{"id":22414,"date":"2026-07-30T02:36:15","date_gmt":"2026-07-30T02:36:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22414"},"modified":"2026-07-30T02:36:15","modified_gmt":"2026-07-30T02:36:15","slug":"mengintip-guyubnya-pemilik-warteg-di-jakarta-saling-membantu-atasi-masalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22414","title":{"rendered":"Mengintip Guyubnya Pemilik Warteg di Jakarta, Saling Membantu Atasi Masalah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Keberadaan warung Tegal atau warteg telah banyak membantu warga kota Jakarta menjalani aktivitas kesehariannya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Dan, dalam perjalanannya Warteg yang awalnya dirintis para pekerja asal kota Tegal Jawa Tengah yang bermigrasi ke kota Jakarta menghadapi pasang surut.<\/p>\n<p>Berbagai kejadian baik politik maupun ekonomi, seperti naik turunnya&nbsp;harga pangan akhirnya mendorong para pemilik warteg di Kota Jakarta dan sekitarnya berkumpul bersama dan membentuk komunitas yang dinamakan Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara).<\/p>\n<p>Komunitas pemilik warteg ini dibentuk dengan tujuan agar mereka dapat saling membantu dalam menjalani usaha warung makan ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241822256\/evolusi-warteg-dirintis-orang-tegal-lalu-jadi-merek-bersama\">Baca: Kisah warteg, dibuat warga Tegal kemudian jadi merek bersama<\/a><\/p>\n<p>Ketua Komunitas Warteg Nusantara, Mukroni seperti dikutip BBC News Indonesia, mengatakan pada awal mulanya Kowantara dibentuk dengan tujuan dilahturahmi, agar para pemilik warteg dapat saling kenal dan berkumpul bersama.<\/p>\n<p>Namun, kini fungsi Komunitas Warteg Nusantara sudah berkembang menjadi lebih luas.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi silaturahmi istilahnya, sebagi bentuk persaudaraan antar-para pegiat warteg. Yang kedua, ya kalau bisa kita menggerakkan ekonomi, kita nanti akan mendirikan beberapa koperasi,&ldquo; kata Mukroni kepada BBC News Indonesia.<\/p>\n<p>Koperasi yang diberi nama Koperasi Warteg Nusantara tersebut digunakan oleh komunitas itu untuk membeli bahan-bahan dasar makanan dalam jumlah besar dan disalurkan kepada para anggota.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24569236\/mengenal-uniknya-tradisi-seba-masyarakat-badui-tahun-ini-singgung-hak-politik\">Baca: Mengenal uniknya tradisi seba<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Itu ide kita, gagasan kita untuk mewadahi agar mereka [para pemilik warteg] dapat memperoleh harga bahan sembako, bahan pokok untuk kebutuhan warteg dengan harga yang cukup murah dan berkualitas,&ldquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Koperasi itu ternyata menjadi sangat berguna dalam mengatasi lonjakan harga bahan pangan, terutama minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan di pasar.<\/p>\n<p>Ada pula bahan makanan lain seperti beras dan telur yang disediakan oleh&nbsp;Koperasi Warteg Nusantara<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi kalau kita kompak, kalau kita bersama solid, kita akan bisa mendapatkan harga murah, barangnya berkualitas,&ldquo; lanjutnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/24560519\/makna-tradisi-mudik-lebaran-tak-sekadar-sungkeman\">Baca: Tradisi mudik ternyata sudah ada sejak jaman Majapahit<\/a><\/p>\n<p>Selain menyediakan bahan makanan dengan harga terjangkau,&nbsp;Koperasi Warteg Nusantara juga mengadakan pelatihan-pelatihan untuk anggotanya yang ingin meningkatkan skill mereka di bidang kuliner, baik itu dari segi kesehatan ataupun modifikasi menu.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita pernah kerjasama itu dengan Unilever, misalnya dengan bahan baku yang murah tapi tidak mengandung bahan kimia.<\/p>\n<p>Jadi masih ada keterkaitan dengan makanan. Dari segi halal, kesehatan, kebersihan, ya terus pembiayaan, akses. Misalnya ada bank yang mau menyalurkan PUR, monggo silakan daftar.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Mukroni mengatakan bahwa Kowantara juga membantu legalitas usaha para anggotanya dengan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/24560330\/makna-sumbu-filosofi-dalam-tata-kota-yogyakarta\">Baca: Mengenal sumbu filosofi Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Dengan memiliki NIB, sambungnya, para pemilik warteg dapat dipermudah dalam mengakses layanan perbankan dan terdaftar untuk menerima bantuan pemerintah.<\/p>\n<p>Program-program tersebut direncanakan bersama pada pertemuan para anggota yang digelar sekali setiap bulan di wilayah masing-masing.<\/p>\n<p>Sementara, untuk acara pertemuan para anggota secara nasional, biasanya diadakan setahun sekali.<\/p>\n<p>&ldquo;Itu per Kanwil biasanya. Misalnya di Bogor, terus nanti kan jaraknya lumayan, makanya kita datangi. Ayo di Bogor adakan Kopdar [Kopi Darat], nanti kita bisa sambil arisan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241820449\/kawasan-malioboro-bakal-dijadikan-kawasan-rendah-emisi-ini-pendapat-warga-kota-yogyakarta\">Baca: Malioboro akan dijadikan kawasan rendah emisi<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Makanannya juga enggak jauh-jauh dari warteg atau dari biasanya kupat, kupat khas Tegal atau tauco\/ Ya paling nggak opor ayam, warteg ini kan makanan rumah. Jadi kan enggak susah,&rdquo; ujar Mukroni sambil tertawa.<\/p>\n<p>Sementara, Tarsih, yang menjabat sebagai sekretaris&nbsp;Koperasi Warteg Nusantara mengatakan bahwa komunitas itu seringkali menjadi wadah penyaluran aspirasi para pengusaha warteg.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau ada peraturan-peraturan pemerintah yang kayaknya merugikan. Kemarin waktu Warteg mau dikenakan pajak, berat banget karena yang makan [di warteg] bukan orang-orang yang banyak duit,&rdquo; kata Tarsih.<\/p>\n<p>Sumber: BBC News Indonesia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Keberadaan warung Tegal atau warteg telah banyak membantu warga kota Jakarta menjalani aktivitas kesehariannya.&nbsp;&nbsp; Dan, dalam perjalanannya Warteg yang awalnya dirintis para pekerja asal kota Tegal Jawa Tengah yang bermigrasi ke kota Jakarta menghadapi pasang surut. Berbagai kejadian baik politik maupun ekonomi, seperti naik turunnya&nbsp;harga pangan akhirnya mendorong para pemilik warteg di Kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22415,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9,10,5707,5708],"class_list":["post-22414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-kota","tag-tegal","tag-warteg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}