{"id":22032,"date":"2026-07-30T02:33:52","date_gmt":"2026-07-30T02:33:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22032"},"modified":"2026-07-30T02:33:52","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:52","slug":"soal-skripsi-dan-tesis-nadiem-bilang-bukan-dihapus-tapi-keputusan-diserahkan-ke-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22032","title":{"rendered":"Soal Skripsi dan Tesis, Nadiem Bilang Bukan Dihapus Tapi Keputusan Diserahkan ke Perguruan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim membantah dirinya menghapus skripsi sebagai syarat untuk kelulusan mahasiswa S1 dan D4.&nbsp;<\/p>\n<p>Di dalam rapat bersama Komisi X DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30\/8\/2023) Nadiem Makarim menjelaskan,&nbsp;pemerintah hanya menyerahkan keputusan untuk membuat skripsi atau tidak ke masing-masing kampus.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan nanti ada headline di media, &#8216;Mas Menteri menghilangkan skripsi&#8217;, &#8216;Mas Menteri menghilangkan, tidak boleh mencetak di jurnal&#8217;. Tidak,&#8221; ujar Nadiem Makarim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/242897056\/keberhasilan-ashanty-raih-gelar-s3-dorong-atta-halilintar-ingin-tamatkan-sma\">Baca: Atta berniat selesaikan pendidikan SMAnya<\/a><\/p>\n<p>Dengan keputusan itu, ujar Nadiem Makarim, kini semua perguruan tinggi memiliki hak untuk menentukan sendiri bagaimana syarat tugas akhir bagi mahasiswa S-1.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk jenjang S-2 dan S-3 masih harus tugas akhir tapi bisa kepala prodinya menentukan bahwa tugas akhirnya dalam bentuk yang lain bukan tesis, project.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi jangan keburu senang dulu, hahaha. Tolong dikaji dulu. Itu masing-masing perguruan tinggi haknya,&#8221; kata Nadiem.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/242652353\/belum-tentu-dihapus-pemerintah-akan-mengkaji-secara-mendalam-sistem-zonasi-di-ppdb\">Baca: Pemerintah akan mengkaji lebih dalam sistem zonasi di PPDB<\/a><\/p>\n<p>Nadiem Makarim hingga dua kali mengatakan itu untuk mengklariifikasi berita\/headline di media yang menyebut Kemendikbud-Ristek sudah tidak mengadakan kewajiban skripsi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mau mengklarifikasi, jangan keburu senang dulu bagi semuanya. Karena kebijakannya adalah keputusan itu dilempar ke perguruan tinggi seperti di semua negara lain,&#8221; ujarnya lagi.<\/p>\n<p>Menurut Nadiem, pemerintah memberikan kemerdekaan untuk masing-masing perguruan tinggi, fakultas hingga prodi, untuk memikirkan sendiri bagaimana mereka merancang status kelulusan mahasiswanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241327506\/ingin-memasukkan-anak-ke-homeschooling-pertimbangkan-beberapa-hal-ini\">Baca: Pertimbangkan hal ini sebelum memasukkan anak ke homeschool<\/a><\/p>\n<p>Ia mengatakan, jika ada perguruan tinggi yang merasa memang masih perlu skripsi, maka itu adalah hak mereka.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga berlaku untuk jurnal dan tesis. Nadiem mengaku pihaknya mendapat banyak masukan, peniadaan kewajiban skripsi dan tesis akan menurunkan kualitas doktoral di Indonesia.<\/p>\n<p>Karena itu Nadiem kembali menegaskan, bahwa Kemendikbud Ristek tida menghapus tetapi menyerahkan keputusan ke pihak perguruan tinggi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/242886263\/pro-kontra-putusan-mk-izinkan-kampanye-di-fasilitas-pendidikan\">Baca: Pro kontra kampanye di lingkungan kampus<\/a><\/p>\n<p>Kebijakan ini, ujar Nadiem bertujuan untuk menjadikan lembaga pendidikan sebagai lembaga yang merdeka. Karena, negara-negara termaju dengan riset yang hebat keputusan soal tesis ada di perguruan tinggi bukan pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi saya cuma mau menekankan bagi yang mengkritik ini merendahkan kualitas, itu tidak benar, itu harusnya perguruan tingginya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Nadiem Makarim mengatakan bahwa ke depan mahasiswa S-1 dan Sarjana Terapan bisa bebas skripsi. Kemudian, mahasiswa jenjang S-2 dan S-3 sudah bisa tak wajib unggah jurnal yang sudah dikerjakan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/241810264\/kenali-program-beasiswa-adik-yang-bisa-diakses-penyandang-disabilitas\">Baca: Program beasiswa untuk siswa disabilitas<\/a><\/p>\n<p>Kelonggaran tugas akhir skripsi, tesis dan disertasi pada mahasiswa ini disampaikan Nadiem saat meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi.<\/p>\n<p>Dilansir&nbsp;dari kanal YouTube Kemendikbud Ristek, Selasa (29\/8\/2023)&nbsp;Nadiem mengatakan, sejauh ini ada banyak kendala dialami oleh kampus maupun mahasiswa terkait tugas akhir.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, mahasiswa program sarjana wajib membuat skripsi, mahasiswa program magister wajib publikasi dalam jurnal ilmiah terakreditasi, dan mahasiswa program Doktor wajib publikasi dalam jurnal internasional bereputasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241709282\/mendobrak-mitos-pendidikan-vokasi-kini-bukan-lagi-pilihan-kedua\">Baca: Mendobrak mitos, pendidikan vokasi kini bukan lagi pilihan utama<\/a><\/p>\n<p>Selain beban dari segi waktu, menurutnya, hal itu menghambat mahasiswa dan perguruan tinggi bisa bergerak luas merancang proses dan bentuk pembelajaran sesuai kebutuhan keilmuan dan perkembangan teknologi.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal, perguruan tinggi perlu menyesuaikan bentuk pembelajaran agar lebih relevan dengan dunia nyata. Karena itu, perguruan tinggi perlu ruang lebih luas untuk mengakui dan menilai hasil pembelajaran di luar kelas,&#8221; kata Nadiem,<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim membantah dirinya menghapus skripsi sebagai syarat untuk kelulusan mahasiswa S1 dan D4.&nbsp; Di dalam rapat bersama Komisi X DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30\/8\/2023) Nadiem Makarim menjelaskan,&nbsp;pemerintah hanya menyerahkan keputusan untuk membuat skripsi atau tidak ke masing-masing kampus. &#8220;Jangan nanti ada headline [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22033,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1345,5629],"class_list":["post-22032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-nadiem-makarim","tag-skripsi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}