{"id":22122,"date":"2026-07-30T02:34:31","date_gmt":"2026-07-30T02:34:31","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22122"},"modified":"2026-07-30T02:34:31","modified_gmt":"2026-07-30T02:34:31","slug":"berbagai-opsi-jangka-pendek-atasi-polusi-udara-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22122","title":{"rendered":"Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Untuk mengurangi polusi udara di Jakarta, sejak Rabu (23\/08\/2023) Polda Metro Jaya mengerahkan 4 unit&nbsp;kendaraan water canon milik Brimob untuk menyemprot kedua sisi Jalan&nbsp;Jenderal Sudirman.&nbsp;<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan<br \/>penyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi udara di Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Maka itu, Polri, khususnya Polda Metro Jaya, melakukan kesiapan dengan<br \/>pengecekan kendaraan taktis water canon dan kemudian melakukan<br \/>penyemprotan jalan protokol guna mengurangi dampak polusi udara di Jakarta,&#8221; jelas Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (24\/8\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/242778593\/polusi-udara-di-jakarta-masih-juara-dunia-warga-diminta-mengenakan-masker-saat-berada-di-luar-ruangan\">Baca: Polusi udara di Jakarta masih tinggi, warga diimbau kenakan masker<\/a><\/p>\n<p>Selain di Jalan Jenderal Sudirman, penyemprotan juga dilakukan di sekitaran&nbsp; Monas, dengan bekerjasama dengan dinas operasional Pemadam&nbsp;Kebakaran serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Polusi udara di Jakarta hingga kini memang belum sepenuhnya teratasi.&nbsp;Berbagai upaya dilakukan, namun kondisi udara di Jakarta masih buruk.<\/p>\n<p>Sebelumnya, BNPB juga telah mengupayakan&nbsp;teknologi modifikasi cuaca&nbsp;selama tiga hari untuk membilas polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242801047\/klhk-segel-empat-perusahaan-yang-terindikasi-sebagai-biang-polusi-udara\">Baca: KLHK segel empat perusahaan yang disebut sebagai biang polusi udara<\/a><\/p>\n<p>Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing&nbsp;yang diikuti daring di Jakarta, Senin (21\/8\/2023)<br \/>mengatakan,&nbsp;TMC telah dilakukan di tanggal 19-21 Agustus.<\/p>\n<p>&#8220;Ada fase tertentu dimana minimal konsentrasi awan itu 30 persen, cukup untuk membuat hujan buatan. BNPB bersama BMKG, BRIN dan TNI-Polri, kita sudah<br \/>mulai melakukan TMC,&#8221; jelas Abdul&nbsp;seperti dilansir dari Antaranews.<\/p>\n<p>Dalam rapat gabungan membahas cara meredam polusi udara, pada Selasa (15\/8\/2023) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan tiga opsi jangka pendek yang dapat ditempuh untuk&nbsp;menekan polusi udara di DKI Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/242756443\/atasi-polusi-udara-pemprov-dki-jakarta-diminta-lakukan-razia-emisi-ke-kawasan-industri\">Baca: Warga desak pemerintah juga lakukan razia emisi di kawasan industri<\/a><\/p>\n<p>Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji&nbsp;mengatakan, ketiga metode ini dapat menjadi alternatif pemerintah untuk mengatasi&nbsp;polusi udara yang kian parah.<\/p>\n<p>Pertama, teknologi modifikasi cuaca (TMC) Konvensional. TMC Konvensional itu bisa dilakukan tidak hanya di atas wilayah DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Metode ini juga memungkinkan dilakukan di atas wilayah sekitar Jakarta, seperti di atas Bekasi, Kepulauan&nbsp;Seribu atau Tangerang untuk melindungi Jakarta dari polusi udara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242658944\/bukan-kendaraan-sumber-polusi-udara-di-jakarta-adalah-pltu-batubara\">Baca: Penggunaan batubara dituding sebagai sumber utama polusi udara di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Kedua, yakni <em>dry ice<\/em> yang sebelumnya pernah dilakukan di Thailand. Namun<br \/>metode ini jarang dilakukan. Tapi, dry ice ini kemungkinan kecil dilakukan di Jakarta.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Itu seperti menyebarkan batu-batu es,&#8221;&nbsp;jelas&nbsp;Isnawa&nbsp;<\/p>\n<p>Ketiga, adalah dengan melakukan <em>spraying<\/em> atau&nbsp; penyemprotan seperti yang pernah diterapkan&nbsp;di Beijing. Metode ini dilakukan dengan pesawat kecil, drone&nbsp;atau dari atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242704803\/jika-pembatasan-kendaraan-bermotor-sukses-jakarta-bisa-ucapkan-bye-bye-kemacetan-dan-polusi-udara\">Baca: Ini yang terjadi jika Jakarta sukses batasi kendaraan bermotor<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Tapi ini belum. Mungkin nanti mau kita usulkan, mungkin bangunan-bangunan tinggi boleh juga tuh ada teknologi spraying ya supaya polutan-polutan itu bisa diredam,&#8221; urai Isnawa.<\/p>\n<p>Rapat yang digelar pada Selasa, 15\/08\/2023 tersebut diikuti Badan Riset dan<br \/>Inovasi Nasional&nbsp;(BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan&nbsp;(KLHK), Asisten Operasi TNI<br \/>Angkatan Udara (Assops AU) dan Asisten Operasi (Assops) Panglima TNI.<\/p>\n<p>Rapat tersebut membahas musim kemarau yang mempengaruhi tingkat polusi udara di&nbsp;Jakarta. Jadi, perlu dilakukan modifikasi cuaca untuk memancing hujan.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil rapat itu memang kendalanya kita lagi musim kemarau, jadi namanya<br \/>gumpalan awan hujan itu sulit&rdquo;, ujar Isnawa.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Untuk mengurangi polusi udara di Jakarta, sejak Rabu (23\/08\/2023) Polda Metro Jaya mengerahkan 4 unit&nbsp;kendaraan water canon milik Brimob untuk menyemprot kedua sisi Jalan&nbsp;Jenderal Sudirman.&nbsp; Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskanpenyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi udara di Jakarta. &#8220;Maka itu, Polri, khususnya Polda Metro [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22123,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9,402],"class_list":["post-22122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-polusi-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}