{"id":22080,"date":"2026-07-30T02:34:12","date_gmt":"2026-07-30T02:34:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22080"},"modified":"2026-07-30T02:34:12","modified_gmt":"2026-07-30T02:34:12","slug":"sejauh-mata-memandang-dan-misi-chitra-soebiyakto-melestarikan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22080","title":{"rendered":"Sejauh Mata Memandang dan Misi Chitra Soebiyakto Melestarikan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejauh Mata Memandang, demikian Chitra Soebiyakto memberi nama label produk fesyen yang diciptakannya.&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, Sejauh Mata Memandang tak menghasilkan produk fesyen yang biasa-biasa saja. Ada nilai yang diperjuangkan Chitra dalam setiap piece fesyen Sejauh Mata Memandang yang dihasilkannya.&nbsp;<\/p>\n<p>Sejauh Mata Memandang ingin lebih bertanggung jawab dalam berproduksi.<\/p>\n<p>&#8220;Nggak cuma bikin, pakai buang, tetapi sesirkular mungkin dalam berproduksi. Benar-benar dipikirin&nbsp;nanti bisa dibikin apa,&#8221; ujar Chitra saat berbicara dalam peluncuran parfum Our Earth dari Greenpeace Indonesia, Jumat (25\/8\/2023) di Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24870792\/demibumi-ada-karena-planet-bumi-adalah-titipan-dari-generasi-masa-depan\">Baca: DemiBumi lahir untuk kelestarian lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Awalnya, Sejauh Mata Memandang lebih fokus menghasilkan wastra. Lantas pada 2019 ia membaca berita tentang paus yang mati terdampar dan ditemukan berkilo-kilo plastik di perutnya.<\/p>\n<p>Kejadian itu menggerakkan Chitra untuk lebih aktif terlibat dalam aksi untuk melestarikan lingkungan. Ia menegaskan, berjuang untuk lingkungan kini adalah sebuah kebutuhan.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Semua harus ikut, ini bukan tentang menjadi &#8216;rebel&#8217; atau semacam pemberontakan, ini tentang upaya kita untuk bertahan hidup,&#8221; ujarnya gemas.&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan, aksi untuk lingkungan sudah tak bisa ditunda lagi karena pencemaran sudah pada titik nasir. Ini ngomongin tentang hidup kita hari ini dan besok, ujarnya, bukan tentang 2050 atau kapan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241636346\/apakah-slow-fashion-jadi-solusi-dampak-lingkungan-fast-fashion\">Baca: Mengenal konsep slow fashion<\/a><\/p>\n<p>Menengok ke belakang, Chitra telah banyak melakukan banyak aksi untuk lingkungan. Ia beberapa kali menggelar&nbsp;pameran yang bisa ngubah perilaku.<\/p>\n<p>&#8220;Lewat pameran itu kami tidak ingin menggurui, tapi pulang dari pameran para pengunjung akan berpikir untuk melakukan sesuatu bagi Bumi dan lingkungan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam berproduksi, Sejauh Mata Memandang konsisten dengan jalur yang dipilih yakni ramah untuk lingkungan. Kain-kainnya menggunakan katun yang mudah terbaur dengan tanah, dengan pewarnaan alami yang tidak merusak alam.<\/p>\n<p>Dalam berkarya, Chitra dan Sejauh Mata Memandang mendasarkan pada lima pilar yakni sirkulitas, transparansi dan ketertelusuran, rantai pasok beretika, memberi kembali, dan aksi iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241411249\/mengungkap-sisi-gelap-fast-fashion-bagi-lingkungan-dan-kehidupan-sosial\">Baca: Seperti ini dampak fast fashion pada lingkungan dan kehidupan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak mengklaim diri sebagai brand yang sustainable karena apapun yang kita lakukan, baik itu bernapas, makan, atau berpakaian, pasti meninggalkan jejak karbon,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Namun, Sejauh Mata Memandang selalu berusaha untuk lebih bertanggung jawab dalam berproduksi. Dimulai dari proses desain, produksi, dipakai, sampai pakaian tidak dipakai lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memikirkan supaya pakaian tidak menjadi sampah abadi dan bisa didaur ulang. Istilahnya, kami sudah memikirkan sesuatu yang sifatnya circular,&#8221; katanya.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/242879744\/merancang-koleksi-pakaian-ramah-lingkungan-lagi-berkarakter\">Baca: Kiat merancang koleksi pakaian ala slow fashion<\/a><\/p>\n<p>Komitmen pada kelestarian lingkungan menghubungkan Chitra dengan komunitas yang punya minat yang sama.<\/p>\n<p>Komitmen Sejauh Mata Memandang&nbsp;mempertemukan dunia fesyen dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kerja sama dengan Yayasan HAkA dan Forum Konservasi Leuser untuk melindungi dan merevitalisasi Kawasan Ekosistem Leuser yang penting di Aceh Timur.<\/p>\n<p>Kelompok ini bekerja keras bersama #SahabatSejauh yang berdedikasi untuk melindungi habitat hewan yang terancam punah seperti gajah Sumatera, harimau, badak, dan orangutan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24571011\/seperti-ini-dampak-gaya-hidup-konsumtif-pada-lingkungan\">Baca: Dampak gaya hidup konsumtif bagi lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Kolaborasi dengan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) terbangun dalam bentuk penanaman satu pohon di Leuser dari setiap produk Sejauh Mata Memandang yang terjual.<\/p>\n<p>Program bertajuk Trees for Better Earth tersebut dimulai pada 2020, dan hingga kini sekitar 8.000 pohon telah ditanam untuk menghijaukan 20 hektare hutan di Gunung Leuser.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, buat kamu yang ingin tampil trendi tapi juga ingin alam tetap lestari ikuti ajakan dari Chitra Soebiyakto untuk ikut beraksi. Sekarang bukan lagi nanti!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24569992\/kenali-5-ciri-produk-ramah-lingkungan-yang-aman-kamu-pakai\">Baca: Ciri produk ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejauh Mata Memandang, demikian Chitra Soebiyakto memberi nama label produk fesyen yang diciptakannya.&nbsp; Namun, Sejauh Mata Memandang tak menghasilkan produk fesyen yang biasa-biasa saja. Ada nilai yang diperjuangkan Chitra dalam setiap piece fesyen Sejauh Mata Memandang yang dihasilkannya.&nbsp; Sejauh Mata Memandang ingin lebih bertanggung jawab dalam berproduksi. &#8220;Nggak cuma bikin, pakai buang, tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22081,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,1796],"class_list":["post-22080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-sejauh-mata-memandang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22080"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22080\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}