{"id":2269,"date":"2026-07-30T00:30:15","date_gmt":"2026-07-30T00:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2269"},"modified":"2026-07-30T00:30:15","modified_gmt":"2026-07-30T00:30:15","slug":"cara-efektif-cegah-paparan-mikroplastik-dari-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2269","title":{"rendered":"Cara Efektif Cegah Paparan Mikroplastik dari Makanan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"> <!--img1--> <\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/7cloud.asia\"><span style=\"font-weight: 400\">7cloud.asia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Mikroplastik telah menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan. Keberadaan mikroplastik sempat diketahui terdeteksi dalam ASI dan jaringan janin hingga muncul dalam sel kanker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mikroplastik diam-diam masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara, salah satunya melalui asupan makan. Lantas, adakah cara untuk mencegah atau setidaknya mengurangi mikroplastik tidak mencemari tubuh?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Diwartakan Hindustan Times, Sabtu (22\/3\/2026) waktu setempat Ahli gastroenterologi dan pembuat konten kesehatan yang berbasis di Florida, dr. Joseph Salhab mengatakan bahwa partikel-partikel mikroplastik bahkan telah ditemukan di sel-sel kanker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih buruk, usus besar ditemukan memiliki kadar mikroplastik yang lebih tinggi di dalamnya dibandingkan dengan jaringan di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ia pun memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi paparan mikroplastik ini. Salah satunya, tidak menggunakan wadah penyimpanan makanan berbahan plastik, karena dapat meningkatkan paparan mikroplastik, terutama jika digunakan untuk menyimpan atau memanaskan kembali makanan panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Singkirkan wadah penyimpanan makanan plastik. Simpan makanan dalam wadah kaca, silikon, atau baja tahan karat sebagai gantinya, dan hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Termasuk mengurangi penggunaan peralatan dapur berbahan plastik seperti talenan, plastik pembungkus makanan, dan peralatan makan yang sudah usang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salhab juga merekomendasikan untuk beralih ke air keran yang telah disaring. Jika perlu, ia menyarankan untuk merebus air terlebih dahulu dan kemudian menyimpannya dalam wadah kaca atau baja tahan karat untuk meminimalkan paparan mikroplastik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian menyiapkan makanan sendiri juga meminimalkan ketergantungan makanan kemasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lanjut, alat pembersih udara HEPA dan penyedot debu juga menurutnya efektif menjebak partikel halus dan meminimalkan penumpukan debu rumah tangga di dalam ruangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salhab juga menyoroti bahwa beberapa kantong teh mungkin mengandung lapisan plastik, yang dapat melepaskan mikroplastik saat terkena air panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena itu dia merekomendasikan untuk beralih ke teh daun lepas (teh tubruk) dan menyeduhnya dengan penyaring teh dari baja tahan karat, atau memilih opsi bebas plastik seperti kantong teh katun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Mikroplastik telah menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan. Keberadaan mikroplastik sempat diketahui terdeteksi dalam ASI dan jaringan janin hingga muncul dalam sel kanker. Mikroplastik diam-diam masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara, salah satunya melalui asupan makan. Lantas, adakah cara untuk mencegah atau setidaknya mengurangi mikroplastik tidak mencemari tubuh? Diwartakan Hindustan Times, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2270,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2269\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2270"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}