{"id":22323,"date":"2026-07-30T02:35:42","date_gmt":"2026-07-30T02:35:42","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22323"},"modified":"2026-07-30T02:35:42","modified_gmt":"2026-07-30T02:35:42","slug":"hari-masyarakat-adat-sedunia-peran-pemuda-adat-sebagai-benteng-wilayah-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22323","title":{"rendered":"Hari Masyarakat Adat Sedunia: Peran Pemuda Adat sebagai Benteng Wilayah Adat"},"content":{"rendered":"<div class=\"page\" data-page-number=\"1\" data-loaded=\"true\">\n<div class=\"textLayer\"><strong> <!--img1--> <\/strong><\/div>\n<div class=\"textLayer\"><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Hari Masyarakat Adat Sedunia tahun 2023 diperingati dengan tema &ldquo;Pemuda Adat sebagai Agen Perubahan untuk Penentuan Nasib Sendiri&rdquo;. Peringatan ini berlangsung di tengah krisis yang dihadapi wilayah adat di Indonesia.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Dalam konteks advokasi pengakuan masyarakat adat dan wilayah adat di Indonesia, peran pemuda adat sangat strategis dalam pemetaan wilayah adat dan advokasi kebijakan.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Pemuda adat juga memegang peran penting dalam meneruskan pengelolaan wilayah adat berdasarkan budaya dan kearifan masyarakat adat.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Di sisi lain, kondisi masyarakat adat masih termarginalisasi di wilayah adatnya karena pengakuan dan perlindungan wilayah adat masih jauh dari harapan.&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/242444315\/hari-masyarakat-adat-sedunia-klhk-tetapkan-15-hutan-adat-di-gunung-mas\">Baca: KLHK akui 15 hutan adat di Gunung Mas<\/a><\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Dari 1.336 peta wilayah adat yang telah teregristrasi di Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) baru 219&nbsp;wilayah adat yang sudah ditetapkan pengakuannya oleh pemerintah daerah.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Peta wilayah adat dengan luas mencapai sekitar 26,9 juta hektar tersebut tersebar di 32 provinsi dan 155 kabupaten\/kota, namun baru&nbsp;3,73 juta hektar atau sekitar 13,9% diantaranya yang sudah diakui oleh Negara.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&#8220;Masih ada sekitar 23,17 juta hektar wilayah saat ini yang belum ada pengakuan oleh pemerintah daerah,&rdquo; ujar Kepala BRWA&nbsp;Kasmita Widodo dalam acara jumpa pers bertajuk &ldquo;Status Pengakuan Wilayah Adat di Indonesia&#8221; Rabu (9\/8\/2023). <\/p>\n<div class=\"page\" data-page-number=\"1\" data-loaded=\"true\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"page\" data-page-number=\"2\" data-loaded=\"true\">&nbsp;<\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">\n<div class=\"textLayer\">Bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia kemarin, KLHK menerbitkan pengakuan 15 hutan adat di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah seluas 68.326 hektar.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"textLayer\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/241806196\/kembali-dari-sidang-pbb-komnas-perempuan-tekankan-pentingnya-uu-masyarakat-adat\">Baca: Komnas Perempuan terus mendesak pengesahan UU Masyarakat Adat<\/a><\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Sehingga total hutan adat yang sudah mendapat pengakuan sebanyak 123 Hutan Adat dengan luas mencapai 221.648 hektar.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Keputusan pengakuan hutan adat oleh KLHK memang tidak mudah, karena harus diawali dengan pengukuhan keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA) oleh pemerintah daerah.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Ini diatur di pasal 67 UU Kehutanan dan Pasal 234 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2021 &ldquo;Pengukuhan keberadaan MHA dalam Kawasan Hutan Negara ditetapkan dengan Peraturan Daerah&rdquo;.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Di sinilah sengkarutnya proses pengembalian hutan adat dari hutan negara. Komitmen kepala daerah dan kapasitas pemerintah daerahmasih rendah untuk membentuk Perda pengakuan masyarakat adat.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241739500\/mengurai-eksistensi-masyarakat-adat-di-kawasan-ikn\">Baca: Mengurai eksistensi masyarakat adat di lokasi IKN<\/a><\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Setelah ada Perda pun, pelaksanaan verifikasi sampai dengan pengukuhan masyarakat adat masih berjalan sangat lambat.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Begitu juga dengan KLHK yang masih terbatas dalam melakukan verifikasi usulan hutan adat.&nbsp;Rata-rata hanya sekitar 15 usulan hutan adat setahun yang dapat diverifikasi lapangan.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Selain itu, masih ada kegamangan untuk melakukan verifikasi usulan hutan yang berada di kawasan konservasi, seperti cagar alam, taman wisata alam dan taman nasional.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Terkait sektor pertanahan dan pengakuan hak ulayat masyarakat adat, Kementerian ATR\/BPN belum ada kemajuan yang berarti.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24567288\/peran-besar-masyarakat-adat-hadapi-krisis-iklim\">Baca: Peran masyarakat adat antisipasi krisis iklim<\/a><\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Alih-alih menegaskan wilayah adat sebagai hak ulayat masyarakat adat, justru akan menerbitkan Hak Pengelolaan (HPL) di atas tanah ulayat seperti yang diatur dalam PP Nomor 18\/2021.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Hal ini menunjukkan bahwa negara masih menterjemahkan hak menguasai negara secara eksesif. Padahal sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK)telah menyatakan bahwaHak Menguasai Negara (HMN) dibatasi oleh hak ulayat.<\/div>\n<div class=\"textLayer\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"textLayer\">Kebijakan negara menerbitkan HPL di atas wilayah adat justru berpotensi<\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"page\" data-page-number=\"2\" data-loaded=\"true\">\n<div class=\"canvasWrapper\">menyebabkan hilangnya hak masyarakat adat atas tanah ulayat yang telah dimiliki, dikuasai dan dikelola secara turun-temurun.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">Kebijakan negara menerbitkan HPL sekaligus menabrak esensi perlindungan dan penghormatan hak-hak masyarakat adat yang telah diatur di dalam konstitusi.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24703011\/negara-akui-suku-punan-batu-sebagai-masyarakat-hukum-adat\">Baca: Negara akui suku Punan batu sebagai masyarakat adat<\/a><\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">\n<div class=\"canvasWrapper\">Dari analisis tutupan hutan di 1.336 wilayah adat, BRWA mengidentifikasi ada sekitar 12,9 hektar berupa hutan primer dan 5,37 juta hektar hutan sekunder.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&#8220;Pada areal hutan sekunder sudah cukup banyak dikelola oleh badan usaha yang mendapat Perijinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dari Pemerintah,&#8221; kata Kepala Divisi Data dan Informasi BRWA, Ariya Dwi Cahya.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">Dari berbagai data profil masyarakat adat yang dihimpun BRWA, masyarakat adat memiliki relasi yang kuat dengan hutan sebagai bagian dari budaya dan ruang hidupnya.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">Kekuatan masyarakat adat dalam menjaga hutan berdasar tradisi dan budaya menjadi benteng terakhir penyelamatan hutan yang tersisa.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241741367\/jalan-jalan-ke-desa-adat-berwisata-sambil-belajar-kehidupan-dari-masyarakat-adat\">Baca: Belajar kearifan mengelola lingkungan dari masyarakat adat<\/a><\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">Masyarakat adat juga menjadi garda terdepan dalam pemulihan degradasi hutan dari kepentingan bisnis, menekan laju perubahan iklim dan penyelamatan keanaragaman hayati.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">Pemutusan hubungan masyarakat adat dengan hutan dan tanah leluhurnya karena kepentingan bisnis akan memutus hubungan lintas generasi para pemuda adat dalam menjaga tradisi, budaya dan jati diri bangsa Indonesia.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&ldquo;Dengan capaian yang telah disampaikan di atas, maka perlu kesungguhan pemerintah daerah dan Kementerian\/Lembaga Pemerintahuntuk menjalankan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Indonesia,&#8221; ujar Kasmita.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">Karena itu BRWA mendesak RUU Masyarakat Adat segera disahkan. Negara juga diminta mengalokasikan anggaran yang memadai dalam proses pengakuan masyarakat adat melalui anggaran pemerintah pusat dan daerah.<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"canvasWrapper\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24802101\/berpetualang-sambil-belajar-di-geopark-anggota-unesco-global-geoparks\">Baca: Belajar sejarah bebatuan bumi di Geopark<\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Hari Masyarakat Adat Sedunia tahun 2023 diperingati dengan tema &ldquo;Pemuda Adat sebagai Agen Perubahan untuk Penentuan Nasib Sendiri&rdquo;. Peringatan ini berlangsung di tengah krisis yang dihadapi wilayah adat di Indonesia. &nbsp; Dalam konteks advokasi pengakuan masyarakat adat dan wilayah adat di Indonesia, peran pemuda adat sangat strategis dalam pemetaan wilayah adat dan advokasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22324,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[47,231],"class_list":["post-22323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-masyarakat-adat","tag-wilayah-adat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22323"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22323\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}