21951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5609],"class_list":["post-21950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jalan-cihideung-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21950\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}