{"id":2210,"date":"2026-07-30T00:29:56","date_gmt":"2026-07-30T00:29:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2210"},"modified":"2026-07-30T00:29:56","modified_gmt":"2026-07-30T00:29:56","slug":"hari-gletser-sedunia-ini-yang-terjadi-pada-lingkungan-jika-gletser-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2210","title":{"rendered":"Hari Gletser Sedunia: Ini yang Terjadi pada Lingkungan Jika Gletser Hilang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemanasan global dan perubahan iklim mengakibatkan laju hilangnya gletser berlangung lebih cepat. Kabar baiknya, mulai terlihat adanya tanda-tanda bahwa dunia mulai menanggapi hilangnya gletser.<\/p>\n<p>Pada Sidang Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ketujuh (UNEA-7) pada Desember 2025, negara-negara di dunia mengadopsi resolusi penting yang didedikasikan untuk pelestarian gletser dan kriosfer yang lebih luas, khususnya di wilayah pegunungan.<\/p>\n<p>Resolusi tersebut, yang diusulkan oleh Tajikistan dan disponsori bersama oleh Bhutan dan Peru&nbsp;yang&nbsp;merupakan&nbsp;negara&nbsp;yang&nbsp;tergantung&nbsp;pada&nbsp;gletser.<\/p>\n<p>Isinya menyerukan kerja sama yang lebih kuat, pendanaan, peningkatan kapasitas, dan tindakan untuk membantu negara dan komunitas yang rentan menanggapi percepatan hilangnya gletser.<\/p>\n<p>Resolusi ini juga meminta UNEP untuk memperkuat antarmuka sains-kebijakan dengan mengidentifikasi kesenjangan dan kebutuhan, dan dengan mendukung pertukaran pengetahuan tentang pendekatan untuk melindungi ekosistem pegunungan dan pasca-gletser.<\/p>\n<p>&ldquo;Resolusi UNEA-7 mengirimkan pesan yang jelas: perlindungan gletser dan kriosfer yang lebih luas adalah tanggung jawab global bersama dan investasi strategis dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, keseimbangan ekologis, ketahanan, dan kesejahteraan manusia,&rdquo; kata Bahodur Sheralizoda, Ketua Komite Perlindungan Lingkungan Tajikistan.<\/p>\n<p>Dia berharap hal ini akan diterjemahkan menjadi tindakan nyata, kemitraan yang lebih kuat, dan investasi yang lebih besar untuk generasi sekarang dan mendatang.<\/p>\n<p>Berbagai upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian gletser yang menyimpan sederet manfaat untuk lingkungan dan kehidupan penghuni planet Bumi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247329946\/hari-gletser-sedunia-emisi-gas-rumah-kaca-mengancam-gletser-dunia\">Baca: Emisi gas rumah kaca mengancam keberadaan gletser dunia<\/a><\/p>\n<p>Berikut sejumlah manfaat gletser bagi Bumi yang dikutip dari laporan terbaru Program Lingkungan PBB bertajuk Mountains in Motion: Global Linkages from Ridge to River:<\/p>\n<p><strong>Melindungi memori ekosistem<\/strong><br \/>Meskipun beberapa gletser saat ini hanya berusia beberapa ratus tahun, sebagian besar merupakan sisa-sisa dari Zaman Es global terakhir yang berakhir lebih dari 10.000 tahun yang lalu.<\/p>\n<p>Dengan demikian, gletser bukan hanya es &ndash; tetapi juga arsip yang menyimpan catatan iklim, polusi, dan perubahan planet.<\/p>\n<p>Aerosol, bakteri, biomassa, dan partikel lain yang tertanam dalam gletser adalah petunjuk tentang atmosfer dan biosfer masa lalu, membantu para ilmuwan memahami bagaimana sistem alam telah berevolusi dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Saat gletser menyusut, dunia berisiko kehilangan bukti yang tak tergantikan yang dapat memperdalam pemahaman kita tentang masa lalu dan memberikan informasi untuk proyeksi iklim di masa depan.<\/p>\n<p><strong>Sumber air tawar yang penting<\/strong><br \/>Diperkirakan bahwa 70 persen air tawar dunia tersimpan di gletser, yang berarti bahwa gletser membantu menopang kehidupan di wilayah-wilayah utama dunia.<\/p>\n<p>Bersama dengan air lelehan salju dan curah hujan, air lelehan gletser mengalir ke sistem air hilir yang luas yang mendukung air minum, pertanian, produksi energi, dan perekonomian.<\/p>\n<p>Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa hal ini sedang berubah. Banyak cekungan sungai telah melewati &#8220;puncak air,&#8221; yaitu titik di mana jumlah air lelehan gletser beralih dari meningkatkan aliran permukaan menjadi menyebabkan penurunan aliran permukaan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246534313\/unep-melelehnya-gletser-mengancam-sumber-air-di-tajikistan\">Baca: Menipisnya gletser mengancam sumber air di Tajikistan<\/a><\/p>\n<p>Sepertiga dari cekungan sungai terbesar di dunia diproyeksikan akan mengalami penurunan aliran permukaan lebih dari 10 persen pada tahun 2100 karena hilangnya gletser.<\/p>\n<p>&ldquo;Gletser adalah penjaga kita yang diam,&rdquo; kata Sonam Tashi, Direktur Departemen Lingkungan dan Perubahan Iklim Bhutan.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, ketika gletser mencair terlalu cepat, bukan hanya lanskap lingkungan yang berubah &ndash; tetapi juga keamanan air, sistem pangan, ekonomi, dan keselamatan rakyat juga terancam.&rdquo;<\/p>\n<p><strong>Landasan pendaratan polusi<\/strong><br \/>Saat ini, puncak gunung pun tidak terlepas dari polusi. Kontaminan yang terbawa angin dari industri, transportasi, dan pertanian sampai ke lanskap dataran tinggi terpencil, di mana mereka menumpuk di salju dan es.<\/p>\n<p>Seringkali berwarna hitam, polusi yang mengendap di gletser memerangkap panas, mempercepat pencairan gletser dan melepaskan polutan lain yang telah lama tersimpan di dalam es.<\/p>\n<p>Laporan ini menyoroti logam berat, polutan organik persisten, dan kontaminan lainnya sebagai bagian dari risiko yang meningkat ini, menghubungkan hilangnya gletser secara langsung dengan kualitas air, kesehatan ekosistem, dan kesejahteraan manusia.<\/p>\n<p><strong>Penjaga keanekaragaman hayati<\/strong><br \/>Meskipun gletser merupakan lanskap yang cukup terpencil, kehidupan di sekitarnya berkembang pesat. Air lelehnya mendukung berbagai sistem air tawar, sementara lahan baru yang terbuka akibat penyusutan gletser siap untuk dikolonisasi oleh spesies perintis.<\/p>\n<p>Seiring waktu, area yang terbuka ini dapat berkembang menjadi padang rumput, hutan, lahan basah, dan ekosistem lain yang mendukung beragam keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem.<\/p>\n<p>Namun transisi ini tidak selalu merupakan kabar baik: penyusutan gletser merupakan tanda perubahan iklim yang semakin parah, dan spesies yang telah beradaptasi secara khusus dengan lingkungan gletser berisiko kehilangan satu-satunya habitat mereka setelah gletser hilang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245378813\/ketebalan-salju-abadi-di-pegunungan-jayawijaya-terus-menipis\">Baca: Ketebalan gletser di Pegunungan Jayawijaya terus menipis<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Pengatur risiko<\/strong><br \/>Gletser tidak hanya mengatur air &ndash; tetapi juga memengaruhi pola bahaya di wilayah pegunungan. Seiring menyusutnya lapisan es, laporan tersebut memperingatkan peningkatan risiko banjir, longsoran salju, dan tanah longsor.<\/p>\n<p>Pencairan gletser berarti peningkatan limpasan dan meningkatkan kemungkinan banjir selama beberapa musim, sementara perubahan pola juga dapat memperparah kekeringan di musim lainnya.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, hilangnya gletser dapat membawa konsekuensi besar bagi rumah, pertanian, infrastruktur, dan mata pencaharian mereka.<\/p>\n<p><strong>Pengatur iklim<\/strong><br \/>Gletser bukanlah sekadar pengamat krisis iklim. Gletser merupakan bagian aktif dari sistem iklim, dan penurunan gletser dapat memperkuat perubahan yang mendorong hilangnya gletser itu sendiri.<\/p>\n<p>Permukaan putih cerahnya (ketika polusi tidak banyak terendapkan) memantulkan sinar matahari kembali ke atmosfer, membantu mengurangi pemanasan di lingkungan pegunungan &ndash; sesuatu yang dikenal sebagai albedo.<\/p>\n<p>Saat es dan salju menyusut, perisai reflektif tersebut berkurang, sehingga permukaan yang lebih gelap yang menyerap lebih banyak panas dan dapat mempercepat pemanasan dan pencairan.<\/p>\n<p>Laporan tersebut juga mencatat bahwa gletser berperan dalam mengatur sistem cuaca lokal serta pola hidrologi global yang sudah mulai berubah.<\/p>\n<p><strong>Jadi tonggak budaya<\/strong><br \/>Gletser penting dalam berbagai hal yang tidak dapat diukur dalam meter persegi atau ton.<\/p>\n<p>Laporan ini menggambarkan identitas budaya dan spiritual yang telah dibangun di sekitar pegunungan dan gletser, dan bahwa hilangnya gletser telah menyebabkan upacara, sastra, seni, dan acara publik berfokus pada penurunannya.<\/p>\n<p>Bagi banyak masyarakat adat dan lokal, gletser terjalin dalam rasa tempat dan ingatan kolektif mereka, dan kehilangan tersebut tidak hanya mewakili gangguan lingkungan tetapi juga kesedihan budaya.<\/p>\n<p>Mengenali gletser dan tonggak budaya memperluas kisah mereka di luar sains dan risiko, mengingatkan kita bahwa hilangnya kriosfer juga tentang rasa memiliki, warisan, dan bagaimana masyarakat memahami perubahan lanskap yang mendalam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246081559\/dampak-perubahan-iklim-sebuah-desa-di-swiss-hancur-akibat-kejatuhan-bongkahan-gletser\">Baca: Sebuah desa di Swiss hancur tertimpa bongkahan gletser<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemanasan global dan perubahan iklim mengakibatkan laju hilangnya gletser berlangung lebih cepat. Kabar baiknya, mulai terlihat adanya tanda-tanda bahwa dunia mulai menanggapi hilangnya gletser. Pada Sidang Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ketujuh (UNEA-7) pada Desember 2025, negara-negara di dunia mengadopsi resolusi penting yang didedikasikan untuk pelestarian gletser dan kriosfer yang lebih luas, khususnya di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[908,17],"class_list":["post-2210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gletser","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2210"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2210\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}