{"id":22004,"date":"2026-07-30T02:33:44","date_gmt":"2026-07-30T02:33:44","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22004"},"modified":"2026-07-30T02:33:44","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:44","slug":"dpr-sayangkan-penggundulan-siswi-di-lingkungan-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22004","title":{"rendered":"DPR Sayangkan Penggundulan Siswi di Lingkungan Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kejadian di mana seorang guru menggunduli belasan siswi SMP di Sukodadi, Lamongan Jawa Timur, sebagai bentuk sanksi atau hukuman kepada siswa yang melanggar menjadi sorotan.<\/p>\n<p>Tindakan ini dinilai telah mencoreng dunia pendidikan. Seharusnya setiap hukuman bagi pelajar bersifat pembinaan yang mendidik, bukan sebuah bentuk intimidasi dari seorang guru kepada murid. &nbsp;<\/p>\n<p>Menggunduli rambut siswi dinilai sebagai tindakan yang mempermalukan dan justru mereduksi unsur pendidikan yang diberikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/241782731\/cara-cerdas-menumbuhkan-motivasi-belajar-anak-jangan-pernah-memarahi-saat-anak-nggak-paham\">Baca: Cara cerdas menumbuhkan motivasi belajar pada anak<\/a><\/p>\n<p>Ketua DPR Puan Maharani menyayangkan kejadian ini, dan berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di lingkungan pendidikan.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, penuh penghargaan, dan menghormati hak-hak fundamental setiap individu&#8221; ujar seperti dikutip Parlementaria,&nbsp;Kamis (31\/8\/2023).<\/p>\n<p>Puan menyayangkan hukuman yang dilakukan guru berinisial EN tersebut kurang bijaksana dan tidak mencerminkan kebajikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24633527\/cara-mudah-mengenalkan-kebiasaan-membaca-pada-anak-sejak-dini\">Baca: Cara mudah menumbuhkan minat membaca sejak dini<\/a><\/p>\n<p>Sebab itu, ungkapnya, aturan yang jelas dan sanksi yang proporsional harus diatur dalam peraturan sekolah. Hal ini penting demi melindungi pelajar dan citra institusi pendidikan.<\/p>\n<p>Menurutnya, menggunduli rambut siswi sebagai bentuk hukuman bukanlah pendekatan yang baik di lingkungan pendidikan dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran atas hak asasi manusia (HAM), khususnya hak-hak bagi anak.<\/p>\n<p>&#8220;Bentuk sanksi atau hukuman kepada siswa seharusnya bersifat membina, bukan intimidasi dan sikap merendahkan yang membuat siswa merasa tertekan,&rdquo; tandasnya.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24687089\/mengapa-metode-pendidikan-montessori-makin-diminati\">Baca: Pendidikan montessori makin diminati<\/a><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Puan menilai perlu menerapkan kebijakan sekolah yang jelas terkait dengan hak asasi siswa.<\/p>\n<p>Termasuk hak untuk berpakaian sesuai keyakinan dan identitas pribadi. Ia menegaskan tidak seharusnya pihak sekolah memaksa siswa untuk mengenakan pakaian tertentu.&nbsp;<\/p>\n<p>Maka dari itu, dirinya berharap adanya evaluasi berkala guna memastikan lingkungan pendidikan menjadi ruang tumbuh dan berkembang dengan penuh rasa aman, hormat, dan merdeka.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24573838\/tepatkah-keputusan-nadiem-makarim-hapus-tes-calistung-untuk-masuk-sd\">Baca: Alasan mengapa tes calistung dihapus dari seleksi masuk siswa SD<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kejadian di mana seorang guru menggunduli belasan siswi SMP di Sukodadi, Lamongan Jawa Timur, sebagai bentuk sanksi atau hukuman kepada siswa yang melanggar menjadi sorotan. Tindakan ini dinilai telah mencoreng dunia pendidikan. Seharusnya setiap hukuman bagi pelajar bersifat pembinaan yang mendidik, bukan sebuah bentuk intimidasi dari seorang guru kepada murid. &nbsp; Menggunduli rambut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[237],"class_list":["post-22004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}