{"id":22342,"date":"2026-07-30T02:35:48","date_gmt":"2026-07-30T02:35:48","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22342"},"modified":"2026-07-30T02:35:48","modified_gmt":"2026-07-30T02:35:48","slug":"kota-manado-kota-di-negeri-jauh-yang-indah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22342","title":{"rendered":"Kota Manado, Kota di Negeri Jauh yang Indah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Selamat sore pembaca 7cloud.asia yang setia. Kali ini cerita kota akan mengisahkan kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara.<\/p>\n<p>Manado, merupakan kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar. Kota yang indah. Terletak di tepi pantai, Manado dikelilingi bukit landai, bergelombang, dan barisan pegunungan yang hijau.<\/p>\n<p>Sisi barat Kota Manado menghadirkan view laut biru, yang dihiasi tiga pulau eksotik yaitu Bunaken, Manado Tua dan Siladen, yang terkenal dengan pesona&nbsp; bawah lautnya.<\/p>\n<p>Hari jadi Kota Manado dirayakan setiap tanggal 14 Juli, sedangkan&nbsp;Kota Manado diyakini ada sejak 1623. Tahun ini&nbsp;Kota Manado merayakan HUT-nya yang ke-400 atau telah berusia 4 abad.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241030670\/sejarah-jakarta-berawal-dari-sunda-kelapa-jayakarta-batavia-lantas-jadi-jakarta\">Baca: Sejarah Jakarta, dari Jayakarta menjadi Batavia kemudian jadi Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Dilansir manadokota.go.id, hari jadi kota Manado merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus. Tanggal 14, diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946.<\/p>\n<p>Bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919, yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan.<\/p>\n<p>Sedangkan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun di mana nama Kota Manado telah dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi.&nbsp;<\/p>\n<p>Namun demikian, hingga kini asal usul nama Manado belum terdokumentasi secara lengkap, kecuali yang dimiliki oleh bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda) yang datang ke Manado karena kekayaan alamnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241805617\/mengenal-kota-salatiga-salah-satu-kota-terindah-dan-tertua-di-indonesia\">Baca: Kota Salatiga, salah satu kota tertua di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Asal muasal nama Manado masih diperdebatkan. Para akademisi dan tetua masyarakat masih berbeda pendapat. Banyak versi yang mencoba memberikan interpretasi soal asal mula nama Kota Manado.<\/p>\n<p>Wenang adalah nama pertama wilayah yang masuk bagian Minahasa ini sebelum berganti nama menjadi Kota Manado.<\/p>\n<p>Menurut Prof. Geraldine Manoppo-Watupongoh, pergantian nama Wenang menjadi Manado dilakukan oleh Spanyol pada tahun 1682. Menurutnya, Manado diambil dari nama pulau di sebelah Bunaken, yaitu pulau Manado (kini Manado Tua).<\/p>\n<p>Sumber lainnya menyebutkan bahwa penggantian Wenang menjadi Manado bukan dilakukan oleh Spanyol, tetapi oleh Belanda. Sebab tahun 1682 yang berkuasa dan menjajah Sulawesi Utara bukan lagi bangsa Spanyol, tetapi VOC Belanda.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24570955\/mengenal-kota-kupang-dari-lai-kopan-yang-diperebutkan-belanda-dan-portugis\">Baca: Kota Kupang, dari Lou Kopan yang pernah jadi rebutan Belanda dan Portugis<\/a><\/p>\n<p>Kelompok ini menyuguhkan bukti, pada tahun 1677 sampai 31 Agustus 1682, gubernur jenderal Hindia Belanda di Ternate, Dr. Robertus Padtbrugge datang di Manado mencatat sisa-sisa penduduk kerajaan Bowontehu (kini Manado Tua) termasuk yang ada di Sindulang.<\/p>\n<p>Mengapa Wenang harus diganti menjadi Manado? Dalam dokumen dan surat-surat penting bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda, nama Manado banyak tercantum dan lebih dikenal dibanding Wenang.<\/p>\n<p>Tahun 1623, nama Manado mulai dikenal dan digunakan di dalam surat-surat resmi. Itulah alasannya sehingga Wenang diganti menjadi Manado.<\/p>\n<p>Untuk menjaga nilai sejarahnya, di belakang kata Manado ditambahkan kata tua, sehingga menjadi Manado Tua hingga saat ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24560330\/makna-sumbu-filosofi-dalam-tata-kota-yogyakarta\">Baca: Makna sumbu filoosofi dalam tata kota Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Versi lainnya menyebut bahwa nama Manado sebelumnya adalah Pogidon. Pogidon sering diidentikan dengan Wenang.<\/p>\n<p>Benarkah Pogidon sama dengan Wenang? Sejatinya, Pogidon dan Wenang, adalah dua negeri yang berbeda.<\/p>\n<p>Wenang adalah negeri yang besar dan luas, yang kemudian namanya diubah menjadi Manado; sedangkan Pogidon adalah lokasi pemukiman kecil, yang merupakan bagian dari wilayah Wenang.<\/p>\n<p>Pogidon merupakan akronim dari opo Gidon (nama pemimpin\/leluhur Bantik), yang membangun negeri Pogidon.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242432345\/kawasan-malioboro-ditataulang-sesuai-maknanya-dalam-sumbu-filosofi-yogyakarta\">Baca: Malioboro ditataulang sesuai peran dan posisinya di Sumbu Filosofi<\/a><\/p>\n<p>Seiring dengan perjalanan waktu, sebutan opo Gidon berubah menjadi Po Gidon, lalu penulisannya dirangkai menjadi Pogidon dan digunakan sebagai nama pemukiman.<\/p>\n<p>Sebelum menjadi lokasi pemukiman, negeri Pogidon banyak ditumbuhi pohon Wenang (Macaranga Hispida), yang dalam bahasa Bantik disebut Benang, sehingga negeri Pogidon oleh sub etnis Bantik disebut juga dengan nama Benang (bukan Wenang).<\/p>\n<p>Sebagai nama pohon Macaranga Hispida, Wenang dan Pogidon memiliki arti yang sama; namun sebagai lokasi pemukiman, negeri atau wanua Pogidon tidak sama dengan Wenang.<\/p>\n<p>Dari bahasa mana Manado berasal? Kata Manado berasal dari bahasa daerah sub etnis di Sulawesi Utara. Penyebutannya berdasarkan dialek masing-masing. Bangsa Eropa menyebutnya berdasarkan lidah mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241779909\/terowongan-stasiun-tugu-difungsikan-perjalanan-ke-yogyakarta-dengan-kereta-makin-nyaman\">Baca: Stasiun Tugu, Terowongan dan fungsinya di Sumbu Filosofi<\/a><\/p>\n<p>Orang Portugis menyebutnya Moradores; orang Spanyol menyebutnya Manados; Nicolaas Graafland (seorang Pendeta asal Belanda yang bertugas di Tanawangko dan Sonder) di dalam judul bukunya menyebut Manadorezen;<\/p>\n<p>Sementara pejabat kompeni Belanda menyebutnya Manado&rsquo;s Gebied, yang artinya daerah Manado ini atau kawasan Manado; Simao d&rsquo;Abreu dan Antonio Galvao menyebutnya Manada, yang artinya kawanan, maksudnya kawanan pulau; dan orang Eropa lainnya menyebutnya Manado.<\/p>\n<p>Berbagai versi penyebutan nama Manado yang berbeda tersebut diperkirakan karena kesalahan penulisan atau penyalinan, atau mungkin karena pengaruh pendengaran orang Eropa terhadap dialek bahasa lokal.<\/p>\n<p>Jika benar demikian, itu adalah hal yang lumrah, sebab sampai kini masih banyak orang salah menyebut dan menulis nama Manado menjadi Menado.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24593464\/metamorfosa-jakarta-lewat-penataan-transportasi-publik\">Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik<\/a><\/p>\n<p>Walaupun kata Manado berasal dari bahasa lokal, namun kata yang hampir punah ini diwarisi dari dokumen-dokumen bangsa Eropa.<\/p>\n<p>Di dalam dokumen disebutkan bahwa nama Manado ditemukan oleh pelaut Portugis bernama Simao d&rsquo;Abreu pada tahun 1523, dan merupakan pulau yang sudah berpenghuni sejak tahun 1339.<\/p>\n<p>Namun Simao d&rsquo;Abreu tidak mempublikasikan hasil temuannya itu. Nanti 32 tahun kemudian, yaitu tahun 1555, hasil temuannya dipublikasikan oleh Antonio Galvao, mantan gubernur Portugis di Maluku, di dalam bukunya yang berjudul Tratado.<\/p>\n<p>Di dalam Tratado diuraikan kalimat pendek yang berbunyi, &ldquo;Ou eram vista das ilhas de Manada&hellip;&rdquo;, yang artinya &ldquo;mereka melihat Manada &hellip;.&rdquo;<\/p>\n<p>Manada di dalam bahasa Portugis bukan Manado, tetapi kawanan pulau. Bisa jadi kawanan pulau yang dimaksud adalah Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage dan pulau Nain. Dua pulau yang disebutkan terakhir adalah wilayah Minahasa Utara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24573406\/sudah-siapkah-stasiun-manggarai-jadi-stasiun-sentral\">Baca: Seperti ini rencana penataan Stasiun Manggarai<\/a><\/p>\n<p>Nicolaas Desliens pada tahun 1541, adalah orang Eropa lainnya asal Prancis mencantumkan nama Manado di peta dunia. Dari mana Desliens mendapatkan nama Manado? Kemungkinan dia mendapatkannya dari Simao d&rsquo;Abreu.<\/p>\n<p>Jika hal ini benar, berarti d&rsquo;Abreu telah membocorkan informasi rahasia; sebab saat itu bangsa Portugis menerapkan politik tutup mulut sebagai kebijakan bagian distrik (politica de sigilio).<\/p>\n<p>Artinya semua yang mereka temukan tidak boleh diketahui oleh bangsa Eropa lainnya. Manado yang dimaksudkan oleh Simao d&rsquo;Abreu dan Antonio Galvao adalah Manado yang kini namanya berubah menjadi Manado Tua.<\/p>\n<p>Bukan hanya orang Eropa yang memiliki banyak versi tentang nama Manado. Etnis dan sub etnis di Sulawesi Utara pun memiliki nama yang berbeda tentang Manado.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241767313\/penataan-transportasi-publik-dan-pembangunan-kawasan-berkonsep-tod-akankah-kurangi-kemacetan-di-jakarta\">Baca: Pengembangan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Manado dalam bahasa tua Tombulu disebut Manaror, sub etnis Tontemboan menyebutnya Manarow, etnis Sangihe menyebutnya Manaro. Tak satu pun etnis dan sub etnis di Sulawesi Utara yang menyebut Manado mirip dengan apa yang didengar oleh Simao d&rsquo;Abreu dan yang ditulis oleh Antonio Galvao, yaitu Manada.<\/p>\n<p>Walaupun terdiri dari berbagai versi berbeda, tetapi yang pasti kata Manado adalah bahasa lokal di Sulawesi Utara yang hampir punah.<\/p>\n<p>Nama Manado yang dikenal saat ini berasal dari kata Manarow atau Manadou (bahasa daerah Minahasa), yang artinya &ldquo;di jauh&rdquo;;<\/p>\n<p>Sebutan ini hampir sama dengan bahasa Sangihe, yaitu Manaro, yang artinya juga &ldquo;dijauh&rdquo; atau &ldquo;negeri yang jauh&rdquo;.<\/p>\n<p>Esti Utami, dari berbagai sumber.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Selamat sore pembaca 7cloud.asia yang setia. Kali ini cerita kota akan mengisahkan kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Manado, merupakan kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar. Kota yang indah. Terletak di tepi pantai, Manado dikelilingi bukit landai, bergelombang, dan barisan pegunungan yang hijau. Sisi barat Kota Manado menghadirkan view laut biru, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,5692],"class_list":["post-22342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-manado"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}