{"id":22040,"date":"2026-07-30T02:33:55","date_gmt":"2026-07-30T02:33:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22040"},"modified":"2026-07-30T02:33:55","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:55","slug":"polusi-udara-terburuk-terkonsentrasi-di-enam-negara-termasuk-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22040","title":{"rendered":"Polusi Udara Terburuk Terkonsentrasi di Enam Negara, Termasuk Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Polusi udara di seluruh dunia terus menimbulkan risiko eksternal terbesar terhadap kesehatan manusia.<\/p>\n<p>Menurut&nbsp;Institut Kebijakan Energi Universitas Chicago, EPIC, dalam laporan tahunannya tentang Indeks Kehidupan Kualitas Udara, AQLI negara-negara di Asia dan Afrika paling merasakan dampak polusi udara ini.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Laporan&nbsp;yang dirilis Selasa (29\/8\/2023) itu menyebut, polusi udara telah memperpendek harapan hidup di negara-negara Asia Selatan hingga lima tahun.<\/p>\n<p>Jika partikel berbahaya di udara yang dikenal sebagai PM2.5 diturunkan ke tingkat yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO, rata-rata harapan hidup akan meningkat sebesar 2,3 tahun di seluruh dunia, perkiraan laporan tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24560301\/who-polusi-udara-sebabkan-7-juta-kematian-dini-di-seluruh-dunia\">Baca: PBB sebut polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini setiap tahun<\/a><\/p>\n<p>Laporan&nbsp;itu menyebut, sekitar tiga perempat dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan terkonsentrasi hanya di enam negara &ndash; Bangladesh, India, Pakistan, Cina, Nigeria, dan Indonesia.<\/p>\n<p>Dilansir Deutchewelle, Jakarta disebut sebagai kota dengan kondisi polusi udara&nbsp; terburuk sedunia.<\/p>\n<p>Perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAir, sebelumnya juga sudah menobatkan Jakarta sebagai kota paling tercemar di dunia.<\/p>\n<p>Kota Jakarta disebut secara konsisten masuk dalam peringkat 10 kota paling berpolusi secara global.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242890648\/warga-marunda-tuntut-pemerintah-buka-data-industri-pemicu-polusi-udara-di-jakarta\">Baca: Warga Marunda desak pemerintah membuka data perusahaan menjadi sumber polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Tingkat polusi udara di kota metropolitan ini telah meningkat hingga mencapai tingkat tertinggi di dunia dalam beberapa bulan terakhir.<\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia menyalahkan pola cuaca dan emisi kendaraan sebagai penyebab lonjakan tersebut.<\/p>\n<p>Namun beberapa menteri baru-baru ini mengakui bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara dan pabrik di sekitar Jakarta juga bertanggung jawab atas tingkat polusi terburuk itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kami telah menjatuhkan sanksi administratif terhadap 11 entitas,&rdquo; kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar pada konferensi pers Senin (28\/8\/2023), tanpa menyebutkan nama-nama perusahaannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242882658\/terkait-polusi-udara-di-jakarta-greenpeace-minta-pemerintah-tak-berikan-solusi-palsu\">Baca: Greenpeace minta pemerintah tak beri solusi palsu terkait polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Di Asia Selatan, kadar PM2,5 telah meningkat hampir 10% sejak tahun 2013, kata laporan EPIC tentang kualitas udara. Polusi udara telah menurunkan rata-rata harapan hidup di wilayah tersebut sekitar lima tahun.<\/p>\n<p>Meningkatnya konsumsi energi di wilayah Afrika tengah dan Barat juga membuat polusi udara menjadi ancaman kesehatan yang setara dengan HIV\/AIDS dan malaria di Afrika.<\/p>\n<p>Kondisi pencemaran udara di Asia Tenggara parah<br \/>Hampir seluruh wilayah Asia Tenggara kini juga dianggap memiliki &#8220;tingkat polusi yang tidak aman&rdquo;, dengan rata-rata harapan hidup berkurang 2-3 tahun.<\/p>\n<p>Secara statistik, rata-rata tingkat polusi dunia telah sedikit menurun dalam satu dekade terakhir.<\/p>\n<p>Tetapi penurunan angka statistik itu terutama didorong oleh perbaikan kualitas udara di Cina.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24687192\/negara-miskin-paling-merasakan-dampak-perubahan-iklim-siapa-yang-harus-bertanggung-jawab\">Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Beijing sejak 10 tahun lalu mendeklarasikan &#8220;perang melawan polusi&rdquo; dan berhasil menurunkan PM2,5 sampai lebih dari 40% sejak tahun 2013.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun Cina telah mencapai keberhasilan luar biasa dalam perang melawan polusi udara, tren di belahan dunia lain justru menunjukkan arah yang berlawanan,&rdquo; kata Christa Hasenkopf, direktur studi AQLI.<\/p>\n<p>Rata-rata konsentrasi PM2.5 di Cina pada tahun 2022 berhasil ditekan sampai 29 mikrogram per meter kubik, tapi angka itu tetap masih jauh lebih tinggi daripada rekomendasi WHO, yaitu 5 mikrogram per meter kubik.<\/p>\n<p>&#8220;Kita belum (berhasil) mengatasi polusi udara, meskipun contoh yang dilakukan Cina menunjukkan kepada kita bahwa masalah ini adalah masalah yang bisa diatasi,&rdquo; kata Christa Hasenkopf.<\/p>\n<p>Sumber: dw.com baca artikel asli <a href=\"https:\/\/www.dw.com\/id\/polusi-udara-asia-afrika-punya-risiko-kesehatan-terbesar\/a-66657594\">di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Polusi udara di seluruh dunia terus menimbulkan risiko eksternal terbesar terhadap kesehatan manusia. Menurut&nbsp;Institut Kebijakan Energi Universitas Chicago, EPIC, dalam laporan tahunannya tentang Indeks Kehidupan Kualitas Udara, AQLI negara-negara di Asia dan Afrika paling merasakan dampak polusi udara ini.&nbsp;&nbsp; Laporan&nbsp;yang dirilis Selasa (29\/8\/2023) itu menyebut, polusi udara telah memperpendek harapan hidup di negara-negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[402],"class_list":["post-22040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-polusi-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}