{"id":22290,"date":"2026-07-30T02:35:30","date_gmt":"2026-07-30T02:35:30","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22290"},"modified":"2026-07-30T02:35:30","modified_gmt":"2026-07-30T02:35:30","slug":"200-tahun-alfred-wallacea-pembangunan-ancam-laboratorium-evolusi-wallacea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22290","title":{"rendered":"200 Tahun Alfred Wallacea: Pembangunan Ancam Laboratorium Evolusi Wallacea"},"content":{"rendered":"<div class=\"placeholder-container\"> <!--img1--> <\/div>\n<p><strong><span class=\"caption\">Peta kawasan Wallacea.<\/span>&nbsp;<\/strong><span class=\"attribution\"><span class=\"source\">(Conservation International\/Wikimedia Commons)<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Artikel ini merupakan bagian dari serangkaian analisis untuk meramaikan perhelatan Wallacea Science Symposium di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 13 &#8211; 15 Agustus 2023.<\/p>\n<p>Artikel ini ditulis Jatna Supriatna dan terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/200-tahun-alfred-wallace-laboratorium-hidup-evolusi-wallacea-semakin-disesaki-pembangunan-211199\">The Conversation<\/a>, untuk mengenang hasil penelitian Alfred&nbsp;Russel Wallacea tentang alam Indonesia.<\/p>\n<p>Wallacea adalah wilayah daratan dan lautan seluas 338 ribu kilometer persegi (km2) yang penuh keajaiban dan keunikan.<\/p>\n<p>Wilayah Wallacea membentang dari pulau Lombok dan Sulawesi di sebelah baratnya sampai kepulauan Maluku di timur.<\/p>\n<p>Di utara, Wallacea membentang dari Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara) hingga Kabupaten Rote Ndao di selatan. Batas-batas tersebut digambarkan dalam garis imajiner yang disebut Wallacea line.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/242444315\/hari-masyarakat-adat-sedunia-klhk-tetapkan-15-hutan-adat-di-gunung-mas\">Baca: KLHK akui 15 hutan adat di Gunung Mas<\/a><\/p>\n<p>Wallacea dihuni oleh berbagai jenis hewan dan tumbuhan campuran dari wilayah Asia dengan Australia dan Papua.<\/p>\n<p>Ada ratusan jenis burung, mamalia kecil dan sedang, primata, reptil, dan tumbuhan-tumbuhan di di wilayah ini. Sebagian di antaranya adalah spesies endemik alias tidak akan ditemui di daerah lainnya.<\/p>\n<p>Tengok saja spesies seperti komodo, anoa, tarsius, babi rusa, hingga lebah raksasa, yang merupakan spesies asli penghuni pulau-pulau yang tersebar di Wallacea.<\/p>\n<p>Ini belum dihitung dengan kekayaan laut di Wallacea yang termasuk dalam kawasan Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle)&ndash;wilayah dengan keanekaragaman makhluk perairan yang luar biasa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/242605792\/hari-masyarakat-adat-sedunia-peran-pemuda-adat-sebagai-benteng-wilayah-adat\">Baca: Peran pemuda adat dalam merawat kearifan lokal<\/a><\/p>\n<p>Ialah Alfred Russel Wallace, naturalis asal Inggris yang pertama kali menjelajahi keanekaragaman hayati di wilayah ini. Dia membukukan catatan perjalanan bersama ratusan asistennya dalam Malay Archipelago (Kepulauan Melayu).<\/p>\n<p>Tahun 2023 ini menjadi penanda 200 tahun kehidupan Wallace yang lahir pada Januari 1823.<\/p>\n<p>Dua abad berlalu setelah kelahiran Wallace. Kawasan Wallacea sudah jauh berubah dari apa yang naturalis itu amati.<\/p>\n<p>Saya melakukan banyak penelitian di kawasan ini sejak dekade 80-an dan merasa risau dengan sesaknya aktivitas baik pertambangan, perkebunan, pembangunan infrastruktur, maupun alih fungsi lahan lainnya di Wallacea.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24567288\/peran-besar-masyarakat-adat-hadapi-krisis-iklim\">Baca: Peran penting masyarakat adat atasi krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>Sejak empat dekade silam, saya melakukan banyak studi di kawasan Wallacea. Misalnya tentang kehidupan primata, ataupun mamalia terkecil tarsius, yang tersebar di pulau-pulau besar maupun kecil.<\/p>\n<p>Saat itu, hutan-hutan di wilayah Wallacea atau sekitar Sulawesi, Maluku, dan kepulauan sekitarnya belum banyak dibabat.<\/p>\n<p>Deforestasi pada tahun-tahun tersebut lebih banyak berlangsung di Sumatra dan Kalimantan. Belakangan perambahan hutan juga terjadi di Papua.<\/p>\n<p>Namun, pada akhirnya Wallacea terimbas juga. Mulai dari perkebunan sawit di Sulawesi Barat, pembukaan lahan dan pembangunan di kawasan ini terus terjadi.<\/p>\n<p>Berdasarkan penelitian saya, Sulawesi telah kehilangan sekitar 10,89% wilayah hutannya selama periode 2000-2017&ndash;setara dengan sekitar 2,07 juta hektare.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688306\/pro-kontra-konservasi-ex-situ-dalam-pelestarian-satwa\">Baca: Pro kontra konservasi satwa secara ex situ<\/a><\/p>\n<p>Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara mencatat tingkat deforestasi tertinggi dengan kehilangan masing-masing sekitar 13,41% dan 13,37% dari tutupan hutan pulau Sulawesi dalam kurun waktu tersebut.<\/p>\n<p>Pada dekade terakhir, perusahaan juga berbondong-bondong datang merambah hingga ke pulau-pulau kecil di Maluku maupun di sekitar Sulawesi yang masuk wilayah Wallacea.<\/p>\n<p>Hutan dan ekosistem lainnya dibabat untuk perkebunan sawit, coklat, maupun kakao.<\/p>\n<p>Ada pula untuk pencarian serta penambangan nikel&ndash;komoditas bahan baku baterai mobil listrik yang tengah digandrungi di seluruh dunia. Mayoritas cadangan nikel dunia ada di Wallacea.<\/p>\n<p>Pertambangan nikel memang ada sejak puluhan tahun silam, tapi hanya di beberapa wilayah seperti di Sulawesi Selatan bagian timur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/241811707\/kenali-beragam-jenis-tanaman-bakau-di-kebun-raya-mangrove-surabaya\">Baca: Kenali beragam jenis bakau di Kebun raya Mangrove Surabaya<\/a><\/p>\n<p>Kini, banyak tanah-tanah di Sulawesi dan pulau sekitar yang dikeruk penambang tanpa memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik.&nbsp;Ada di antara mereka yang membuang sisa pertambangan (tailings) ke laut.<\/p>\n<p>Selain pertambangan dan perkebunan, kawasan Wallacea juga marak digunakan untuk Proyek Strategis Nasional.<\/p>\n<p>Ada lebih dari 40 proyek strategis di kawasan ini, mulai dari bendungan, jalan, infrastruktur kereta api, lapangan minyak dan gas bumi, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Cepatnya pembangunan sungguh terasa. Di laut, ekosistem penting seperti terumbu karang banyak yang rusak akibat praktik perikanan berlebihan dan destruktif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241787020\/ekosistem-lamun-punya-peran-penting-jernihkan-kawasan-pesisir-tapi-sering-diabaikan\">Baca: Mengenal ekosistem lamun yang penting bagi nelayan<\/a><\/p>\n<p>Di sebagian daratan dan pulau-pulau di Wallacea, berkurangnya tutupan hutan mengakibatkan homogenisasi atau penyempitan keberagaman jenis burung.<\/p>\n<p>Kelangsungan populasi kera dan tarsius di kawasan Wallacea juga terancam karena laju deforestasi. Ini belum dihitung dengan penurunan biodiversitas tumbuhan di Wallacea akibat pembukaan lahan.<\/p>\n<p>Langkah ke depan<br \/>Dunia harus benar-benar memperhatikan kelangsungan serta keutuhan ekosistem di Wallacea.<\/p>\n<p>Tanpa upaya perlindungan yang serius, hutan-hutan di kawasan ini dapat berubah menjadi gurun-gurun. Warna-warni terumbu karang dapat berbalik menjadi kuburan bawah laut yang tak lagi dihampiri makhluk perairan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24988339\/kebijakan-ekspor-pasir-laut-mengancam-kehidupan-nelayan-dan-ekosistem-pesisir\">Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam ekosistem pesisir<\/a><\/p>\n<p>Selain meredam laju alih fungsi lahan, Indonesia bersama dunia harus berusaha keras meredam laju perubahan iklim yang memicu kenaikan air laut sehingga pulau-pulau di Wallacea berisiko tenggelam.<\/p>\n<p>Semua pihak harus duduk bersama: pemerintah, ilmuwan, perusahaan tambang, perkebunan, pelaku pariwisata, hingga masyarakat adat untuk membicarakan usaha perlindungan Wallacea di masa depan.<\/p>\n<p>Kepentingan inilah yang mendasari kami untuk mengadakan Wallacea Science Symposium pada pertengahan Agustus ini di Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>Selain mengenalkan keajaiban dan keunikan Wallacea, forum ini sepatutnya menjadi ajang seluruh pihak untuk merencanakan pembangunan yang ramah lingkungan agar ekosistem Wallacea tetap terjaga.<\/p>\n<p><strong>Penulis: <\/strong>Jatna Supriatna&nbsp;Professor of Conservation Biology, Universitas Indonesia sekaligus&nbsp;anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Steering Committee acara Wallacea Science Symposium di Makassar, Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peta kawasan Wallacea.&nbsp;(Conservation International\/Wikimedia Commons) 7cloud.asia &#8211; Artikel ini merupakan bagian dari serangkaian analisis untuk meramaikan perhelatan Wallacea Science Symposium di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 13 &#8211; 15 Agustus 2023. Artikel ini ditulis Jatna Supriatna dan terbit pertama kali di The Conversation, untuk mengenang hasil penelitian Alfred&nbsp;Russel Wallacea tentang alam Indonesia. Wallacea adalah wilayah daratan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22291,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5675],"class_list":["post-22290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-wallacea"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22290"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22290\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}