{"id":22292,"date":"2026-07-30T02:35:31","date_gmt":"2026-07-30T02:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22292"},"modified":"2026-07-30T02:35:31","modified_gmt":"2026-07-30T02:35:31","slug":"dear-bunda-waspadai-diare-rotavirus-karena-bisa-menyerang-organ-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22292","title":{"rendered":"Dear Bunda, Waspadai Diare Rotavirus Karena Bisa Menyerang Organ Dalam"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Para ibu diminta untuk mewaspadai diare dengan infeksi virus dari rotavirus atau diare rotavirus yang biasa menjangkiti anak-anak.<\/p>\n<p>Diare rotavirus pada anak bayi yang dapat mengganggu tumbuh kembang yang di antaranya penyebab stunting.<\/p>\n<p>Lebih jauh, diare rotavirus ini berisiko pada angka kematian anak yang tinggi karena bisa menyerang organ tubuh di luar saluran pencernaan yang sering kali tidak disadari.<\/p>\n<p>&ldquo;Sesungguhnya banyak sekali komplikasi yang di luar saluran pencernaan yang disebabkan oleh diare rotavirus itu yang diwaspadai karena pengobatan jadi sulit dan risiko mortalitasnya tinggi,&rdquo; ucap Dokter spesialis anak dr. Titis Widowati, Sp.A(K) dalam diskusi radio Kesehatan mengenai Mengenal Diare Rotavirus Januari lalu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/241782731\/cara-cerdas-menumbuhkan-motivasi-belajar-anak-jangan-pernah-memarahi-saat-anak-nggak-paham\">Baca: Dear bunda, begini cara menumbuhkan motivasi belajar pada anak<\/a><\/p>\n<p>Ia menjelaskan, diare rotavirus memiliki toksin yang mempunyai sifat merusak sel-sel dalam saluran cerna hingga akhirnya bisa menembus ke sirkulasi darah.<\/p>\n<p>Jika sudah menyebar ke sirkulasi darah, akan bisa menyerang organ tubuh lain seperti otak yang bisa menimbulkan gejala-gejala neurologi sampai infeksi meningitis dan pengurangan kesadaran.<\/p>\n<p>Saat diare rotavirus menyerang paru-paru akan terjadi pneuomonia atau infeksi paru-paru, gagal ginjal hingga ke jantung yang bisa menimbulkan peradangan pada jantung hingga hepatitis.<\/p>\n<p>Infeksi diare rotavirus ini, kata Titis gejalanya hampir sama seperti diare akibat bakteri, namun lebih berat karena toksin dalam rotavirus mampu menyebabkan kejang karena bersifat neurotoksis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24687089\/mengapa-metode-pendidikan-montessori-makin-diminati\">Baca: Mengapa pendidikan montessori makin diminati<\/a><\/p>\n<p>Selain itu diare rotavirus juga bisa memicu terjadinya muntah yang hebat dan pembuangan cairan yang lebih banyak yang bisa menyebabkan komplikasi dehidrasi hingga kekurangan elektrolit.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi misalnya dehidrasi dia kehilangan cairan yang banyak melalui darah atau melalui muntah itu tidak hanya air yang dikeluarkan tapi juga elektrolit dan akan ada gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan ini bisa bahaya karena akan mengganggu fungsi organ lain,&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p>Cairan elektrolit yang keluar bersama dengan diare, kata Titis, bisa berupa kalium dan natrium.<\/p>\n<p>Jika kadar kalium sangat rendah akan mengganggu fungsi jantung sehingga anak bisa mengalami henti jantung karena kalium berfungsi untuk memompa jantung. Sedangkan jika kekurangan natrium, anak bisa mengalami kejang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/241809638\/sangat-peduli-anak-anak-di-pedalaman-cinta-laura-tuai-pujian-dari-warganet\">Baca: Sangat peduli pada anak di pedalaman, seleb ini tuai pujian<\/a><\/p>\n<p>Titis mengatakan beberapa upaya bisa dilakukan untuk mencegah diare rotavirus yaitu dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan sesudah dari kamar mandi.<\/p>\n<p>Titis juga merekomendasikan konsumsi makanan-makanan yang tidak tercemar dengan memperhatikan cara memasaknya dengan air yang bersih dan dimasak dengan benar.<\/p>\n<p>Dan yang tak kalah penting dalam mencegah diare rotavirus adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, sumber air bersih, dan memperhatikan sarana pembuangan tinja.<\/p>\n<p>Diingatkan rotavirus mampu bertahan dalam cuaca lingkungan udara yang dingin maupun yang biasa dalam waktu cukup lama sehingga berpotensi untuk menyebar ke lingkungan dari orang ke orang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/242593257\/ancaman-di-balik-lilin-beraroma-bisa-melepas-zat-berbahaya-ke-udara\">Baca: Waspadai ancaman di balik lilin beraroma<\/a><\/p>\n<p>Salah satu upaya yang terbaik untuk menurunkan angka kejadian diare rotavirus sampai saat ini adalah dengan vaksinasi rotavirus.<\/p>\n<p>Vaksin rotavirus yang beredar saat ini, ujarnya, ada yang monovalen dan pentavalen.<\/p>\n<p>Vaksin monovalen diberikan pada usia enam minggu intervalnya untuk pemberian yang kedua adalah empat Minggu dan dia harus sudah selesai diberikan pada umur 24 Minggu.<\/p>\n<p>&#8220;Sedangkan kalau yang pentavalen itu diberikan yang pertama usia enam sampai 12 minggu kemudian pemberian berikutnya dengan interval empat minggu,&rdquo; ucap Titis.<\/p>\n<p>Vaksin rotavirus ini diberikan dalam bentuk tetes dan diharapkan sudah selesai diberikan pada usia 6 bulan dengan tujuan untuk mencegah infeksi rotavirus di usia muda nol sampai dua tahun.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/241797074\/demi-keamanan-konsumsi-makanan-kemasan-baca-label-baru-beli\">Baca: Cara cerdas membeli makanan kemasan<\/a><\/p>\n<p>Vaksin ini sudah diterapkan di sejumlah daerah, antara lain di Bogor, Jawa Barat. menyediakan vaksin rotavirus (RV) guna mencegah diare rotavirus.<\/p>\n<p>&#8220;Tersedia vaksin yang aman dan efektif, serta meningkatkan kualitas hidup anak bangsa, maka perlu dilakukan pemberian imunisasi RV sebagai upaya komprehensif pencegahan diare pada bayi di Indonesia,&#8221; kata Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno di Kota Bogor, Sabtu (12\/8\/2023).<\/p>\n<p>Retno mengumumkan bahwa pelaksanaan pemberian imunisasi rotavirus dengan sasaran bayi akan dimulai tanggal 15 Agustus 2023. Sasaran imunisasi rotavirus di Kota Bogor sejumlah 17.769 bayi dengan target capaiannya 100 persen.<\/p>\n<p>Berdasarkan data dari Indonesian Rotavirus Surveillance Network (IRSN), Rotavirus sebagai penyebab utama diare cair akut pada balita diare yang dirawat inap, tahun 2001-2008 sebesar 58 persen,<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/241791245\/nugget-belut-cara-pemprov-bengkulu-turunkan-angka-stunting\">Baca: Nugget belut, cara unik cegah stunting&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Pada 2009-2011 sebesar 52 persen, dan pada tahun 2012-2016 sebesar 45 persen. Selain itu 9,8 persen kematian pada bayi kurang dari 12 bulan dan 4,55 persen kematian pada anak balita 12-59 bulan di Indonesia disebabkan oleh diare.<\/p>\n<p>Di Kota Bogor kasus diare Tahun 2022 sebanyak 685 atau 6,4 persen dari total kasus kesehatan di sana.<\/p>\n<p>Diare juga dapat menimbulkan masalah stunting pada anak karena zat mikro yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh hilang karena infeksi diare yang berulang.<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews.com<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Para ibu diminta untuk mewaspadai diare dengan infeksi virus dari rotavirus atau diare rotavirus yang biasa menjangkiti anak-anak. Diare rotavirus pada anak bayi yang dapat mengganggu tumbuh kembang yang di antaranya penyebab stunting. Lebih jauh, diare rotavirus ini berisiko pada angka kematian anak yang tinggi karena bisa menyerang organ tubuh di luar saluran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[344,5676],"class_list":["post-22292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anak","tag-diare-rotavirus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}