{"id":22014,"date":"2026-07-30T02:33:47","date_gmt":"2026-07-30T02:33:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22014"},"modified":"2026-07-30T02:33:47","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:47","slug":"hujan-buatan-belum-optimal-atasi-polusi-udara-di-jakarta-ini-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22014","title":{"rendered":"Hujan Buatan Belum Optimal Atasi Polusi Udara di Jakarta, Ini Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BMKG selama beberapa&nbsp;hari yang lalu dianggap belum optimal dalam mengatasi polusi udara di Jakarta.<\/p>\n<p>Hal&nbsp;ini karena kondisi awan saat ini belum matang dan durasi hujan buatan yang dihasilkan singkat sehingga&nbsp;usaha yang dilakukan BMKG belum optimal mengatasi polusi udara di Jakarta.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242895553\/klhk-hujan-buatan-efektif-turunkan-polusi-udara-idealnya-dilakukan-setiap-hari\">Baca: KLHK sebut hujan buatan idealnya dilakukan setiap hari<\/a><\/p>\n<p>Penjelasan soal hujan buatan&nbsp; ini diungkapkan oleh periset Iklim dan Atmosfer dari Badan Riset dan&nbsp;Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan dalam bincang sains pada Rabu&nbsp;(30\/08\/2023).<\/p>\n<p>&#8220;Belum tepat untuk penyemaian baik dari segi awan maupun arah dan kecepatan<br \/>angin juga tidak mendukung,&#8221; kata Eddy seperti yang dikutip Antaranews.<\/p>\n<p>Selain itu ia menjelaskan hujan buatan yang mengguyur Bogor, Depok, Tangerang, dan&nbsp;Bekasi selama beberapa hari terakhir dipicu oleh Siklon Tropis Saola yang berada di&nbsp;Filipina.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242892555\/atasi-polusi-udara-pemprov-dki-jakarta-minta-gedung-tinggi-lakukan-water-mist\">Baca: Atasi polusi udara, gedung tinggi di Jakarta diminta lakukan water mist<\/a><\/p>\n<p>Siklon Tropis Saola memiliki kecepatan angin maksimum sebesar 85 knot atau<br \/>setara 155 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum sebesar 955 milibar.<\/p>\n<p>&#8220;Badai itu menarik awan dan uap air dari berbagai tempat dengan cepat, salah<br \/>satunya dari perairan selatan Pulau Jawa,&#8221; urai peneliti ahli utama BRIN ini.<\/p>\n<p>Awan dan uap air yang tertarik siklon tropis tersebut, lanjut Eddy, melewati wilayah&nbsp;Jabodetabek. Pemusatan tekanan rendah yang ada pada daerah-daerah tersebut&nbsp;turut memicu hujan turun.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242879264\/berbagai-opsi-jangka-pendek-atasi-polusi-udara-di-jakarta\">Baca: Berbagai opsi jangka pendek atasi polusi udara di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Selain melakukan modifikais cuaca, pemerintah juga melakukan penyemprotan air dari gedung-gedung tinggi untuk mencuci udara agar kadar polusi turun.<\/p>\n<p>Cara ini menurutnya baik sebagai solusi instan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau menunggu Jakarta diguyur hujan, maka kita tunggu monsun Asia mulai<br \/>masuk atau kapan Indian Ocean Dipole (IDO) itu mulai mendekati fase netral,&#8221;&nbsp; jelas&nbsp;Eddy.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241788642\/fenomena-el-nino-mendekati-puncaknya-warga-diminta-bersiap-hadapi-kekeringan\">Baca: El Nino memuncak, warga diminta hemat air<\/a><\/p>\n<p>Fenomena osilasi suhu air permukaan laut atau Dipol Samudra Hindia bergerak ke posisi netral pada akhir Desember, Januari, dan Februari 2024.<\/p>\n<p>Edy meyakini dampak El Nino masih cukup kuat terasa di Indonesia bahkan hingga Maret, April, dan Mei 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Ini yang perlu kita waspadai. Memang sifatnya (El Nino 2023) tidak&nbsp;strong&nbsp;dari segi kekuatan, tetapi durasinya cukup lama sekitar 9-12 bulan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BMKG selama beberapa&nbsp;hari yang lalu dianggap belum optimal dalam mengatasi polusi udara di Jakarta. Hal&nbsp;ini karena kondisi awan saat ini belum matang dan durasi hujan buatan yang dihasilkan singkat sehingga&nbsp;usaha yang dilakukan BMKG belum optimal mengatasi polusi udara di Jakarta.&nbsp; Baca: KLHK sebut hujan buatan idealnya dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22015,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5623,402],"class_list":["post-22014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hujan-buatan","tag-polusi-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22014"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22014\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}