{"id":22300,"date":"2026-07-30T02:35:33","date_gmt":"2026-07-30T02:35:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22300"},"modified":"2026-07-30T02:35:33","modified_gmt":"2026-07-30T02:35:33","slug":"sejarah-panjang-palembang-sebagai-kota-tertua-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22300","title":{"rendered":"Sejarah Panjang Palembang sebagai Kota Tertua di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Berdasarkan sejarahnya, kota Palembang yang saat ini menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dan pernah jadi ibu kota Sriwijaya bisa dikatakan sebagai kota tertua di Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan perhitungan dari prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit, kota Palembang telah berumur setidaknya 1341 tahun.<\/p>\n<p>Menurut Prasasti Sriwijaya yang berangka tahun 16 Juni 682, saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang.<\/p>\n<p>Nama kota Palembang tak lepas dari kondisi&nbsp;topografinya yang dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air, baik yang bersumber dari sungai maupun rawa, juga air hujan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241805617\/mengenal-kota-salatiga-salah-satu-kota-terindah-dan-tertua-di-indonesia\">Baca: Mengenal Salatiga, salah satu kota tertua di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Nama Palembang berasal dari gabungan kata Pa\/Pe dan kata lembang\/lembeng. Dalam bahasa Melayu, Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan.<\/p>\n<p>Sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu).<\/p>\n<p>Sedangkan kalau menurut bahasa Melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air.&nbsp;Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.<\/p>\n<p>Kondisi alam ini bagi nenek moyang masyarakat Palembang menjadi modal mereka dalam menghidupkan kota.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241030670\/sejarah-jakarta-berawal-dari-sunda-kelapa-jayakarta-batavia-lantas-jadi-jakarta\">Baca: Perjalanan Jakarta, berawal dari Pangeran Jayakarta<\/a><\/p>\n<p>Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi.<\/p>\n<p>Selain kondisi alam, letak strategis kota Palembang yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah.<\/p>\n<p>Yakni dataran tinggi Bukit Barisan di sisi barat, daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah dan daerah pesisir timur laut.<\/p>\n<p>Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan dan peradaban masyarakat Palembang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24570955\/mengenal-kota-kupang-dari-lai-kopan-yang-diperebutkan-belanda-dan-portugis\">Baca: Mengenal Kota Kupang, dari Lou Kopan yang diperebutkan Belanda dan Portugis<\/a><\/p>\n<p>Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong warga setempat melahirkan kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan.<\/p>\n<p>Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di Asia pada waktu itu. Tak hanya menjadi &#8216;kiblat&#8217; penganut Budha, Sriwijaya juga menjadi pusat perniagaan terkemuka.&nbsp;<\/p>\n<p>George Coedes dalam buku&nbsp;&#8220;<em>The Indianized States of Southeast Asia<\/em>. trans.&nbsp; &#8221; menyebut, pada paruh kedua abad ke-9, Jawa dan Sumatra disatukan di bawah kekuasaan Sailendra yang memerintah di Jawa &#8230; pusatnya di Palembang.&#8221;[9]:92<\/p>\n<p>Sebagai ibu kota kerajaan Sriwijaya, kota tertua kedua di Asia Tenggara ini telah menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara maritim selama lebih dari satu millenium.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/editor.mediapromed.com\/ruang-kota\/add\/Manado, kota di negeri jauh yang cantik\">Baca:&nbsp;Manado, kota di negeri jauh yang cantik<\/a><\/p>\n<p>Kerajaan Sriwijaya berkembang dan mengendalikan perdagangan internasional melalui Selat Malaka dari abad ke-7 hingga abad ke-13, mengukuhkan hegemoni atas negara-negara di Sumatra dan Semenanjung Malaya.<\/p>\n<p>Prasasti Sanskerta dan catatan perjalanan Tiongkok melaporkan bahwa kerajaan ini menjadi makmur karena menjadi perantara dalam perdagangan internasional antara Tiongkok dan India.<\/p>\n<p>Karena angin muson yang terjadi dua kali setahun, setelah sampai di Sriwijaya, para pedagang dari Tiongkok atau India harus tinggal di sana selama beberapa bulan menunggu perubahan arah angin, atau harus kembali ke Tiongkok atau India.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Sriwijaya tumbuh menjadi pusat perdagangan internasional terbesar, dan tidak hanya pasarnya, tetapi juga infrastruktur untuk para pedagang seperti penginapan dan hiburan juga dikembangkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24569236\/mengenal-uniknya-tradisi-seba-masyarakat-badui-tahun-ini-singgung-hak-politik\">Baca: Mengenal uniknya tradisi Seba masyarakat adat Badui<\/a><\/p>\n<p>Saat itu Sriwijaya juga berfungsi sebagai sebuah pusat budaya di Asia Tenggara. Yijing, seorang pengelana Buddhis Tiongkok yang tinggal di Palembang dan Jambi pada tahun 671, mencatat bahwa terdapat lebih dari seribu biksu dan sarjana terpelajar.<\/p>\n<p>Mereka didukung oleh kerajaan untuk belajar agama di Palembang.&nbsp;Dia juga mencatat bahwa terdapat banyak &#8220;negara&#8221; di bawah kerajaan yang disebut Sriwijaya (Shili Foshi).<\/p>\n<p>Sebuah rupaka Buddha, ditemukan di situs arkeologi Bukit Seguntang, kini dipajang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.<\/p>\n<p>Setelah mengalami kejayaan di abad ke-7 dan 9, maka kurun abad ke-12 Sriwijaya perlahan mengalami penurunan.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24560330\/makna-sumbu-filosofi-dalam-tata-kota-yogyakarta\">Baca: Peran sumbu filosofi dalam penataan Kota Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Sriwijaya turun selain karena persaingan dengan kerajaan di Jawa, juga dipicu pertempuran dengan kerajaan Cola dari India. Kejatuhan Sriwijaya tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.<\/p>\n<p>Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada abad pertengahan atau tahun 1600an.&nbsp;Sriwijaya kemudian menjadi kesultanan Palembang yang disegani di kawasan Nusantara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pamor kesultanan Palembang meredup karena kedatangan Kompeni ke Nusantara, hingga akhirnya Kesultanan Palembang dihapus oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1825.<\/p>\n<p>Pada awal abad 20, tepatnya&nbsp;tahun 1920-an, Palembang dikembangkan menjadi layaknya kota di Eropa di bawah bimbingan Thomas Karsten yang saat itu dikenal sebagai arsitek banyak kota di Hindia Belanda.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24593464\/metamorfosa-jakarta-lewat-penataan-transportasi-publik\">Baca: Metamorfosa Jakarta dengan penataan fasilitas transportasi publik<\/a><\/p>\n<p>Setelah Indonesia merdeka pada Agustus&nbsp; 1945, sejumlah pembangunan dilakukan di Palembang.<\/p>\n<p>Pada 1962 dibangun Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi. Hingga saat ini, Jembatan Ampera menjadi salah satu kebanggaan warga Kota Palembang.<\/p>\n<p>Penunjukan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah PON turut mengubah wajah kota Palembang. Penetapan Palembang menjadi Kota Wisata Air dan tuan rumah bersama ASIAN Games 2018 melengkapi sejarah panjang kota Palembang.&nbsp;<\/p>\n<p>Esti Utami, dari berbagai sumber.&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Berdasarkan sejarahnya, kota Palembang yang saat ini menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dan pernah jadi ibu kota Sriwijaya bisa dikatakan sebagai kota tertua di Indonesia. Berdasarkan perhitungan dari prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit, kota Palembang telah berumur setidaknya 1341 tahun. Menurut Prasasti Sriwijaya yang berangka tahun 16 Juni 682, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22301,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,2388,2281],"class_list":["post-22300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-palembang","tag-sriwijaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}