{"id":22044,"date":"2026-07-30T02:33:55","date_gmt":"2026-07-30T02:33:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22044"},"modified":"2026-07-30T02:33:55","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:55","slug":"klhk-hujan-buatan-efektif-turunkan-polusi-udara-idealnya-dilakukan-setiap-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22044","title":{"rendered":"KLHK: Hujan Buatan Efektif Turunkan Polusi Udara idealnya Dilakukan Setiap Hari"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Modifikasi cuaca telah menyebabkan hujan buatan turun pada Minggu (27\/8\/2023) di sejumlah kawasan di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek).&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, hujan buatan ini mampu menurunkan kadar polusi udara di sejumlah kawasan.<\/p>\n<p>Dalam catatan KLHK, setelah hujan buatan itu dari angka indeks standar pencemaran udara (ISPU) 97 di PM 2,5 pada pukul 15.30 WIB, itu pada jam 18.30 WIB angkanya drop menjadi 29.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya kualitas udara jadi baik,&#8221;&nbsp;&nbsp;jelas Siti dalam keterangan pers yang&nbsp;disiarkan langsung kanal Sekretariat Presiden, Jakarta, Senin (28\/8\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/242890708\/hujan-buatan-tak-mampu-usir-polusi-udara-di-jakarta\">Baca: Setelah hujan buatan, polusi udara di Jakarta masih tinggi<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, menurut dia, hujan terjadi di Tanah Sereal, Bogor yang mampu menurunkan ISPU dari 87 ke 13. Dengan adanya penurunan kadar polusi ini, menurut dia, hujan buatan terbukti mampu membantu membersihkan udara.<\/p>\n<p>Namun, kata Siti, teknologi modifikasi cuaca berupa hujan buatan harus menunggu adanya bibit awan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, pemerintah juga sedang giat melakukan uji coba teknik modifikasi cuaca mikro untuk memperbanyak pembentukan awan.&nbsp;Caranya, dengan mengembuskan uap air dari gedung-gedung tinggi di Jakarta.<\/p>\n<p>Kemarin, ujar Siti, dilakukan uji coba di Gedung Pertamina yang di depan Istiqlal dan di gedung-gedung di kawasan GBK. Uji coba ini dilakukan BRIN dan BMKG.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242892555\/atasi-polusi-udara-pemprov-dki-jakarta-minta-gedung-tinggi-lakukan-water-mist\">Baca: Atasi polusi udara, gedung tinggi di Jakarta diminta lakukan water mist<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Jadi dari gedung-gedung tinggi itu dihembuskan uap air sehingga dia juga akan bisa mempengaruhi partikel-partikel (pembentukan awan) itu,&#8221; ujar Siti.<\/p>\n<p>Selain itu, modifikasi cuaca secara mikro bisa dilakukan dengan menggunakan tirai air yang dipasang di teras gedung-gedung besar yang menghadap ke ruang publik.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau sirkulasi airnya terus kayak air mancur tapi terus-terusan begitu namanya pakai tirai begitu itu juga akan memberikan uap air sebetulnya sehingga itu juga bisa mempengaruhi (pembentukan awan),&#8221; ucap Siti.<\/p>\n<p>Modifikasi cuaca ini idealnya dilakukan setiap hari di Jakarta dan&nbsp;sekitarnya sampai kondisi udara di Jakarta kembali normal.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/242882276\/epidemiolog-penyemprotan-air-kurang-efektif-atasi-polusi-udara-di-jakarta-justru-bahayakan-kesehatan\">Baca: Penyemprotan air dinilai bisa bahayakan kesehatan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Nanti perkiraan saya sebetulnya harusnya tanggal 2-4 (september) itu harus<br \/>dilakukan lagi, harusnya sih setiap hari ya sampai idealnya,&rdquo; ujar Siti&nbsp;usai<br \/>penganugerahan Green Leadership Nirwasita Tantra di Gedung&nbsp;Manggala Wanabakti, Jakarta Selasa (29\/08\/2023).<\/p>\n<p>Di kawasan Tanah Sareal, KLHK menyebut hujan berhasil menurunkan polusi<br \/>udara. Dari pukul 16.00 WIB, angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU)<br \/>adalah 87. Kemudian setelah hujan, angka ISPU menjadi 13.<\/p>\n<p>Pihak KLHK juga sudah bertemu dengan instansi terkait yaitu BRIN, BPPT, BNPB dan&nbsp;pemprov DKI Jakarta untuk melakukan modifikasi cuaca.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Siti menjelaskan, modifikasi cuaca dapat dilakukan tergantung dari<br \/>kondisi awan dan uap air yang harus berada diatas 70 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau masih tipis, nggak akan turun hujan. Kayak kemarin kan mendungnya banyak ya, tapi di&nbsp;Jakarta nggak hujan kemarin, tapi di daerah lain ada hujannya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242879264\/berbagai-opsi-jangka-pendek-atasi-polusi-udara-di-jakarta\">Baca: Berbagai opsi jangka pendek atasi polusi udara di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Selain memodifikasi cuaca, KLHK juga mengajak masyarakat untuk menanam<br \/>pohon sesuai dengan instruksi presiden.<\/p>\n<p>Upaya lainnya, lanjut Siti, pihaknya menindak sebanyak 161 industri PLTU, PLTD yang terindikasi mencemari udara di&nbsp;enam lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi misalnya, yang selalu konsisten tidak sehat di Sumur Batu (Kemayoran,<br \/>Jakarta Pusat) dan Bantargebang (Bekasi). Kira-kira ada 120 unit usaha,&#8221;<br \/>ungkapnya.<\/p>\n<p>Siti juga menyebut sebanyak 10 entitas pencemar di Lubang Buaya, Jakarta Timur, 7 entitas di Tangerang, 15 entitas di Tangerang Selatan, dan 10 entitas di Bogor.<\/p>\n<p>Hingga 24 Agustus, pihaknya hanya memberikan sanksi administrasi kepada 11<br \/>entitas. Sampai lima pekan kedepan pihaknya akan terus melakukan identifikasi.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Modifikasi cuaca telah menyebabkan hujan buatan turun pada Minggu (27\/8\/2023) di sejumlah kawasan di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek).&nbsp; Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, hujan buatan ini mampu menurunkan kadar polusi udara di sejumlah kawasan. Dalam catatan KLHK, setelah hujan buatan itu dari angka indeks [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22045,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5623,402],"class_list":["post-22044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hujan-buatan","tag-polusi-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22044\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}