{"id":22046,"date":"2026-07-30T02:33:56","date_gmt":"2026-07-30T02:33:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22046"},"modified":"2026-07-30T02:33:56","modified_gmt":"2026-07-30T02:33:56","slug":"kebakaran-hutan-di-gunung-ciremai-berhasil-dipadamkan-150-hektare-lahan-hangus-terbakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22046","title":{"rendered":"Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan, 150 Hektare Lahan Hangus Terbakar"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kebakaran di hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang sudah berlangsung selama empat hari berhasil dipadamkan pada Senin (28\/8\/2023) malam.<\/p>\n<p>Diperkirakan kebakaran lahan di lereng gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat ini telah menghanguskan 150 hektare lahan<\/p>\n<p>Hingga Selasa (29\/8\/2023) petugas terus memantau untuk mencegah kemungkinan kembali munculnya titik api yang bisa memicu kebakaran baru di Gunung Ciremai.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/242801648\/kebakaran-lahan-di-yunani-meluas-korban-tewas-mencapai-20-orang\">Baca: Kebakaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang<\/a><\/p>\n<p>Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui, namun petugas menyebut kobaran api mulai membakar kawasan hutan di area blok cileutik yang berada di ketinggian&nbsp;sekitar 800 hingga 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).<\/p>\n<p>Saat itu api belum cukup membesar, tetapi hembusan angin yang kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan metode penghitungan dari tim TNGC dan kami di lokasi kebakaran, luas lahan terbakar untuk sementara ini sekitar 150 hektare,&#8221; ungkap Kepala BTNGC Kuningan, Indra Bayu Permana saat&nbsp;memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (28\/8\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/241797133\/gelombang-panas-di-eropa-apakah-dipicu-perubahan-iklim\">Baca: Gelombang panas di Eropa mengganas, bukti adanya krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>Puluhan petugas melakukan pemadaman api dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.<\/p>\n<p>Tak hanya pemangku kewenangan seperti BTNGC, namun juga organ daerah, pecinta alam, relawan dan masyarakat desa penyangga.<\/p>\n<p>Bayu mengatakan memadamkan kebakaran hutan di kawasan TNGC ini tidak mudah. Sebab&nbsp;kondisi lokasi terbakar memiliki kontur tanah yang beragam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242756080\/hati-hati-peningkatan-suhu-bumi-picu-kebakaran-lahan-makin-sering-terjadi\">Baca: Pemanasan global bikin kebakaran lahan makin sering terjadi<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, iklim di kawasan Gunung&nbsp;Ciremai yang kering dan berangin pun juga turut mempersulit pemadaman api.<\/p>\n<p>Kebakaran ini memang bukan yang pertama kalinya terjadi di TNGC. Tahun 2022 lalu, kebakaran juga&nbsp;melanda kawasan TNGC hingga berhari-hari.<\/p>\n<p>Saat itu 130 hektare areal hutan kawasan lereng Gunung Ciremai hangus akibat kebakaran yang&nbsp;berlangsung selama empat hari.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241708023\/gelombang-panas-mengakibatkan-ratusan-orang-meninggal-pbb-ingatkan-2023-2027-jadi-periode-terhangat\">Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas<\/a><\/p>\n<p>Kebakaran kawasan hutan Ciremai yang terjadi pada tanggal 25 dan 26 September 2022 di Blok Cileutik hingga merembet ke Blok Situmpuk, Bukit Seribu Bintang (BSB), Manguntapa dan Erpah.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kebakaran di hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang sudah berlangsung selama empat hari berhasil dipadamkan pada Senin (28\/8\/2023) malam. Diperkirakan kebakaran lahan di lereng gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat ini telah menghanguskan 150 hektare lahan Hingga Selasa (29\/8\/2023) petugas terus memantau untuk mencegah kemungkinan kembali munculnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22047,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1195,97],"class_list":["post-22046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gunung-ciremai","tag-kebakaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}